Disway

Mati Hidup

Apalagi belakangan Megawati Soekarnoputri mencatat kesungguhan dan keberhasilan Roby. PDI Perjuangan kini merangkulnya. Ia akan bisa maju lagi lewat PDI Perjuangan dengan murah. Roby telah membuat saya tiba-tiba kangen Sikka. (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Keluarga Fisika

Berita Terkait

Aryo Mbediun

Tengik bisa dihilangkan dengan irisan jahe mas Er Gham. Sesaat akan menggoreng, diberi irisan jahe, setelah jahenya kering lalu dibuang. Minyak kelapa jadi jernih tanpa tengik.

Pura2lah tahu mBah Mars. Hanya dengan pura2 tahu maka rumah tangga aman bahagia. Pura2lah tidak tahu masalah tetangga mBah Mars, maka aman kita bertetangga.Pura2 ndak mau dan tahu2 dah 3 periode mBah Mars. Hahahahaha

Mujib Abas

Anda Sudah Tahu, mungkin perlu diganti menjadi Anda Seharusnya Sudah Tahu. Yang jelas, nama penemu baterai ONE ini namanya ada kesamaan dengan nama saya. Nah, ini saya baru tahu.

Er Gham

Yang di sana 1.400 km jarak tempuh. Di sini1,4 km panjang antrian.

Olang olangan

Batere tanpa nikel dan cobalt sangat BERBAHAYA…. Khususnya bahaya bagi negara2 penghasil nikel hehehe piiissss…. Abah

Siswokebondalem

Inilah mengapa abah DI suka menulis anda sudah tau

donwori

nama kompleknya Sakura Regency. sepelemparan jumroh dari Sekolah Jepang Surabaya

Udin Salemo

Serius nanya. Jawabnya gak usah serius. Kenapa nama rumahnya Sakura? Kenapa gak bunga Mei Hwa, atau bunga Peony?Bunga Sakura identik dengan Jepang, bunga Mei Hwa dan bunga Peony identik dengan Tiongkok. Organ penting dalam tubuh Abah Dis bukan dari Jepun, hihihi..

ThamrinDahlan Ibnuaffan

Predikat ” Anda sudah tahu ” ketika bersahabat dengan mbah gugel dan tante yahu. Inilah portal tempat bertanya gratis. 2 sosok yang baik hati bukan saudara bukan pula teman tetapi selalu menjawab semua pertanyaan sehingga Anda Sudah Tahu,… Salamsalaman

tesskrit

Pak DI, berita ini sudah keluar di bulan Januari lalu (https://www.reuters.com/technology/startup-one-says-battery-prototype-delivered-750-mile-range-2022-01-05/) kenapa baru ditulis sekarang di saat harga ANTM sedang naik? Apa mau ngasih kode ke pembaca DIsWay bahwa harga ANTM akan dibuka dengan dibanting pagi ini?

Disway Reader

Yang satu diem kalau lagi di charge yang lainnya meronta-ronta kalau lagi di charge

rey hanno

Minyak goreng memang untuk digoreng. Ibu-ibu menggorengnya di dapur. Bapak-bapak menggorengnya di WA dan kedai kopi. Anak milenial menggorengnya di medsos. Pengusaha menggorengnya dalam gudang. Lalu kenapa mesti ribut. Memang dipakai untuk menggoreng. Bukan dipakai untuk minyak kendaraan politik.

