Nusantara

DPRD Tuding Pemprov Banten ‘Berpangku Tangan’ Atas Penderitaan Rakyat Akibat Covid-19

INDOPOSCO.ID – Ganasnya penularan pandemi Covid-19 berdampak pada sektor pendapatan masyarakat. Tidak sedikit orang yang kehilangan pekerjaannya. Bahkan, pedagang kecil sangat keuslitan mengembangkan usahanya karena aktivitas masyarakat dibatasi.

Kondisi ini ternyata tidak membuka mata hati pemangku kebijakan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Seolah tidak peka dengan nasib masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, Yeremia Mandrofa menuding Pemprov Banten tidak peduli dengan keprihatianan yang dialami masyarakat.

Alasannya, anggaran Dinas Sosial (Dinsos) senilai Rp95 miliar yang diperuntukan bantuan dampak pandemi, kini malah direfocusing atau dipotong sebanyak Rp25 miliar. Hal ini diniali eksekutif hanya berpangku tangan atau tidak berusaha terhadap penderitaan rakyat.

“Pemprov tidak peduli, tidak peka, hanya berpangku tangan terhadap penderitaan masyarakat selama masa PPKM. Buktinya anggaran yang ada di Dinsos yang sebelumnya Rp95 miliar, dipotong Rp25 miliar. Jangankan ditambah, anggaran di Dinsos saja dikurangi,” katanya, Sabtu (7/8/2021).

Menurutnya, pemotongan anggaran Dinsos itu menyakiti hati rakyat. Seharusnya, Pemprov bergerak cepat untuk menambah dan meralisasikan anggaran untuk kepentingan masyarakat.

“Sekarang ini yang memberikan bansos hanya pemerintah pusat kan? Kalau tahun kemarin Pemprov masih berkontribusi selama tiga bulan. Termasuk Pemkab, Pemkot juga ikut membantu,” ungkapnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button