Disway

Tanpa Sakit

Dokter Agus memang mengajak empat dokter lain menjadi pemegang saham di Anwar Medika. Tapi empat orang itu kakak-adiknya sendiri. Dan lagi saham di situ tidak dibagi rata. Dokter Agus memegang 52 persen. Dengan demikian tidak akan ruwet. Ada pemegang veto di rumah sakit itu: dr Agus sendiri.

Setelah membeli tiga rumah sakit, dr Agus mendirikan universitas. Di tanah sawah lima hektare itu: Universitas Anwar Medika. Ia merintisnya sejak beberapa tahun lalu. Wujud awalnya sekolah tinggi. Semua jurusannya di bidang kesehatan: Keperawatan, Farmasi, Laboratorium, dan Kebidanan. Dengan menjadi universitas ia menambahkan Jurusan Bisnis, Informatika, Manajemen dan segera membuka Fakultas Kedokteran. “Izinnya lagi diurus,” katanya.

Ke depan, dr Agus akan mengembangkan program “Sehat Tanpa Sakit”. Ia masih merahasiakan sistem baru yang akan dikembangkan itu. Tapi ia sudah mulai mencoba metode pengobatan untuk rambut, kulit dan peremajaan sel tanpa stem cell. “Tidak takut jadi masalah seperti dokter Terawan?” tanya saya.

Berita Terkait

“Saya tidak menemukan obat baru kok. Saya hanya menemukan cara mengatasi semua itu,” katanya. Tentu saya ingin menjelaskan semua itu. Suatu saat nanti. Terutama kalau saya sudah menjalaninya sendiri. Kapan-kapan. (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Dalam Tulisan Pikachiu Demokrasi

Budi Utomo
Kisah nyata Cheung Tze Keung (dialek Canton/Kuangtung/Guangdong) alias Zhang Ziqiang 张子强 (baca Chang Ce Chiang, e nya eu ala Sunda) alias Zhang Anak/Child 子 Kuat/Strong 强 yang menculik Li Tzar Kwoi (dialek Canton) alias Li Zeju 李泽钜 (baca: Li Ce Chii) atau Li 李 Kolam/Pool 泽 Besi/Iron 钜, putra tertua dari konglomerat properti terkaya di Hongkong Li Ka Shing (dialek Canton/Kuangtung) alias Li Jiacheng 李嘉诚 alias Li 李 yang Hebat/Excellent 嘉 dan Jujur Tulus / Honest Sincere 诚 adalah sebuah kisah nyata bagaimana triad Hongkong (semacam Yakuza di Jepang) sangat ditakuti sebelum akhirnya semua triad itu dilibas habis oleh Presiden Jiang Zemin 江泽民 (baca: Chiang Ce Min) alias Jiang / Sungai / River 江 sang Kolam / Pool 泽 Rakyat/People 民. Terus terang saya belajar Mandarin justru dengan meneliti arti nama-nama Mandarin yang menurut saya unik. Seperti nama suku-suku asli Amerika yang artinya unik-unik. Maklum saya juga suka film cowboy seperti the Last Mohican.

Pryadi Satriana
Ingat “petuah” Dahlan Iskan? Jangan melawan penguasa. Jangan melawan orang kaya. Jangan melawan orang gila. ITULAH “warisan” Soeharto kepada Dahlan Iskan … . Seorang Soeharto berhasil “membentuk” seorang Dahlan Iskan yang LOYAL. Pernahkan Dahlan Iskan mengkritik Soeharto & SBY? Anda sudah tahu! Jangan melupakan sejarah! Sehat selalu. Salam. Rahayu.

edi hartono
Jackie Chan adalah semacam artis yg bisa diterima di barat dan di timur. Filmnya pukul2an tp yg nonton malah tertawa senang. Menarik banyak perhatian, simpati dan bisa diterima dimana saja. Kenapa bukan jet li yg juga bintang terkenal. Karena jet li kesannya serius, keras dan tdk lucu. Malah bikin kesan yg mau dihindari oleh bos besar. Mungkin seperti maudy ayundya yg diangkat jadi juru bicara G20. Atau bayangkan jika Amerika mengangkat Tom Cruise sebagai sesuatu. Atau Jepang mengangkat Maria ozawa jadi sesuatu. Tentu orang yg mau keras2 ke Jepang malah mundur, karena bagian tubuhnya sudah megeras duluan ketika teringat aksinya Maria ozawa, wkwkwk.

