Disway

Sawit Siklus

Lha rak tenan. Boss’e kulak molo. Remook jumm.

DeniK

Elite politik Malaysia gonjang ganjing.tapi rakyat nya terurus dan terjamin. Tidak pakai uang negara buat gaji buzzers.tidak laku buzzers di Malaysia karena rakyatnya makmur. Pun sekarang kebanjiran order minyak sawit mereka bingung kekurangan buruh sawit. Rakyat tetangga Uganda bertaruh nyawa agar bisa jadi buruh sawit di Malaysia.

Berita Terkait

No Name

Bukit kecil dengan hutan yang masih perawan Pantas ukurannya 28, mungkin belum terjamah

Agus Suryono

SOAL PENAMPILAN Penampilan ANWAR masih seperti dulu: sangat sederhana. Dengan kemeja lama. Lengan panjang. Bagian bawahnya tidak dimasukkan celana. Sedangkan penampilan ABAH DI: berubah. Tidak sederhana lagi. Dengan kemeja lengan panjang. Bagian bawahnya dimasukkan celana. Dan sepatunya bukan SEPATU KETS lagi. Tangannya ngapurancang. Tentu, ini merupakan upaya Abah, dalam rangka MENGHORMATI TUAN RUMAH. He he..

Johannes Kitono

Kenapa dulu Bung Karno getol dengan Komando Dwikora mau Ganyang Malaysia. Now bisa dianalogikan dengan Rusia invasi Ukrainia, karena Presiden Pelawaknya centil pengin jadi anggota NATO. Dan Rusia tentu merasa terancam . Bung Karno juga anggap Malaysia adalah negara Boneka ciptaan Inggris yang akan mengancam kedaulatan Indonesia. Ada analis yang mengatakan bahwa Komando Dwikora dikumandangkan Bung Karno untuk mengalihkan perhatian rakyat Indonesia yang mengalami kesulitan ekonomi. Inflasi perang sampai 600 %, beli beras dijatah pakai kartu. Dengan menciptakan *Musuh Bersama* yaitu Ganyang Malaysia Untuk sementara rakyat memang bangga biarpun harus menahan lapar . Terpaksa berpuasa.Dan secara pribadi cita cita Bung Karno ingin mengembalikan Masa Jaya Kerajaan Majapahit, yaitu dari ” Timur sampai ke Barat, bukan hanya Sabang – Merauke * melewati Malaya sampai Pattani. Kandas, karena berdirinya negara Malaysia.

No Name

Sapura Energy Berhad disingkat SEB, dulu adalah perusahaan yg berjaya dan kompetitif. SEB hadir sebagai alternatif source sekaligus kompetitor Petronas dan Shell yg sdh kadung menggurita di Malaysia. Saat ini SEB memang sdh cedera, ibarat kata hidup segan, mati jg tak mau. Berangkat dr kondisi ini, eksekutif SEB dilakukan restrukturisasi. Beberapa pejabat experienced sebut saja Shamsul Azhar mantan Petronas dan Mohd Taib mantan Shell didudukkan dikursi panas ini untuk mengangkat derajat SEB dari jurang kebangkrutan. Masalah SEB ini masalah klasik dan umum bkn masalah luar biasa yg butuh dana bailout dari kerajaan. Preventive action yg seharusnya dilakukan segera : 1. Gaji dan bonus eksekutif didasarkan dari tingkat valuasi saham, semakin tinggi nilai saham smkn besar income mereka, sehingga ini bisa jadi cambuk motivasi eksekutif untuk segera menyelamatkan SEB. 2. Masifkan program cost reduction activity terutama untuk sektor pelaksana ataupun eksekutor dibawah, review kembali semua prosedur pengadaan dgn menggunakan Total Cost of Ownership untuk eleminasi biaya diluar dugaan, risk assesment untuk mapping tingkat resiko terutama sourcing project baru, pemeliharaan asset yg wasting/tdk diperlukan. 3. Restrukturisasi tagihan rekanan dgn membuat komitmen baru sembari menunggu hasil Cost Reduction terlihat. 4. Restrukturisasi kontrak proyek yg diluar nalar. Kontrak proyek yg merugikan akhiri segera. Proyek yg profitable pertahankan & lakukan renegosiasi agar profit smkn besar.

