Disway

Low 100 Kilo

Dengan kereta api batu bara bisa langsung ke pelabuhan laut. Batu baranya bisa dikucurkan langsung dari conveyor ke perut kapal. Masa tunggu kapalnya pun bisa lebih pendek. Lebih efisien lagi.

Batu bara milik perusahaan lain, dari lahan lain, juga bisa nunut di kereta api itu. Tinggal bayar tol ke Bayan. Ke depan, Sungai Belayan menjadi bisa agak bernapas. Sungai Senyiur bisa bersiul-siul kembali. Dan sungai Mahakam bisa lebih teduh kembali. Siapa tahu ikan pesut, lumba-lumba air tawar itu,

bisa kembali bersenam dansa di sepanjang hulu Mahakam. Pun sampai Senyiur. Dan ikan patin, jelawat, tidak perlu di kebun binatang lagi.

Berita Terkait

Datuk Low Tuck Kwong, SMA-pun tidak tamat. Tapi begitu banyak keputusan besar ia ambil dalam hidupnya. Pun ketika sudah berumur 74 tahun.

Umurnya panjang. Uangnya banyak. Saya lihat ia tidak merokok. Juga tidak minum baijiu saat makan hari itu. Ikan patin ikan jelawat. Ikan pesut kejar-kejaran. (… Please Pak Thamrin dan Aryo Mbediun meneruskannya). (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Jadi WNI

Liam Then
Ah baru sadar saya, hampir semua karyawan Indonesia itu jutawan. Walaupun tidak stabil,status jutawan hanya di ada di awal bulan. Tetap bersyukur, yang penting beras masih ada dan terjangkau.

Jimmy Marta
Keluar zona nyaman itu seperti anda disuruh pindah dari ruangan ber ac ke ruangan biasa. Tapi jangan salah….! dipindah ke ruang ber ac pun bisa membuat anda tidak nyaman. Gimana coba, jika staf bonbin datuk low disuruh pindah ke ruang kuda yg ada ac itu…!

Hery Purnama
Buka Disway pada pukul 5 pagi, belum muncul tulisan Jadi WNI. Padahal sudah menggunakan 2 browser yang berbeda. Pada pukul 7 dicoba lagi, hasilnya pun tetap sama. Akhirnya Disway dilupakan, baru ingat kembali selepas Dhuhur ini. :)

siti asiyah
menunggang seekor buaya Datuk Low masuk jajaran 10 oarang terkaya di negeri ini….. kebayang kalo niru Jaka Tingkir yang nunggang 40 buaya………pastilah beliau jadi capres 2024

Johannes Kitono
Marga Low atau Lo memang luar biasa dan selalu menjadi Legenda. Dulu di Mandor sekitar 70 km dari Pontianak ada Republik Lan Fang ( 1777 – 1884 ) yang Presiden pertamanya bernama Lo Fong Pak, orang Hakka asal Meisyen China. Republik Lan Fang merupakan Republik pertama di Nusantara yang terdiri dari Kongsi Kongsi Tambang Emas etnis Tionghoa yang bernaung dibawah Kesultanan Pontianak dan Kesultanan Mempawah ( 78 km dari Pontianak ). Dengan setoran upeti masing masing 1 kg mas/bulan. Republik Lan Fang sempat mempunyai 13 Presiden sampai dihancurkan tentara Belanda pada tahun 1884. Banyak pengikutnya pindah ke Singapore membentuk Sam Tiam Hui ( Perkumpulan Tiga Titik ) yang bertekad suatu saat akan kembali ke lokasi Lan Fang di Kal-Bar. Tidak jelas apakah nenek moyang Datuk Low juga berasal dari Republik Lan Fang dan Datuk Low mungkin juga inkarnasi dar Lo Fong Pak. Now di bursa saham Jakarta juga ada Lo Kheng Hong ( 63 th ) yang saking hebatnya disebu Warrent Buffet Indonesia,asal sungai Purun/ Peniti, yang pernah jadi markas Republik Lan Fang. Kalau di test DNA nya bisa jadi juga turunan Presiden Lo Fong Fak.Silahkan bro Budi Utomo yang pakar soal marga Tionghoa lacak asal marga Low atauLo ini. Bagi yang tertarik dengan cerita Republik Lan Fang, bisa baca buku Mary Soomer Heidhues, terbitan Cornell University ( 2003 ) yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Yayasan NABIL dengan judul : Penambang Emas,Petani dan Pedagang di ” Distrik Tionghoa ” Kalimantan Barat.