LiangYangAn 梁楊安
“Suara yang tidak lulus SD sama dengan seorang profesor doktor.” disway. Seorang Guru Besar Emeritus pernah mengatakan : ” Ya benar, jenjang gelar ke-strata-an pendidikan sudah saya capai sampai puncaknya, bahkan tidak sedikit pula gelar kehormatan (doctor honoris causa) yang sudah saya terima, tetapi ini semua sungguh tidak adil ; karena tidak ada gelar yang sepadan untuk orang yang berperan besar menjadikan saya seperti ini, ya Orang Tua saya, Ayah dan Ibu saya. Bukankah yang menjadikan lebih hebat daripada yang dijadikan, walaupun formalitas pendidikannya SD pun tidak lulus. ”

Budi Utomo
Tahun 1978, ketika Deng Xiaoping mengambilalih kekuasaan, ekonomi Tiongkok sedang berada di titik terendah. Berbeda dengan Hongkong yang sangat makmur. Deng kemudian mengunjungi Lee Kuan Yew ingin tahu rahasia Singapura menjadi makmur seperti Hongkong kala itu. Mereka berdua bertukar pikiran. Singapura setuju untuk mulai investasi di Tiongkok dan meminta diberikan daerah Zona Ekonomi Khusus. Shenzhen 深圳 (baca: Shenchen, dua e nya dibaca eu ala Sunda) alias Deep 深 Drainage 圳, sebuah kampung nelayan di provinsi Guangdong / Kuangtung mendadak disulap menjadi kota metropolitan yang kini GDP nya lebih besar dari Hongkong (475 Milyar USD vs 369 Milyar USD). Lee Kuan Yew trauma dengan komunisme di Singapura dan Malaysia sebelum dimerdekakan Inggris, meminta Deng Xiaoping menghentikan ekspor ideologi komunisme ke Asia Tenggara, yang langsung disetujui Deng Xiaoping yang juga trauma dengan komunisme semasa Revolusi Kebudayaan / Wenhua Geming 文化革命 / Cultural 文化 Revolution 革命 (1966-1976) yang membuat Tiongkok terpuruk hingga ke titik terendah secara ekonomi. Deng berkata bahwa secara ekonomi dia menganut free market yang diusung kapitalisme Barat namun secara politik dia tetap mempertahankan sistem satu partai untuk kestabilan politik Tiongkok dan berjanji tak akan ekspor ideologi komunisme ke manapun di seluruh bumi ini. Lee Kuan Yew merasa senang dengan pandangan Deng Xiaoping. Dalam kesempatan itu pula Lee Kuan Yew meminta Deng Xiaoping mengirimkan guru bahasa Mandarin ke Singapura.

Agus Suryono
JANGAN DIKETAWAIN YA.. Saya tuh lagi membayangkan.. Membayangkan Jacky Chan.. Kalau suatu hari, beliau dspat 3 undangan. Pertama, dari John Lee, meeting di Hongkong. Kedua, undangan shooting film, di Hollywood. Ketiga, undangan shooting iklan produk dari Indonesia. Maka yang mana, yang akan dipenuhi mas Jack..?

Tom Hardy
Katanya Elon Musk susah ditemui, ternyata kmrn dia berkunjung ke Brasil, mau investasi lagi. Duh enaknya jadi presiden Brazil, gk susah payah nemui Elon tp si Elon yg mengunjungi. Dah gitu pakaian formal lagi dr pertemuan dgn pimpinan negara sebelumnya. Duh, ternyata diatas langit masih ada langit.

Mirza Mirwan
Ada yang pernah membaca buku “Memenuhi Panggilan Ibu Pertiwi”? Ya, buku tentang biografi perwira tinggi TNI Angkatan Laut keturunan Tionghoa, Laksamana Muda John Lie. Namanya mirip dengan Kepala Eksekutif Hong Kong ke-5. Tetapi tokoh kita ini lebih heroik ketimbang seorang John Lee. Mantan pelaut maskapai pelayaran Belanda itu belasan kali bisa lolos dari kepungan Angkatan Laut Belanda, ketika dengan kapalnya, The Outlaw, menyelundupkan senjata dan logistik untuk TNI di awal kemerdekaan. Saya membeli buku biografi tokoh yang meninggal tahun 1988 itu beberapa hari setelah diluncurkan pada Februari 2009. Sayangnya, buku itu dipinjam entah oleh siapa, dan tak pernah kembali. Untunglah saya sudah selesai membacanya. Anggota TNI keturunan Tionghoa memang banyak. Tetapi yang mencapai pangkat perwira tinggi bintang dua saat pensiun, setahu saya ya baru Pak John Lie itu. Oh iya, sembilan bulan setelah buku biografi itu terbit, pemerintah menganugerahkan Bintang Mahaputera Adipradana.

