Nasional

DPR Sebut Vaksinasi Berbayar Individu Memeras Rakyat

INDOPOSCO.ID – Pelaksanaan vaksinasi berbayar bagi individu resmi dilakukan Kimia Farma sejak Senin (12/7/2021) kemarin. Program yang menuai polemik tersebut membebani masyarakat dengan biaya Rp 879.140/ dua dosis.

“Vaksinasi berbayar individu jangan cari untung. Semestinya program ini menjadi tanggung jawab negara, karena menyangkut keselamatan rakyat,” ujar Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Netty Prasetiyani melalui gawai, Selasa (13/7/2021).

Dia menilai pelaksanaan vaksinasi berbayar individu seperti upaya mencari keuntungan dengan memeras rakyat.

Dia menegaskan, kebijakan vaksinasi berbayar individu belum didiskusikan bersama DPR. Sebelumnya, dikatakan Anggota Komisi IX DPR ini, pihaknya baru menyetujui vaksinasi gotong royong yang dibiayai perusahaan.

“Itu (vaksinasi gotong royong perusahaan) pun diizinkan dengan banyak catatan. Sekarang tiba-tiba muncul kebijakan vaksin berbayar untuk individu,” cetusnya.

Menurut dia, Permenkes RI Nomor 19 Tahun 2021 dijadikan landasan hukum bagi vaksinasi berbayar untuk individu setelah ada perubahan redaksi atas definisi vaksin gotong royong tidak tepat. Sebab Permenkes ini mengatur pelaksanaan vaksinasi gotong royong perusahaan bukan berbayar perorangan.

“Apapun alasan, vaksinasi berbayar individu ini salah. Karena akses vaksinasi itu menyangkut keselamatan rakyat. Itu menjadi tanggung jawab negara,” tegasnya.

“Jangan sampai publik berpikir hanya orang kaya yang mampu membeli vaksin yang dapat melindungi diri dari bahaya pandemi,” imbuhnya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button