Pryadi Satriana

“Saya pikir saya akan diterima di situ. Ternyata …” Hmm …, saya lihat lagi photo itu. Anwar Ibrahim sangat santai, duduknya pun tidak tegak, tangan kirinya ikut menyangga tubuhnya yg duduk agak miring, tangan kanannya seperti “sedang memberi pengarahan”, kepala agak mendongak, seperti “atasan yang sedang minta perhatian.” Dahlan Iskan memperhatikan dengan seksama, dengan posisi tegak dan tangan ngapurancang, posisi “sendika dawuh.” Photo itu telah menjelaskan segalanya … Salam.

Djokher Djokhers

Selesai Ramadan, ternyata Abah tambah gemuk. Perutnya endhut, muka agak bulat. Alhamdulillah. Happy selalu Abah.

Waris Muljono

Kata istri saya, ukuran “bukit” itu di tulis dgn abjad, A ukuran terkecil, lalu B, C, D. Sedangkan angka di depan abjad (28, 30, 32, dst) itu adalah ukuran utk lingkar tubuh dimana bukit itu nempel. Ada baiknya keterangan istri sy diatas di crosscheck ke istri pak DIS. Sbg obrolan pengantar tidur. Kl ternyata keterangannya sama, berarti bener kata pak DIS, Orang tua banyak salahnya. Dan baiknya pak DIS nulis jokenya yg lurus lurus aja, ga usah nyenggol yg saru saru, biarkan yg saru saru itu didelegasikan om leong dkk, pak DIS cukup baca aja di kolom komentar.

Akagami Shanks

Perusahaan tugasnya melakukan pelajaran biologi (reproduksi), selanjutnya melakukan penjualan. Bukan menumpuk aset tidak berwujud apalagi jika leveragenya besar, dan banyak. Apapun di jual kalau bisa. Mulai mimpi, rencana-rencana, jasa, saham, surat utang, kecap, saus, dll. Kemudian soal saham. Tidak semua semua saham itu di perdagangkan. Sebagian ada yang berbentuk warkat rumornya. Jadi cara menghitung bobot market cap pun tidak total lot di kalikan harga sekarang. Idealnya bobot yang di hitung cuma data dari free float. Bagaimana jika emiten tidak menikmati hasil dari penjualan saham. Tentu emiten cuma mendapatan deviden per tahun, mungkin setelah RUPSLB. Sementara ada banyak yang harus di bayar. Gaji karyawan, bunga kutang, kutang, pajak, operasional lain seperti pembaruan peralatan, dana yang bisa di kentit, dll.

Mirza Mirwan

“Rumah saya sendiri 20 menit dari sini,” kata Pak Anwar, seperti dikutip Pak DI. Rumah tokoh pembangkang — oposisi — itu di Segambut, KL. Lokasi pertemuan beliau dengan Pak DI di Petaling Jaya, Selangor. Kalau tempatnya di kantor PKR, berarti di Merchant Square. Jaraknya sekitar 18-20 km. Kurang lebih sama seperti jarak dari Stasiun Gambir ke Terminal 3 Bandara Soetta. Tetapi kalau naik Bus DAMRI kok lama banget, ya. Lebih dari 45 menit. Berarti benar, Jakarta memang macet.

Komentator Spesialis

Kalau lihat foto, Anwar sangat menghormati tamunya. Berpakaian rapi, walaupun kameja tidak dimasukkan ke dalam seperti seorang sales. Tempat duduk santai. Tentu beda dengan tamu yang diterima pakai kaos oblong, tuan rumah baru bangun tidur dengan rambut uwel uwel belum disisir.

Hardiyanto Prasetiyo

Tidak semua yg dilakukan Tun Najib buruk. Tun Najib memberikan kita pertamsilan bahwa mempertahankan aset negara adalah sebuah bentuk usaha untuk membina negara dgn jiwa Nasionalismenya. Sedangkan menjualnya adalah sebuah bentuk usaha untuk membinasakan negara secara bertahap. Andai pada saat Indosat dijual, hati nurani dan jiwa pemimpin saat itu seperti ini mungkin Indosat masih milik RI.