Pryadi Satriana
QUOTE OF THE DAY: “Ada bahaya kalau kita mengatakan bahwa Alquran itu adalah kalamullah (ucapan Tuhan), karena itu artinya tidak boleh berubah. Yang kita temukan dalam kenyataan sejarah fikih adalah perubahan yang substansial. Lihat saja fikih, itu adalah inkonsistensi kita dalam memahami kalamullah.” (Taufik Adnan Kamal, “Rekonstruksi Sejarah Alquran”, dalam Assyaukanie [ed.] 2002: 193). Taufik Adnan Kamal adalah dosen mata kuliah Ulum al-Qur’an pada Fakultas Syariah IAIN (sekarang UIN) Alauddin Makasar, penulis buku ‘Rekonstruksi Sejarah Al-Quran’, dg. Kata Pengantar oleh Prof. Dr. M. Quraish Shihab. Buku ini menjelaskan sejarah panjang bagaimana proses politik dan campur tangan manusia lewat kekuasaan menghasilkan mushaf Usmani, yang “dibakukan” dengan penutupan pintu ijtihad pada abad ke-10. Selamat membaca bagi yg tertarik, bukunya lumayan tebal, 468 halaman teks, tidak termasuk judul, Kata Pengantar dan Daftar Isi. Salam.

dabaik kuy
baca buku2 lain yang lebih tebal maka anda akan tahu pintu ijtihad tdk ditutup… dan baca buku2 lain yg lebih tebal dr banyak ulama yg berbeda2 pandangan maka anda akan lebih faham sejarah pembukuan Al-Quran dan pemahaman2 / tafsir Al Quran… maka anda akan sampai kesimpulan bajwa Al-Quran adalah kalamullah.. Al Quran adalah kalamullah… buka. doktrin tp keyakinan yg datang dr ilmu yg dalam dan luas…

Mirza Mirwan
Bung Johanes mungkin belum pernah melihat film yang judulnya plesetan dari lembaga pemberantasan korupsi HK, ICAC — Independent Commission Against Corruption — diplesetkan menjadi “I Corrupt All Cops”. Saya lupa siapa saja bintangnya. Itu film produksi 2009 atau 2010. Tapi ya tentang betapa korupnya kepolisian Hong Kong dan usaha ICAC untuk membersihkannya. Judul film itu hanyalah salah satu plesetan ICAC. Plesetan lainnya “I Can Accept Cash”.

Akagami Shanks
Meskipun itu teknologi kuno bisnis umumnya akan selalu melihat faktor keberuntungan dari hasil kedisiplinan, dan kreatifitas. Ada orang yang dapat jatah bagus padahalnya bisnis standar saja. Ada juga orang yang dapat jatah tidak bagus padahal bisnisnya bisa di bilang luar biasa. Koin itu masih bisa di explorasi secara massive. Tinggal tentukan modal, dan tentukan lapangan. Target kepercayaannya berapa?. Masalahnya kalau cuma bertahan 1 tahun. Ada lagi, yaitu regulasi. Saya pribadi tidak mau gelut dengan regulasi. Karena di belakang regulasi, anda sudah tau, ada Bank Indonesia, ada Menkue, ada perusahaan besar. Itu risiko hukum. 2 risiko tinggkat tinggi. Risiko hukum, dan risiko diperbudak, risiko di peralat, di manfaatkan, atau risiko di tipu (wkwk).

