Ekonomi

Dolar Menguat Tipis saat Investor Mencari Petunjuk dari Data Ekonomi

INDOPOSCO.ID – Dolar hampir datar pada akhir perdagangan berombak Rabu (2/6) atau Kamis (3/6) pagi WIB, setelah mundur dari palung hampir lima bulan terhadap mata uang utama lainnya, karena para investor menunggu data ketenagakerjaan di akhir pekan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang keadaan pemulihan ekonomi AS.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya terakhir naik tipis 0,001 persen pada 89,907, setelah diperdagangkan di kisaran 89.856 dan 90.247.

“Kami pada dasarnya bergerak di kisaran sempit, saya kira sampai data penggajian (payrolls) non pertanian,” kata Boris Schlossberg, direktur pelaksana strategi valas di BK Asset Management mengacu pada laporan pekerjaan untuk Mei yang akan dirilis pada Jumat (4/6/2021), dikutip dari Antara.

Laporan pekerjaan sebelumnya, untuk April, datang jauh lebih lemah dari yang diharapkan, mengirim dolar turun tajam. Kemudian awal pekan ini, data manufaktur menunjukkan bahwa sementara aktivitas melonjak karena permintaan yang terpendam di tengah pembukaan kembali dari penutupan COVID-19, kekurangan tenaga kerja sebenarnya menghambat potensi pertumbuhan sektor ini.

“Ini pada dasarnya menunjukkan bahwa sejumlah besar perdagangan pemulihan telah diperhitungkan saat ini dan seluruh kurva pemulihan mungkin jauh lebih lambat daripada yang perkirakan orang,” kata Schlossberg tentang data tersebut.

Laporan penggajian non pertanian yang lemah akan memberi tekanan pada imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang pada gilirannya akan membebani greenback, kata dia.

Euro melemah 0,01 persen terhadap dolar menjadi 1,2215 dolar AS setelah mundur dari dekat tertinggi multi-bulan semalam, ketika menyentuh 1,22545 dolar AS.

Harga-harga produsen di zona euro naik lebih besar dari yang diperkirakan pada April, didorong oleh lonjakan biaya energi, data menunjukkan. Tetapi Bank Sentral Eropa, yang ingin menjaga pertumbuhan harga-harga konsumen mendekati 2,0 persen dalam jangka menengah, mengatakan bahwa sementara inflasi dapat naik di atas targetnya tahun ini, pertumbuhan upah yang lesu kemungkinan akan menahannya untuk tahun-tahun mendatang.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button