Disway

Berpacu Waktu

Lagarenze 1301
Entah mengapa, di toilet saya kerap menemukan jalan keluar dari suatu masalah. Otak sudah mentok, tidak tahu mau bikin apalagi, eh… ketika buang air kecil muncul ide-ide yang brilian. Mungkin karena dalam prosesi “pelepasan” itu otak menjadi rileks dan bisa berpikir lebih tenang. Atau bisa saja ada hormon atau enzim khusus yang ikut terlepas sehingga otak bekerja lebih cespleng. Saya juga termasuk orang yang sering menghabiskan waktu lebih lama di toilet dengan aktivitas membaca koran. Kok betah ya, padahal ada bau yang tidak biasa. (Eh, bukan ding, sekarang bukan lagi bawa koran masuk toilet, melainkan gadget) Tentu, kebiasaan mencari ide tersebut hanya berlaku jika toilet bersih. Lain hal kalau pesing, apalagi banyak jejak yang tertinggal, waduh…. Mohon maaf bagi yang punya kebiasaan baca disway sambil sarapan. Maaf.

Mbah Mars
PERESMIAN TOILET UMUM Terdengar suara MC, “Acara selanjutnya, yang kita tunggu-tunggu, adalah peresmian toilet umum. Peresmian toilet ditandai dengan pengguntingan pita dan pemakaian pertama oleh Bapak Camat. Kepada Bapak Camat dipersilahkan. Setelah pidato ba bi bu yang diawali dengan kata sodara-sodara, akhirnya Pak Camat menggunting pita. Selanjutnya pemakaian pertama. Pak Camat masuk ke toilet. Beberapa menit kemudian Pak Camat keluar dengan wajah cengar cengir. tepuk tangan hadirin membahana. Plok plok plok…

Ady Ngaki
Saya ke toilet kuta kebetulan kemarin, bagus rapi bersih, tapi sayang cuci kaki aja ditarikin 3000 ????

Berita Terkait

Amat Kasela
Selamat pagi Bapak2 yang di toilet suka main hape, atau sambil baca Disway. Di toilet jangan lama2, bukan tempat tongkrongan. Wkwkwkwk

Er Gham
Kalau bertemu dengan pengendara mobil di jalan tol yang kebut kebutan dan slap-slip bawa mobilnya, agar dimaklumi. Kita berprasangka baik saja. Mungkin dia kebelet cari rest area.

Everyday Mandarin
Satu kesempatan juga di Beijing, saya pernah sengaja nginap hotel traditional kecil di hutong (lorong² khas Beijing). Dikelola anak muda China. Bentuk bangunannya khas Forbidden City. Pingin tahu rasanya jadi masyarakat era feodal China. Pas keluar lorong, saya kebelet kencing krn lg winter. Mau balik hotel lagi rasanya agak jauh. Mampirlah sy ke toilet umum di lorong tsb. Yg digunakan warga setempat. Pas sy lg BAK, sy tengok ada 1 anak kecil (cowo) yg sedang BAB di toilet. Tanpa pintu, joroknya khas China. Masih awal² Revolusi Toilet Xi Jinping. Si anak lalu teriak, “妈,好了 Ma, hao le” (Ibu, sudah selesai). Si Ibu yg berdiri di luar pun masuk. Saya sangat tertarik dengan apa yg akan dilakukan di Ibu. Baru kali itu saya tertarik melihat org lain BAB. Ibunya ambil kertas koran(!) lalu ngelap² pantat anaknya. Selesai. Mrk keluar. Ga cuci tangan. Pantas Xi Jinping merevolusi mrk.

Leong putu
Kalau saya, kotoran saya simpan di otak, agar tidak bikin polusi. Parah memang. Tapi yang lebih parah ada lagi, ada yang bawa Toilet portable ke mana mana. Di bibirnya.

