Disway

Dokter Sumpah

Karena itu, kode etik harus lahir dari kesadaran orang yang berprofesi. Lalu, merumuskan kesadaran tersebut secara tertulis: menjadi kode etik. Untuk ditaati semua anggotanya.

Kenapa seseorang yang berprofesi perlu punya kesadaran beretika? Kenapa tidak cukup hanya taat pada hukum dan peraturan?

Karena ini: seseorang yang berprofesi adalah orang yang punya otonomi pribadi untuk melakukan tindakan atau tidak melakukan tindakan. Ia harus melakukannya biarpun dilarang oleh siapa pun –termasuk atasan. Sebaliknya, ia tidak mau melakukan tindakan itu biarpun diperintah atau dipaksa.

Berita Terkait

Orang yang mempunyai otonomi seperti itu cenderung ”maunya sendiri” –dan itu terbentuk dalam jiwa dan bawah sadar mereka. Kode etik adalah ”pagar diri”.

Orang yang mengutamakan profesi akan menempatkan kode etik di atas UU dan peraturan.

Maka, IDI sebaiknya membuka saja: etika mana yang dilanggar Terawan. Kita yang di luar IDI tidak boleh ikut-ikutan. Kita sudah terlalu jauh: sampai ada yang mengaitkan IDI dengan MUI, kadrun, dan sebangsanya –menjadi isu politik, ideologi, bahkan SARA. Kita hanya akan menilai dalam hati: IDI fair atau tidak.

Tanpa penjelasan itu, kita tidak tahu: kode etik mana yang dilanggar berat oleh Terawan. Terkait praktik cuci otak? Atau Naksin Nusantara? Atau dua-duanya?
Dalam dua hal itu, Terawan bukanlah penemu ilmunya.

Soal cuci otak, Terawan belajar ilmu itu secara khusus di California, Amerika Serikat. Yakni, kepada seorang profesor yang menemukan metode cuci otak di sana. Lalu, ia bawa ke Indonesia.

Awalnya, ketika ada seorang menteri menderita stroke, Terawan belum berani menangani sendiri. Ia ajak sang menteri ke California. Ditangani profesornya di sana. Di periode Presiden SBY berikutnya, ia jadi menteri lagi: Sudi Silalahi.

Terawan belajar lagi ilmu lain: cell cure. Di Jerman. Ke seorang profesor Jerman. Di sana cell cure dipraktikkan –semacam stem cell. Ilmu itu ia bawa pulang. Ia praktikkan di Jakarta: cell cure.

Lalu, ia dapat ilmu lagi: cell dendritik. Yang juga dilahirkan dan dipraktikkan seorang profesor di Amerika Serikat. Ia bawa pula ke Indonesia: jadi Vaksin Nusantara.
Yang mana yang dilanggar Terawan? Cuci otak? Cell cure? Atau VakNus? Atau ketiga-tiganya?

Saya tetap salut kepada dokter. Pendidikannya begitu panjang. Yang lulusnya tidak mudah. Juga, harus ”magang” lama di rumah sakit. Begitu lulus, harus mengucapkan sumpah dokter. Lalu, harus mendaftarkan diri ke KKI (Konsil Kedokteran Indonesia). Barulah ia mendapat STR (surat tanda registrasi): bahwa ia sudah terdaftar sebagai dokter Indonesia.

Dengan STR itu, ia minta izin praktik ke dinas kesehatan setempat. Dengan melampirkan ijazah, sumpah dokter, STR, dan rekomendasi IDI setempat –yang berarti harus menjadi anggota IDI.

Saat menjadi anggota IDI itulah, ia harus mengikatkan diri untuk taat pada kode etik dokter. Syukurlah, masih banyak yang ingin jadi dokter. (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Disway Edisi 29/3: Kolam Ukraina

Bapaknya Kembar
Sesuai ungkapan lebih baik hidup terjepit dari pada mati tergantung

Amat Kaselanovic
Awalan (prefiks) “ke-” yang diikuti kata kerja membentuk ragam percakapan (bukan ragam resmi, artinya tidak sengaja atau dapat/sanggup: ketelan, keangkat, kejepit. Awalan “ke-” jika diikuti kata benda yang baku : ketua, kekasih contoh lainnya, ulun kada ingat) wkwkwkwk

munawir syadzali
Anak nakal kalo sudah kembali ke jalan yg benar, wah langsung melesat. Pak Kyia2 besar waktu kecilnya biasanya nuakal nuakal. Cowok2 playboy waktu SMA kalo sdh punya istri biasanya setia sekali sama istrinya. Abah DI bisa jadi seperti ini dulunya pasti “nuakal”. Hehe

Teguh Wibowo
Di kolom komentar disway jg banyak anak nakalnya. Favorit saya Mbah Mars, Om Leong, Bung Mirza & Prof Pry. Membuat saya tetap netral dan rasional.. Anak nakal terkadang jg ada gunanya. Terkadang melengkapi tulisan Abah. Terkadang mengoreksi dan mengkritik. Terkadang debat sendiri dg sesama komentator. Namun terkadang jg mletre cengengesan ra jelas mlenceng dari topik. Hehehe.. Gara2 para anak nakal ini saya baca disway 2x. Pagi baca setelah diposting. Sore baca komen dan perkembangannya.

Herdiansyah talib
Ending Rusia vs Ukraina mulai jelas, beda dengan mafia minyak goreng (migor). Meski sama-sama menjepit, tapi jepitan mafia migor sangat menyakitkan. Tak ada enaknya sama sekali. Lelah menunggu pengumuman siapa mafia migor yang hobi menjepit itu.

