Disway

Khusnul Mracangan

Begitu banyak korban bom teroris. Begitu menderita mereka.

Belum lagi korban ”bom” Kanjuruhan dan ”bom” sirup dari pabrik farmasi. (*)

 Komentar Pilihan Dahlan Iskan*

Berita Terkait

Edisi 2 November 2022: Khusnul Nusakambangan

EVMF

Selamat pagi Pak Pry, The difference between conscience and mind. Di dalam buku Mere Christianity – C. S. Lewis mengungkapkan contoh yang sederhana mengenai perbedaan antara hati nurani dan pikiran kita : Seandainya anda mendengar teriakan minta tolong dari seseorang dalam bahaya, anda mungkin akan merasakan dua keinginan : satu keinginan untuk memberi bantuan, yang lainnya keinginan untuk menghindari bahaya. Tetapi anda akan menemukan di dalam diri anda, selain dua dorongan ini, hal ketiga yang memberi tahu anda bahwa anda harus mengikuti naluri untuk membantu, dan menekan dorongan untuk menghindarinya. Hal ini yang menilai antara dua naluri, yang memutuskan mana yang harus didorong, tidak dapat dengan sendirinya menjadi salah satu dari mereka ; dan biasanya menyuruh kita untuk memihak yang lebih lemah dari dua dorongan itu. “Hal ketiga” itu adalah hati nurani kita. Pikiran merumuskan alternatif. Hati nurani berbicara kepada alternatif mana yang harus kita ikuti (yang mungkin sangat tidak sesuai dengan tingkat kepuasan diri kita). Mungkin Pak Pry ada komentar untuk buku tersebut di atas. Terimakasih, sehat selalu Pak.

Leong putu

Pagi pagi makan ketupat / Agar sehat minumnya sirsak / Eeeh @Otong selamat ya selamat/ Akhirnya dapat pertamak/

Leong putu

Pagi pagi makan ketupat / Agar sehat minumnya sirsak / Eeeh @Otong selamat ya selamat/ Akhirnya dapat pertamak/

Otong Sutisna

Bikin ketupat dari beras / dibungkus pakai kertas / coba lihat hasil kerja keras / dapat Pertamax yang bawah juga mengeras Hatur nuhun @leong @amat

Mirza Mirwan

Kapan hari itu waktu CHD mengisahkan Bupati Dhito yang marah-marah, saya menulis bahwa setan sudah sesumbar tak akan bisa dikalahkan oleh orang yang marah, mabuk, dan bakhil. Nah, cerita tentang almarhum suami Bu Khusnul di atas juga membuktikan kemenangan setan atas suami Bu Khusnul. Demi si anak kedua bisa meneruskan kuliahnya sampai rela menjual dadah — di negara Pakcik Chei, narkoba itu dadah. “Anakmu harus bisa meneruskan kuliahnya. Kuliah itu penting, agar anakmu kelak bisa mengangkat derajatmu. Kau pasti bangga kalau anakmu jadi sarjana.” Mungkin begitulah provokasi setan. Dan suami Bu Khusnul termakan provokasi itu. Ia kalah. Dan ia ditembak polisi — mungkin melarikan diri saat hendak ditangkap. Nasi sudah menjadi bubur. Kita bisa mengambil hikmah dari kisah suami Bu Khusnul itu.

Fauzan Samsuri

Kalau bu Khusnul yg sejak TK hingga SMA sekolah di Muhammadiyah saja dikafirkan apalagi kalau bu Khusnul sekolah di NU…wk wk wk

Rahma Huda Putranto

Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tinggal menghitung hari Gegap gempita warga persyarikatan menyambutnya Surakarta menjadi tujuannya Tak kusangka ada kader Muhammadiyah di tulisan Abah dua hari ini Bersekolah formal di Muhammadiyah sejak dini Menjadi pendekar Tapak Suci dua generasi Perjuangan hidupmu melebihi warna hitam sabukmu Kau bersama keluarga kecilmu memilih berjuang Tidak mengiba di amal usaha Walau sebenarnya mudah mendapatkan bantuan Tinggal kau tunjukkan sabuk hitam milikmu dan orang tuamu Tidak akan ada perguruan tinggi Muhammadiyah yang menolakmu Namun, kau memilih jalan pejuang Jalan kader sejati Kau ingin berada di posisi menghidupi Kini kuresapi pesan sang pendiri Hidup-hidupilah Muhammadiyah Jangan kau cari hidup dari Muhammadiyah #tetapsemangatbuChusnul

Fenny Wiyono

Kisah Nyata : seorang tetangga Muslim yg bekerja sebagai seniman di ubud bali, pulang beberapa hari setelah bom bali, 2 anaknya di larang beragama Islam, semua perangkat agama Islam yg nampak di hancurkan, kl lihat anaknya Solat di marahi bahkan di hajar. akhirnya kita tau tujuan para Teroris itu jelas bukan menyebarkan agama Islam.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button