Kang Sabarikhlas
anu,..saya usul, pintu toilet umum untuk perempuan di cat warna merah dan untuk pria dicat warna coklat tua, jangan gambar/tulisan kecil ladies&gent. Pengalaman saya pas di spbu lagi ngisi bensin motor saya suprabapak, eh..kebelet pipis, saya ikuti orang bercelana masuk lorong toilet, eh..orangnya ngomel “ini toilet perempuan Pak!”.. /”Lho! saya kira sampean laki²”/..ngomel lagi..”tua² keladi ndak tahu diri”/..”memang saya ndak tahu dirimu”/.. dia lihat hp disaku baju saya masih nyala, “oh dasar tukang komen disway, tukang ngeyel, pencitraan”..Braakk! pintu toilet ditutup. Saya wong goblik, bingung ndak merasa bersalah, kan citra saya jelas, miskuiiin! duh, hp saya matikan dulu.

Budi Utomo
Detik News dot com. Sabtu 5 Feb 2022. Yeni Rosita (37) warga Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur yang kejeblos di toilet di dalam rumahnya yang terbuat dari papan yang diduga rusak/lapuk yang berada di atas Sungai Ciliwung, sudah ditemukan di Sungai Kapuk Muara, Jakarta Utara, dalam kondisi tak bernyawa. >> Semoga setelah semua bantaran sungai di Jakarta dibersihkan dari rumah liar, setelah penghuninya digusur eh “digeser” ke rusunami atau rusunawa, tak ada lagi peristiwa tragis seperti Yeni Rosita yang ingin buang hajat tengah malam malah hilang nyawa tenggelam di Sungai Ciliwung yang biasa dia beri hadiah “yellow submarine”. That was bad news. Now for good news. Tahiun depan 4,8 km dari 17 km Sungai Ciliwung akan diNORMALISASI oleh Pemda DKI bekerjasama dengan Kementrian PUPR. Menyelesaikan normalisasi Sungai Ciliwung yang panjangnya 33 km ini. Sungguh berita baik setelah selama 5 tahun belakangan Sungai Ciliwung diNATURALISASI (baca: membiarkan NATURE bekerja secara NATURAL tanpa perlu campur tangan manusia, sebagai bentuk loving NATURE wkwkwk) oleh ahli tata kota eh “ahli tata kata” yang tak mau kerjasama dengan pemerintah pusat yang kini mencalonkan diri jadi capres yang pasti Anda Sudah Tahu siapa. Wkwkwk

Leong putu
Disket telah ku simpan / Flashdisk kini ku gunakan / Toliet bersih ciri peradaban / Maaf pantunnya tak bisa ku lanjutkan / .. #365_mantun Disway

Najib Habibie
Bangunannya sama, lantai nya sama, dindingnya sama, toilet jongkoknya sama. Bak kamar mandinya juga sama. Tapi saya rela nahan BAK dari Jombor Jogja sampai Magelang. Hanya untuk BAK di toilet Terminal Bis Soekarno Hatta Magelang. Dikelola dengan baik, wangi dan bersih. Airnya juga bersih. Walaupun bangunan toiletnya sama dengan berpuluh tahun yang lalu tapi ketika dikelola dengan baik, hasilnya juga baik. Pagi2 ketika saya datang dari jakarta biasanya sedang disikat dan dibersihkan. Begitu masuk, bersih dan wangi. Sangat nyaman untuk BAB, BAK maupun mandi di toilet umum Terminal bis Magelang ini. Saya kira tidak kalah dengan toilet kelas atas jika penilaiannya berdasar indeks nilai bangunan, biaya pemeliharaan dan tingkat kenyamanan yang dihasilkan. Sebagai pengguna toilet umum kelas sudra, saya masih merasa Terminal Bis Magelang juaranya. Monggo dibuktikan.

Juve Zhang
Revolusi toilet he he he dilakukan oleh anak muda yg gak paham sejarah Tiongkok. Tahun 80_90 an itu Tiongkok benar benar membangun dengan tangan besi. 90 an saya berkelana di daratan Tiongkok 1,5 bulan. Kejebak masuk “pancingan” mafia gangster sana. Yg hobi “ngompas” orang lokal beda daerah. Siapapun .banyak gangster jalanan .tapi tangan besi mereka “membersihkan” semua jenis gangster. Sekarang Tiongkok negara paling aman .