Jimmy Marta
Satu orang satu suara adalah cara paling logis. Ini konsekuensi dari pemilihan langgsung. Coba bayangkan jika suara dibuat bertingkat atau dibuat volumenya beda(hehe.. iseperti usul yg dibawah). Tidak terbayangkan ruwetnya urusan data pembuatan pelevelannya. Urusan mendasar data kependudukan dikita selalu masalah. jika mendekati pemilu selalu datanya kisruh. Pakai pereakilan memang tdk ruwet. Di kita dulu utusan golongan itu yg rawan. Hanya kawan segolongan, saudara seketurunan dan sealiran aja yg dipilih. Jadinya itu lagi itu lagi yg terpilih. Kalau saya melihat bukan sistem yg keliru. Tapi para pelakunya yg harus diperbaiki tingkah lakunya. #Revolusimental

Mister Xi
Kalo komentator Disway ada perwakilan di parlemen,,, maka inyong pilih Boss Pry,,, tegas,,, jujur,,, lantang,,,, menjunjung toleransi beragama,,,

Liam Then
Ibu saya penjahit. Banyak ibu-ibu pegawai yang antri jahit ,walaupun harus tunggu lama satu bulan karena antrean panjang. Padahal kalau beli jadi itu lebih murah. Tapi ternyata lebih pilih beli bahan + bayar ongkos jahit yang bisa dua kali lipat lebih mahal. Di banding beli jadi. Alasan nya semua karena baju yang di jahit khusus itu lebih enak di pakai , karena mengikuti lekuk badan. Begitu lah yang saya harapkan terjadi di RI. Harmoni, ambik yang baik, buang yang buruk. One man one vote itu konsep alami, pemecah kebuntuan. Munculnya Pak SBY, Pak Jokowi ,itu akibat konsep one man one vote. Jika tidak ada konsep itu. RI akan terperangkap dalam konsep elitis yang sudah membudaya. Bayangkan saja , dengan demokrasi one man one vote saja masih lolos beberapa dinasti keluarga. Mau pakai konsep keterwakilan di RI? Sangat tidak realistis. Ingat koor 1000 orang di tahun itu? Pra reformasi? Yang gagang palu sampai patah karena di hantamkan dengan percepatan, yang hanya bisa di jelaskan dengan rumus fisika?. Ungkapan bobot suara seorang tukang becak atau pemulung tidak bisa di samakan dengan suara seorang professor atau dokter. Bagi saya itu adalah “fallacy”, saya tau arti kata ini ,karena di kasih tau teman saya yang guru debat. Saya ini bukan sarjana atau apa ,bisa tahu dikit karena hasil membaca. Sebagai penganut konsep kebenaran universal, keadilan universal. Setiap manusia bagi saya bobot nya sama kepentingannya karena sama tujuan hidupnya ; kehidupan yang lebih baik.

Liam Then
Kebijakan seorang tukang becak hampir sama disetiap tukang becak ; kamu bayar 10rb ,saya antar kamu sejauh 10rb. Bahkan kadang kalo lagi hari baik saya bantu carikan alamat. Wisdom seorang profesor tidaklah sama diantara para professor : ada doyan kertas yang di beri angka dan gambar. Sampai-sampai harus di antar dengan kantong kresek dan kardus. Ada yang doyan mengunci diri di ruangan kerja. Bergulat dengan ketertarikan pribadi atas hal tertentu. Ada yang rajin membuat pernyataan , menyerang semua yang tak sejalan dengan pemikiran beliau, sambil mengelus-ngelus kepala keturunan beliau. Bagi saya ,biarlah one man one vote untuk Indonesia, negara lain biar saja. Kualitas personal tak boleh di ekslusifkan ke dalam kurungan yang menjomplangkan bobot hak seorang tukang becak dengan hak seorang professor. Bahaya. Kata hati saya.

No Name
Pengusaha sebenarnya tidak terlalu memusingkan kualitas demokrasi sebuah negara. Yg mereka butuhkan adalah stabilitas & kepastian hukum. Coba tengok Singapura, kualitas demokrasi nya ya begitu2 saja, namun stabilitas negara mereka terjaga dengan baik, kepastian hukum nya cukup jelas & tegas, makanya para pebisnis merasa aman & tenang investasi di Singapura. Terimakasih

Kang Sabarikhlas
tertulis : “kelemahan pemilu langsung bobot suara seorang pengangguran sama dengan bobot seorang direktur utama bank”.. mungkin sepintas ada benarnya tapi coba ditelaah lebih dalam, Anda sudah tahu. kalau bobot tubuh saya dengan bobot Abah, ya jelas kalah. Abah sering menikmati durian musang king-kong, lha saya mau beli durian harga 30rb di jl.Arjuna selalu urung beli, mesti ingat beras, lha wong status saya pengangguran tua miskin, Alhamdulillah sehat bukan pelupa.

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button