Jeka
Dari komentar pilihan Nasib Terawan di Disway yang cover both side sudah terlihat bahwa lebih banyak pasien yang berhasil daripada yang gagal. Sayang tidak ada yang mengulas inti permasalahannya kenapa Dr Terawan *dimusuhi* oleh DPP IDI. Kilas balik ketika Dr Terawan berhasil dengan tehnik DSA nya ada kenalan Dokter SpKJ yang tersinggung karena pangsa pasar mereka di intervensi oleh Dr Terawan yang dari Radiologi. Apakah pemecatan Dr Terawan oleh IDI karena alasan ini, silahkan Disway melakukan investigasi . Saat ini sebaiknya DNN kerjasama dengan Dr Terawan melakukan kegiatan “cuci otak” baik Presiden Putin maupun Preisiden Ukrainia. Distel ke frekwensi yang sama dengan aura damai sehingga perangpun usai.

Aryo Mbediun
#98 Kolam Ukraina Menurut ilmu geografi, Indonesia terjepit diantara 2 benua dan 2 samudra. Menurut ilmu ketata negaraan, pahabibie itu terjepit diantara order baru dan orde teformasi. Selat sunda itu terjepit diantara pulau Jawa dan sumatra. Sandal jepit itu penjepitnya terjepit di jepitan jari kaki. Rambut panjang sepinggang yang terjepit di tengah buah dada adalah memori indah tak terlupakan. Perang Rusia – Ukraina sepertinya membikin kewarasan banyak orang terdilusi. #peace

PaxPol
Kalo jaman dulu siapa yang salah dan siapa yang benar tergantung kekuatan politik siapa yang lebih besar, jaman sekarang tergantung gaung sosmed siapa ya lebih keras. Kasus Will Smith dan Chris Rock contohnya, siapa yang lebih salah? Apakah Will Smith bertindak keterlaluan karena melakukan tindak kekerasan di depan umum terhadap Chris Rock hanya karena candaan, atau Chris Rock yang keterlaluan menjadikan penyakit istri Will Smith sebagai bahan candaan? Kemarin opini sosmed masih terombang ambing, sebagian membela Will dan sebagian membela Chris. Hari ini suara salah satu sisi sudah mulai lebih kencang dari sisi lainnya. Sore nanti kita sudah bisa simpulkan siapa yang salah atau benar berdasarkan suara mana yang lebih kencang. Dalam kasus Rusia vs Ukraina, kedua sisi terus menerus meniupkan berita, opini dan hoaks versi mereka. Tinggal kita yang bijak memilah mana yang hoaks, mana yang opini dan mana yang berita.

Er Gham
Dari 273 juta, misal tiap ada 200 juta yg nyumbang dengan dana Rp 5.000 per bulan lewat kencleng. Dalam 1 tahun, akan terkumpul 12 triliun. Duit segitu, cukup buat kantor dengan desain rumah panggung yang murah. Dan tenda tenda buat ASN nya tinggal. Jalan cukup koral dengan perkerasan.

Lbs
Beberapa hari yg lalu kepulauan Solomon mengumumkan kerja sama kepolisian dg China. Slandia baru dan Australia berang. Mengecam. Mengatakan itu ancaman serius d kawasan Pasifik. Tetangga2 Solomon resah. Amerika tergopoh2. Membuka kedutaannya kembali di Honiara, ibu kota Solomon. Padahal itu sekedar kerja sama kepolisian. Bayangkan bagaimana perasaan Rusia saat Ukraina kegenitan masuk Nato yg jelas2 musuh Rusia. Yg akan mengundang militer Nato ke depan hidung Rusia. Tp sy rasa hal ini tdk perlu d jelaskan. Amerika dan Eropa pasti sudah tau reaksi Rusia. Tau akibat logis dr ketololan Ukraina. Tapi entah apa yg ada d fikiran mereka sehingga mengompori Ukraina sedemikian rupa. Sehingga begini jadinya…

Catatan Editorial: # Konstitusi di Rusia, sejak 2019, mengatakan bahwa = Lebih tepatnya: “menetapkan”. Sebab itu hasil sebuah kesepakatan. # Kita ikut sakit sekali di sini: harga-harga kebutuhan hidup naik sekali = Terasa janggal, akan lebih enak dibaca kalau hanya ada satu kata “sekali”. # Syria dan Afghanistan = Menurut KBBI, ejaan yang berterima adalah “Suriah” dan “Afganistan”. # kejepit = Bentuk nonformal. Bentuk formalnya–sesuai prediksi Abah–dengan awalan “ter-“. # full doa = Maksudnya, doa sepenuh hati. Dengan pengharapan penuh. # banget = Seperti halnya “kejepit”. Termasuk ragam lisan populer. # Jokowi begitu marahnya dengan Pertamina = Kata ganti “-nya” relatif tidak diperlukan. Dari sisi gramatikal, rujuk silangnya tak jelas. # Presiden Biden memang sudah tegas menyatakan = Sebenarnya, kata “sudah” bisa diganti: “dengan”, atau: “secara”. Konstruksi kalimat ini mirip dengan terjemahan Arab: “Allah telah berfirman”, karena masih setia menganggap kata “qa-la”–arti harfiahnya: telah berkata–harus ditekankan bentuk lampaunya. # Padahal, Barat justru harus menciptakan = Menyambung kalimat sebelumnya, kata “justru” menjadi mubazir. Maknanya sudah pun terwakili kata “padahal”. Maka langsung ke “harus”, itu yang lebih pas (baca: efisien). Bahasa itu bukan melulu soal “rasa”–scence of language. Apalagi “selera”–taste of it’s usage. Tapi lebih ke “mana suka”–arbitrer–sifatnya. Maka jangan salah sangka.

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button