munawir syadzali
Dulu, 15 tahun yg lalu, Demak terkenal sekali dg WC terpanjang di Indonesia. Sepanjang jalur pantura Demak – Kudus, sisi kirinya membentang sungai yang dijadikan warga setempat Mandi dan BAB. Hingga lumrah menjadi pemandangan yg menggelikan mata. Sampai2 saya malu ketika ditanya, asli mana mas? Seakan menjadi aib. Karena jika dijawab demak, pasti arahnya nanti ngomongin WC terpanjang itu. Alhamdulillah, 5 tahun terakhir pemandangan itu sdh sedikit berkurang, dan sekarang sdh jarang sekali ada pemandangan itu

bitrik sulaiman
Kebiasaan saya tiap bepergian selalu mengantongi 2 atau 3 lembar tisu. Tissue lebih praktis dan bersih. Tissue, setelah dipotong seperlunya, diperciki sedikit air. Lap 3 kali cukup.

Pryadi Satriana
Pertanyaan tentang toilet dikaitkan negara bisa menyinggung rasa nasionalisme negara ybs., untungnya pertanyaan “goblik” tsb. mendapat jawaban cerdas. Salam. Rahayu.

Otong Sutisna
Waktu kecil di kampungku, toilet merupakan barang mewah dan tidak semua rumah punya toilet mungkin dalam satu desa dapat di hitung dengan jari. Kebiasaan warga BAK, di pinggir atau belakang rumah yang rimbun pepohonan dan BAB mereka menuju tanah lapang belakang rumah sambil bawa kored/pacul kecil dan beberapa lidi..,. Adapun fungsi kored/pacul kecil yaitu untuk menggali dan mengubur.,… sedangkan beberapa lidi untuk mengusir lalat yang mendekat, yang paling sial adalah ketika menginjak kuburan baru atau boker yang tidak dikubur. Tema disway hari ini tentang sesuatu yang seharusnya dibaca waktu malam atau setelah makan siang…. Salam satu disway

Pryadi Satriana
Sebelum berobat di RSIA Hermina Bogor (RS Tipe B), saya biasanya dirujuk ke RSAU Hasan Toto/ Atang Senjata atau ke RS Islam atau ke RS Dompet Dhuafa. Ketiganya RS Tipe C. Ketiganya punya kesamaan: toiletnya pesing (banget!). Padahal yg satu bernuansa militer dan dua lainnya bernuansa Islami, sampai saya mbatin, “Apa karena ada kata ‘dhuafa’ maka kalau ‘pesing’ harap maklum?” Ahhh, jadi teringat bau pesingnya … ‘Kebersihan merupakan sebagian dari iman’ sekadar slogan? ‘Tidak boleh riya’ juga sekadar slogan? Salam. Rahayu.

Leong putu
Toilet, apa itu ? Oooh Alien ya ? Pasti itu yang kebayang kalau kata itu saya dengar saat kecil dulu. Lhaaa wong ndeso, ndeso pinggir hutan. Yang ada kalau BaB ya di sungai, bahkan hingga remaja masih BAB di sungai. Pasti ada yang punya pengalaman BAB di sungai juga. Weeeeeeh BAB di sungai itu weeenak tenan. Pas airnya lebih tinggi sejengkal dari mata kaki, di pagi hari, sebelum ngopi, BAB dulu di sungai. Pakai sarung, di temani rokok sebatang. Di hibur suara gemercik air dan suara burung. Nikmat banget, bawah adem atas hangat. Kaki kadang terasa geli² dikit mungkin karena digrayangi udang kecil². Duuuuuuuuuh kok kangen masa-masa itu. Di sungai itu banyak kenangan indah. Belum lagi kalau mandi rame rame….duuuh indahnya….

Chei Samen
Usah dikenang masa nan lalu.. hatiku pilu..

