Gaya Hidup

Dokter: Penderita Kerap Tidak Menyadari Kena Kanker Payudara

INDOPOSCO.ID – Dokter Spesialis Bedah Onkologi Semen Padang Hospital dr. Rony Rustam, Sp.B (K)Onk mengemukakan kanker payudara kerap terlambat disadari oleh penderitanya, sehingga perempuan harus lebih waspada dan melakukan deteksi dini.

“Sebaiknya setiap wanita memeriksakan diri agar terhindar dari risiko terkena kanker tersebut, idealnya setiap 7-10 hari sesudah hari pertama haid lakukan pemeriksaan mandiri pada payudaranya,” kata dia di Padang seperti dilansir Antara, Jumat (4/6/2021).

Menurut dia jika ditemukan ada benjolan, atau nyeri yang tidak lazim, maka harus diperiksakan ke dokter.

“Jangan malu dan takut karena akan mengancam nyawa jika sudah terlambat,” katanya.

Ia menyampaikan saat ini kasus kanker payudara masih cukup tinggi di Indonesia.

Berdasarkan laporan WHO melalui Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (The International Agency for Research on Cancer/IARC) yang terbit Desember 2020, jumlah penderita baru di Indonesia mencapai hampir 400.000 kasus selama 2020 dan 54 persen kasus terjadi pada perempuan.

Ia menjelaskan kanker disebabkan adanya perubahan sel satuan terkecil dari tubuh manusia, namun perubahan sel tersebut sifatnya tidak mengikuti aturan yang berlaku.

“Sel-sel ini membelah dengan cepat dan berkumpul hingga membentuk benjolan, lalu bisa menyebar ke jaringan yang sehat, kelenjar getah bening, atau ke organ lain,” ujarnya.

“Dalam mendiagnosis kanker payudara, dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lain sesuai kebutuhan, dengan memperhatikan benjolan, serta melihat apakah ada keterlibatan kelenjar getah bening, dan adanya penyebaran pada organ lain,” katanya.

Pada stadium I terdapat beberapa gejala seperti terasa benjolan di payudara dan sering kali tidak berasa nyeri, terdapat perubahan tekstur kulit payudara, kulit payudara mengeras dengan permukaan seperti kulit jeruk.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button