Akun Game Faqih
Admin, minta tolong iklan video di tengah bacaan bisa dipindah ke sebelah kiri. Mengganggu sekali proses membaca. Terima kasih cc : Abah

Akagami Shanks
Dr Low?. Apa yang terjadi pada transaksi saham MYOH periode (11 Juni 2011 – 11 Juni 2013). Oh, tidak tau.

Achmad Karni
Sungai Belayan dan Sungai Kedang Kepala hulunya masih di kab. Malinau Kalimantan Utara. Sungai Senyiur ini sungai yang berada di desa Senyiur. Sungai nya Kedang kepala. Panjang ke dua sungai tsb 319km. Orang Samarinda mengenal Senyiur kampung nya Yos Sutomo. Di Samarinda dan Balikpapan ada Hotel Senyiur yang di miliki Yos Sutomo. Adapun sungai Mahakam 920 km yg hulunya dekat Malaysia beda alur. Anak sungai Mahakam yang panjang ada 2 tsb di atas. Adapun sungai Jembayan 180km hulu nya ada di IKN, Muaranya di Loa Kulu tempat Kerajaan Kutai Kartanegara. Disitu bertemu sungai Mahakam. Masih banyak lagi anak sungai Mahakam yang DAS nya 7,7 juta Ha, atau seluas Jatim plus Jateng. Sudah sebulan ini air sungai Mahakam pasang, ada 3 danau Jempang 18rb ha, Melintang 11 RB ha, Semayang 13rb ha. Tiga danau tsb TMA nya sama jika lagi pasang sebab terkoneksi oleh Mahakam. Danau Melintang jika pasang/ banjir akan menyatu dengan danau Semayang yang luasnya sama dengan DKI Jakarta. Dalam nya danau antara 3-8m. Mahakam tak pernah kering TMA ( Tinggi Muka Air) sama dengan laut. Jika air Mahakam pasang, hulu Mahakam banjir, hulu SKM banjir 1/3 kota Samarinda terendam karena dataran rendah.

Kang Sabarikhlas
Seperti biasanya, pagi saya sarapan ke warung..eh anu ‘restoDisway’. Tapi tadi pagi belum buka restonya, dah banyak yg datang, mungkin ada yg sudah menunggu lama jadi ada yg ngomel² bahkan ada yg mendoakan semoga ‘Chef dan koki²nya’ dalam kondisi sehat² selalu…lho?..kok ‘ngalub’?.. Dan barusan saya mampir ke ‘restoDisway’ sudah penuh pengunjung, laris kayak rawon setan… padahal saya lihat masakannya cuma ‘menu kemarin’. ya sudah, saya ke warung mojok.co dan dalam tempo se-singkat²nya.. hari ini saya selingkuh…duh.

Johannes Kitono
Datuk Low Tuck Kong adalah Entreprenur Sejati. Biarpun ada yang meragukan integritasnya menjadi WNI dengan tujuan masuk bisnis Tambang. Dan Bayans adalah perusahaan Tbk yang tentu saja bayar pajak dan sahamnya bisa dibeli siapa saja di bursa. Kita tidak usah iri krn sang Datuk lebih kaya dan bisa melihat kesempatan didepan mata. Pada tahun 1924 ,Oei Tiong Ham, konglomerat pertama di Asia asal Semarang pindah ke Singapore untuk menghindari Tax yang tidak adil dari pemerintah Belanda di Indonesia. Pemerintah justru perlu memberi rasa aman bagi Enterprenur 2 seperti Datuk Low. Mereka bisa menciptakan lapangan kerja yang dibutuhkan masyarakat. Kenapa kita harus kuatir SDA dikuras dan kekayaannya dibawa pergi ke LN. Bukankah dengan membayar Tax sesuai ketentuan ( 30 – 35 % ), pemerintah otomatis menjadi Sleeping partner atau pemegang saham kosong di perusahaan yang sukses. Datuk Low cs itu ibarat Ayam yang bisa bertelur Emas. Ambil telur emasnya saja dan jangan dipotong ayamnya.