Jimmy Marta
Kemaren sempat menjelajah negara benua hitam, Namibia dan Kongo. Les Routes L’impossible. Jalanan tanah gurun yang lima tahun gk pernah turun hujan. Sumber air yang jauhnya berkilo2 meter dari rumah. Di sebuah oase berebut air dengan hewan liar khas Afrika. Air digayung sambil misahkan lumut yg mengapung, masukkan ke jerigen. Kualitasnya jangan ditanya, dari warna saja sudah terlihat. Toilet? entahlah… Begitu masuk Kongo saya justru melongo. Dipikir Afrika itu gurun dan gurun. Ini negeri berbukit bergunung gunung. Masih ada hutan lebatnya. Namun sedihnya dari sarana jalan antar kota dan desa desa. Yang beraspal bekas buatan penjajah Belgia 60 tahun lampau sudah hancur. Lebih banyaknya jalan tanah berlobang, berlumpur bak kubangan. Dilalui truk2 usang bekas penjajah yg dipakai untuk pengantar bahan kebutuhan pokok. Jarak antar kota yang 54 kilometer ditempuh duahari dua malam. Ada joke di mereka soal menghitung ongkos tranportasi. Jarak bukan berdasarkan kilometer, tapi dihitung berapa hari perjalanan. —-virtualtravel..

Johannes Kitono
Manusia di dunia ini harus terima kasih kepada Bu Naning Adiwoso, Presiden Asosiasi Toilet Indonesia.Sudah memegang gelar sarjana lingkungan, arsitek dan desainer. Masih sempat dan mau mengurus masalah Toilet, kebutuhan vital umat manusia. Kampung saya di Sanggau, pinggir sungai Kapuas ( 1.145 km ) dulu banyak Lanting di sungai. Bangunan terapung itu serba guna. Selain tempat cuci pakaian, beras dan sayur. Disana ada jamban yang berfungsi sebagai kamar mandi dan sekaligus Toilet juga. Tidak ada pemisahan antara laki laki dan wanita.Masuknya harus antri ga usah pakai nomor. Habis bab cukup dicebok saja. Kebiasaan ini sudah berlangsung ratusan tahun. Tidak heran dari 5.590 sungai di Indonesia, konon 80 % sudah tercemar tinja manusia. Mungkin Asosiasi Toilet Indonesia bisa membantu mendesain lay out Lanting serba guna yang hyginis. Supaya air sungai tetap bening lestari, tidak ada tinja manusia yang mengambang diatasnya. Terima kasih. Hidup Presiden Partai, eh Asosiasi Toilet Indonesia

Mamak Edi
Setiap saya perjalanan ke Sumatera, sepanjang jalan jika perlu istirahat sholat, selalu cek kondisi toilet masjidnya dahulu. Jika tidak bersih, maka sholat ditunda hingga ketemu masjid yang toiletnya cukup bersih dan airnya pun cukup tersedia. Menurut saya, pengurus masjid perlu menjadikan kebersihan toilet masjid perhatian nomor satu. Dengan begitu saya yakin pengunjung masjid punya alasan untuk infak yang lebih dari biasanya. Apalagi jika di masjid itu ada pengumuman “Kebersihan toilet masjid ini ditentukan infak Anda!”.

Namu Fayad
Ada bapak-bapak, waktu itu ia ada acara di hotel Borobudur. Pas ke toiletnya, kebanyakan model berdiri. Ia pake. Pas sudah selesai ia bingung, kok tidak ada tombol buat menyiram. Panik dia. Dibilangin bahwa itu ada sensornya akan aktif setelah ditinggalin. Tapi kan belum dibasuh. Solusinya, ia geser ke samping sambil pegang “itu”-nya, baru air siram keluar, langsung geser lagi buat basuh kepala sikecilnya. Tau gak apa komentar dia abis itu. “Toilet kafir” katanya.

