Ekonomi

Dolar AS Tergelincir Tertekan Imbal Hasil Obligasi yang Tetap Lemah

INDOPOSCO.ID – Dolar Amerika Serikat (AS) tergelincir pada akhir perdagangan Senin (7/6) atau Selasa (8/6) pagi WIB, tertekan imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang tetap lemah di tengah penguatan euro dan pounds Inggris ketika para investor menantikan pertemuan bank sentral Eropa dan Amerika Serikat.

Data pekerjaan AS pada Jumat (4/6) telah memberikan tekanan pada dolar, karena investor bertaruh bahwa pertumbuhan pekerjaan tidak cukup kuat untuk meningkatkan ekspektasi Federal Reserve AS memperketat kebijakan moneternya.

Langkah itu berlanjut pada Senin (7/6), dengan imbal hasil obligasi pemerintah bertahan lemah, setelah penurunan pada Jumat (4/6), mengurangi permintaan untuk mata uang AS.

“Imbal hasil obligasi pemerintah sedikit lebih tinggi pada sesi ini, meskipun tetap jauh di bawah level yang terlihat sebelum laporan ketenagakerjaan. Ini kemungkinan pendorong pelemahan dolar AS pada Senin (7/6),” kata Ronald Simpson, Direktur Pelaksana analisis mata uang global di Action Economics, dikutip dari Antara.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya merosot 0,21 persen pada 89,946, sementara euro menguat 0,23 persen menjadi 1,2194 dolar AS. Dolar AS juga jatuh 0,23 persen menjadi 109,26 yen Jepang.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan terakhir di 1,569 persen. Mereka turun menjadi 1,560 persen dari 1,628 persen pada Jumat (4/6).

“Pada titik ini sepertinya pasar benar-benar ingin mendapatkan posisi short dolar. Bagi kami itu menunjukkan ada risiko mengejar langkah ini. Ini adalah posisi yang ramai. Anda sudah mendapatkan bagian pasar yang cukup besar yang merupakan net short dolar AS, jadi jika kita merasa perlu mengguncang posisi tersebut,” kata Bipan Rai, Kepala Strategi Valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets.

Sementara Rai mengatakan ada “beberapa risiko dolar akan reli” dia mencatat bahwa investor sedang menunggu pertemuan Federal Reserve minggu depan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button