Tom Hardy

Klo masalah mencarikan solusi untuk perusahaan negara yg sekarat dan hampir mati abah Dis jagonya. Dulu abah saat menjabat menteri BUMN tahun 2013 pernah menggegerkan gedung senayan dgn SK236 nya yg isinya mengenai penjualan perusahaan. Ya meskipun abah akhirnya kalah gertak dgn mencabutnya. Padahal saat itu niat abah baik, agar perusahaan yg sdh mati tp msh pnya bnyk karyawan yg tdk gajian agar bisa dijual untuk gaji dan pesangon. Tp tdk termasuk asetnya. Artinya perusahaan hanya berpindah tangan tp tetap melanjutkan proses bisnisnya. Karyawan msh bisa bekerja, dapat gaji, klo resign dpt pesangon, pun dgn tingkat pengangguran gk bertambah naik. Niat mulia tp tak bersambut gayung..huhuhu…

Juve Zhang

Sapura ini bukan perusahaan yg mempunyai konsesi minyak yg bisa menghasilkan 5 juta barrel/hari. Kalau baca Wikipedia ini lebih ke kontraktor Drilling, sewakan Rig Offshore, di manja oleh Petronas dulu nya, sampai sekarang harus berjuang cari proyek sendiri, bukan saingan Petronas. Abah Disway nampaknya keliru baca. Kalau itu tafsiran saya . Rugi biasa dalam bisnis kontrak for.

Liam Then

Salah kaprah pola pikir dan cara pandang politikus Asia Tenggara pada umum nya ; Berkuasa itu hak dan keistimewaan alami. Duduk di posisi kekuasaan merasa berhak pada porsi materi negara yang di embankan kepada nya. Besar kepala, menganggap cara yang bersangkutan paling benar. Besar kepala, menganggap sederhana proses mengatur negara, dalam hal ini ada contoh nya : Artis tanpa kompetensi dipakai untuk mendulang suara. Kalau jadi gimana. Gampang , nanti kan ada staf ahli. Besar kepala. Malas bekerja, malas berpikir, mau gampang saja, dan menganggap gampang masalah,besar kepala,menganggap yang lain tak bisa. Hanya kelompoknya yang pandai. Padahal biasa saja. Dari pilih staf ahli jadi buktinya. Kebijakan yang keluar senin barat, lusa tenggara. Urusan negara di salah kaprah, oleh orang yang besar kepala. Pantaslag jadi banyak masalah.

Leong putu

Saya merasa Abah DI kangen dengan keriuhan komentar para perusuh Disway. Sehingga beberapa edisi terakhir ini, beliau sering memilih diksi yang agak nyerempet atau saru. .. Tapi entahlah, mungkin para perusuh sudah pada bertobat.

No Name

Ujung perumahan ini memang sebuah bukit kecil – ukuran 28. Saya belum menangkap arti ujung kalimat tersebut. Pak Dahlan memang lihai membuat istilah baru yang kadang sulit dipahami.

No Name

Pantun Sore Hang Tuah tujuh saudara / Pendawa ksatria gagah perkasa/ Negara berkah rakyat sejahtera / Itulah impian komentator luarbiasa / Salamsalaman

No Name

Ada 3 hal menarik dari posting disway kali ini untuk dikomentari. Pertama suasana debat Malaysia tentu beda dengan Indonesia. Tak akan ada kata kata kasar malah nanti debator berbalas pantun. Kedua Petronas punya Menara Kembar sedangkan Pertamina punya ladang minyak terbengkalai. Ketiga Malaysia miliki Godfather Mahathir Muhammad sedangkan si saudara tua melayu Anda Sudah Tahu. ( The Grandmother ? ) By the way I Still Love NKRI because we had Rendang. Salamsalaman

Agus Suryono

TERNYATA “NYATATER” Ternyata TAHANAN LUAR.. Boleh ikut ACARA DEBAT Di Malaysia..

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button