Muhammad Nasrulloh

Abah. Saya punya usul. Semoga bisa direnungkan. Begini; Anak muda seperti saya ini suka mendengar pengalaman dari orang yang lebih tua. Khususnya orang-orang yang sarat pengalaman seperti Abah. Saya lihat YouTube Abah begitu-begitu aja. Seperti perlu inovasi Usul saya; coba yang menjadi tamu ya Abah sendiri. Yang tanya mungkin bisa Mas Azrul atau yang lain. Saya juga boleh. Hehe. Orang ke channel YouTube Abah ingin mendengar pengalaman dan cerita berikut pola pikir seorang Dahlan Iskan. Bagaimana kalau tema videonya membahas pengalaman Abah selama di Jawa pos, jatuh bangunnya bagaimana. Di PLN menjadi Dirut yang fenomenal. Di BUMN menjadi menteri. Menjadi manager Persebaya hingga juara. Cerita Ganti Hati dan kesehatannya. Cerita semasa kecilnya. Kisah bisa mendapat istri yang begitu pengertian dan sabar. Cerita menjadi seorang jurnalistik dan masih banyak lagi. Akan sayang jika pengalaman itu tidak didokumentasikan. Pasti asyik karena akan sarat hikmah dan pelajaran yang dipetik. Guyonannya pasti oke. Karena dari Abah sendiri. Mumpung bisa membagi pengalaman, YouTube nya bisa menjadi amal jariyah, bagi mereka yang hendak menimba pengalaman dari Abah. Akan sangat positif. Rata-rata tokoh yang mempunyai channel YouTube mengundang orang lain untuk bercerita pengalamannya, padahal sumber daya pengalaman pribadi malah lebih hebat. Monggo Abah bisa dibuat podcastnya. Gaskan!

Suwarti Wati

iya Mba harga minyak kelapa yang itu tinggi. Tapi sebenarnya yang saya ingat untuk memasak khusus nya menggoreng lebih cepat kering dan tidak basah minyak di makanan. Ah jadi kangen masa kecil di rumah orang tua.

Alexs sujoko sp

Resep nenek moyang yang saya masih ingat. Nenek atau ibu dulu sering buat minyak kelapa ini. ” pembuatan minyak goreng dari kelapa “, bener yang tua atau mbah buyut dulu yang biasa mengerjakan. 1. Pilih kelapa yang tua, ambil dagingnya 2. Lakukan pemarutan ( diparut ) 3. Campur dengan air secukupnya, diremet – remet ( bhs jawa ), kemudian peras ambil air santannya pakai penyaring 4. Masukkan santan dalam panci/ wajan. Panaskan dengan api kecil, aduk terus sampai terpisah antara ” minyak ” dan ” londo “. Londo bisa disebut ampas minyak. Warna coklat rasa manis dan sedikit asin. Bisa digunakan untuk campuran masakan dari bahan jengkol 5. Saring minyak dari londo, masukkan dalam toples kaca 6. Siap digunakan untuk pengganti minyak kelapa sawit yang lagi langka. Dulu malah minyak kelapa ( kopra ) ini yang dipakai, sebelum hilang karena ada minyak dari kelapa sawit. Monggo yang milenial kalau mau buat.

Gambit H-1982

Catatan Editorial: # charge = Banyak disebut, sekali pun belum diberi padanan: isi daya. # Km = Singkatan “kilometer”, tidak kapital; pun dalam konteks “km/jam”. # Density-nya = Bisa gunakan “densitas”, cukup populer. Ini terkait massa jenis benda. # cat-nya = Harusnya tidak kapital, kecuali ada maksud penekanan. # speedometer = Padanannya masih asing di kuping: pengukur kelajuan. Namun, tak ada salahnya tetap disosialisasikan. # tiga kali lebih jauh dari yang di rumah Sakura = Fungsi “dari”: keterangan asal; “daripada”: keterangan perbandingan. Ragam lisan dikedepankan daripada ragam tulisan. # MIT = Nama kampus ternama di Boston: Massachussetts Institute of Technology. # venture capital = Maksudnya modal ventura, yakni pendanaan untuk perusahaan rintisan (baca: startup). # … Wall Street Journal, Los Angeles Times dan media terkemuka lainnya. = Pakem: sebelum “dan” diberi koma, termasuk pemerian kompleks. Gaya jurnalis Inggris, ya seperti selera Abah ini: “koma” tidak diperlukan. # geser menggeser = Sama dengan “terus-menerus”, tergolong kata ulang berimbuhan. Tanda hubung mutlak adanya. # powerbank; power bank = Padanan Indonesia-nya: bank daya; bandingkan dengan “charger”: catu daya. # rangkaian pasok = Mungkin maksudnya “rantai pasok”, padanan dari “supply chain”. Demikian. Semoga bisa jadi masukan. Afwan jika kurang berkenan.