Lukman bin Saleh
Seorang laki2 setengah baya berjalan tergopoh-gopoh. Keringat bercucuran di tubuhnya. Dia baru pulang dari sawah. Seolah tidak peduli dengan keadaan sekelilingnya. Yang dia ingat hanya masjid. Secepatnya dia harus ke sana. Setelah sampai. Buru-buru dia membersihakan tubuh. Seadanya. Memasang sarung yg telah dia siapkan. Kemudian masuk ke masjid mengumandangkan azan.” Demikianlah gambaran marbot d masjid2 kita. Bekerja sukarela. Tanpa di gaji. Mereka punya keluarga. Mereka harus mencari nafkah. Jadilah masjid itu diurus seadanya. Jangankan membersihkan toilet, syukur2 sang marbot masih bisa azan 5 x sehari. Keadaan ini tidak boleh kita biarkan. Harus kita ubah. Mulai dari lingkungan masing2. Sangat ironis jika agama Islam yg katanya sangat mengutamakan kesucian dan kebersihan ini harus memiliki lingkungan masjid yang jauh dari kata bersih. Jika marbot kita belum di gaji dengan layak. Gaji mereka. Agar bisa bekerja profesional. Lontarkan ide ini saat ada rapat. Jika memang sudah di gaji. Tegur para marbot itu. Tentu dengan cara seperti yg dikatakan Abah. Bagaimana agar mereka tidak tersinggung. Ayo kita mulai…

Liam Then
Jika kita sudah ada waktu meributkan masalah toilet, bersyukurlah, ini tanda kualitas hidup sudah membaik. Di Ukraina mereka lebih sibuk hal la Lebih separuh populasi dunia, cebok pakai kertas tissue. Di Tiongkok, 1.5 milyar orang ,budayanya cebok pakai kertas tissue. Itulah sebabnya perusahaan pabrik pulp berjaya, haus lahan baru, karena permintaan tak putus-putus. Tissue terbuat dari bubur kertas, yang berasal dari pohon akasia. Kode keras untuk BUMN sektor perkebunan, swasta bisa meraksasa, anda kok tak bisa? Padahal soal lahan, anda hampir tidak ada hambatan, tinggal kasih kode ke menteri BUMN, yang tinggal sapa presiden. Begitu juga soal modal. Kalau soal pasar, demand separuh populasi dunia, tak mungkin dapat anda penuhi semua. Di Tiongkok saja , setiap hari, ada 1.5 milyar orang butuh kertas tissue. Kadang juga terpikir, orang barat ngisin-in kita cebok pakai air ,sementara mereka pakai tissue. Sebenarnya siapa yang lebih enviromental friendly? Mereka atau kita? Tissue mereka bersumber dari pohon, hasil dari merambah hutan alami. Di ganti pepohonan mono kultur yang ditebang 6 tahun sekali. Tapi, biarkanlah ,jangan protes, biarkan mereka tetap cebok pakai tissue, toh mereka beli pulp nya dari kita. BUMN ayo fight. Swasta bisa , BUMN yang full fasilitas dan dukungan harusnya lebih bisa. Menjadi gede di bidang pulp ini. Saya pernah dengar dari seorang dosen PHD asal Australia. Pohon di Indonesia, tumbuh 2 kali lebih cepat ,dibanding dengan yang di Australia.

Jo Neka
300 komentar..Toilet semodern apapun dan secanggih apapun kalau tidak ada cukup air bersih percuma.Di kampungku setiap rumah di kasih closet sehat tapi airnya tidak ada mau ketawa takut lucu..

munawir syadzali
Toilet sudah menjadi salah satu tempat mencari inspirasi. Ide2 cemerlang sering kala datang dr sana. Kemajuan Indonesia bisa dimulai dari sini, revolusi toilet. Siapa tahu, dg adanya toilet2 yg bersih, wangi dan instragamable, bisa mendorong ide2 hebat utk kemajuan anak bangsa. Selain itu, revolusi toilet jg harus mempertimbangkan aspek kearifan lokal, budaya, kesehatan lebih2 aspek agama. Banyak org kita yg gag bs beol gegara closetnya duduk. Rela nahan kencing gegara kencingnya lewat urinoir, alasannya lebih beresiko terkena najis dan tdk memperoleh keutamaan. Sy pun, jika ke mall atau ke tempat2 yg katanya modern, jika sdh kebelet BAK kok ndilalah ketemu urinoir, lebih baik nyari toilet yg lain. Menurutku, standar toilet yg perlu dijadikan adl toiletnya masjid NU. Sebelum masuk toilet, ada kolam kecil, rerata closetnya jg jongkok. Silahkan ditinjau dr aspek apapun, kesehatan, agama, kearifan lokal, paling masuk kriteria. Haha

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button