Johan
Kisah orang sukses selalu menarik untuk diikuti. Terutama yang sukses hasil perjuangan sendiri, yang secara background pendidikan tidak mentereng dan malah kadang kurang berpendidikan secara formal. Abah DI adalah satu contoh, Datuk Low adalah contoh lainnya. Ada kesamaan diantara orang-orang sukses tersebut. Mereka punya pemikiran visioner dan berani ambil resiko, kadang disertai pengorbanan yang tidak kecil. Datuk Low berani mengorbankan kewarganegaraannya dan masuk ke pedalaman Kaltim membangun usaha. Abah DI berani mengorbankan kesehatannya dengan bekerja tak kenal waktu demi membesarkan koran yang diasuhnya. Dalam hidup ada satu masa dimana kita akan dihadapkan pada sebuah situasi mengambil keputusan besar, yang akan berpengaruh luar biasa ke hidup kita selanjutnya. Datuk Low melakukannya di umur 37 tahun, menanggalkan kewarganegaraan Singapura menjadi WNI. Langkah penting yang akan mengantarkannya menjadi seorang triliuner. Bagaimana dengan saya sendiri? Saya melakukannya di umur 30 tahun, menanggalkan celana anak gadis orang disaat perusahaan sedang goncang dan PHK besar-besaran. Dampaknya hebat, saat anak pertama lahir, status saya adalah pengangguran.

Liam Then
Saya kagum Bang Johan. Anda seorang pengambil resiko. Tapi mohon jangan di ulangi, pasti pusing besar hasilnya

Anwarul Fajri
Den bagus juga dapat 3M kok, Mingkem, Mangap Dan Monyong….hahahaha. cuk jancuk…….

Mbah Mars
Meskipun tidak pernah melihat pintu universitas, namun di beberapa pemberitaan tertulis gelar doktor di depan namanya: Dr.Low Tuck Kwong. Mungkin, seperti halnya Abah DI, ia mendapatkan doktor honoris causa dari sebuah universitas. Datok Low itu Ora tau mambu kampus, ning gawe wangi kampus. Ya, itu karena Datok Low menyalurkan bantuan sebesar 200 milyar ke ITB (100 m). UGM (50m) dan UI (50m). Saat mengucurkan bantuan kepada tiga kampus ini, banyak orang Kaltim yang “protes”, termasuk Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi. Menurut Hadi, mustinya Bayan itu bijak dalam menyalurkan bantuan. Jangan hanya mengeruk tambangnya tanpa memperhatikan masyarakat Kaltim. Memang bersedekah itu yg paling baik dimulai dari yang terdekat. Baru melebar ke yg lebih jauh. Semoga aspirasi masyarakat Kaltim didengar Datok Low.

Muin TV
Cak Nur dalam salah satu ceramahnya pernah bilang, “Katanya kuliah untuk cari ilmu… Ternyata untuk cari gelar. Setelah dapat gelar, ternyata untuk cari kerja. Setelah kerja, ternyata bukan kerja tujuannya. Tapi untuk cari duit. Lah kok ndadak muter-muter. Mbok ya dari awal langsung saja, lulus sekolah langsung cari duit.” Mungkin hasilnya seperti Datuk Low Tuck Kwong, jadi konglomerat. Wkwkwk.

Akagami Shanks
DR LOW = Kepemilikan pada BYAN (61,18%), atau sekitar Rp 110.124.539.820.000 per harga Rp54.000. Ini belum termasuk kepemilikan anak cucu, cicit, dan menatu. Juga akun nomine kalau ada.

triyoga
Saya tidak suka dengan macam orang Low Tuck Kwong. Pindah ke WNI hanya mengejar harta. Sedikit keuntungan bagi Indonesia menerima orang seperti ini, dibanding keuntungan yang diperoleh Low tuck Kwong. Demi harta ditinggallah kewarganegaraannya, tapi tetap sering tinggal di singapura. suatu saat apa lagi yang ditinggalkan orang macam ini demi peluang harta yang lebih besar. Apakah orang seperti ini cinta indonesia atau cinta kekayaan alamnya saja untuk dikeruk? wallahualam.

thamrindahlan
Nah semakin jelas profil Datuk Low Tuck Kwongi status WNI. Asset berjibun masuk 10 besar orang kaya disini. Hijrah ke Indonesia suatu keputusan cerdas jangka panjang. Belum terjawab bagaimana prosesi sehingga Beliau mendapat gelar kehormatan DATUK. Ibu menyusui makan sayur katuk / Berkhasiat manambah air susu / Gelar terhormat setingkat Datuk / Pasti dermawan peduli ibu ibu / Salamsalaman

oyong mantep
Abah DI, admin Disway, komentator dan perusuh Disway…. semoga kita semua sehat² selalu… Ot**g 10 senti sebagai selingan dan pancingan admin mencari uang

anak rantau
Hahhh… Pertamax????

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button