Tarjo

Pak Dahlan juga lucu…pernah gegap gempita bikin mobil listrik tapi nggak niat punya roadmap bikin industrinya. Padahal kalau “hanya” bikin, tahun 80an mahasiswa ITS Surabaya juga sudah pernah bikin mobil listrik tenaga surya Widya Wahana 1. Sudah mobil listrik, tenaga surya pula. Sudah bisa dikendarai Jakarta-Surabaya tanpa ada masalah (nggak pake nabrak tebing hehehe). Memang charging ya menyesuaikan teknologi battery di jaman itu. Jadi kalau pengusaha tidak bergerak bikin industrinya ya kita akan terus jadi penonton

Liam

waktu emas 600-ribuan, saya pernah komen di Disway, belilah emas kalo punya sisihan. Analisa saya sederhana saja, karena ekonomi asia yang moncer, orang asia punya budaya perhiasan emas. Tiongkok,India digabung 2 milyar lebih orang, belum Indonesia,pakistan,thailand,vietnam , yang di bawah 50jt tak saya sebut. Coba bayangkan saja,yang kawin berapa banyak, antarannya butuh berapa banyak? belum lagi elektronik yang produksinya butuh emas, belum lagi bank sentral nya yang banyak dana pasti mau simpan emas. Bang Aat bujang kenamaan Disway bisa makin pening sepertinya. Kebangkitan ekonomi Afrika semakin dekat. Ini sebenarnya peluang, buat yang nekad ,misal kalo berani borong batik pekalongan, bawa ke Afrika selatan, Nigeria, dan emerging africa market lainnya. Jemput bola. Orang Tiongkok sudah banyak disana wara -wiri. Minyak goreng bakal semakin mahal, ramal saya, juga Emas. Semakin populasi dunia ekonomi membaik, semakin banyak kebutuhannya. Jika dulu kita goreng ayam sepotong untuk sekeluarga. Sekarang sudah biasa beli seekor full, sorenya pisang goreng, belum lagi ada anak yang gemar sosis goreng. Jaman saya kecil ,ayam goreng itu makanan hari besar. Yang rutin ikan asin goreng . Yang jelantahnya tahan lama. Harga minyak goreng yang naik di rimbah sawit , tidak bisa dikendalikan karena pemerintah fokus kebijakan ekonominya mungkin menganut teori yang menyesuaikan harga pasar. Kalau untuk bahan komoditas yang perlu di Impor ,saya dukung dan masuk akal. Tapi sawit yang CPO nya full produksi di tanah Indonesia , yang disewakan sementara ke pengusaha sawit. Yang menggerus lahan hijau, dan hutan pencegah banjir. Yang ada efek “biaya tak terduga” untuk masyarakat luas di masa depan dalam bentuk banjir,asap bakaran lahan, ekosistem yang rusak. Harga minyak goreng selayaknya di kontrol oleh pemerintah dengan hitungan spesial pajak ekspor khusus untuk CPO yang di ekspor supaya supply dalam negeri bisa normal dan sesuai harganya dengan penetapan pemerintah. Tenaga ahli banyak ahli professor semua dari universitas ternama , masak tak bisa hitung ? Terakhir, ada artikel online Indonesia ternyata masih Impor minyak goreng, ah normal saja pikir saya kan ada minyak goreng kacang, jagung. Wadalah…!!! ternyataa ada juga minyak goreng CPO impor!!!! Bagus….bagus….sinis kakek saya dulu…. Inilah perbuatan yang diandaikan dengan “Jual beras beli tiwul”

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button