Disway

Krisis Tol

Hardiyanto Prasetiyo

Saya sangat tertarik memberikan feedback terkait dengan hukum menggunakan organ binatang yang dilarang dalam Islam, dalam kasus ini adalah babi. Saya ingat ketika belajar ushul fiqh di Gontor dulu, ada salah satu kaidah yang kurang lebih berbunyi : “Addhoruurotu tubiikhul makhdzuroot” yang artinya situasi/kondisi mendesak memperbolehkan larangan-larangan dilakukan. Kondisi David ini darurat, karena kondisi jantungnya yg lumayan parah, menunggu jantung manusia pun lama, sehingga diperbolehkan untuk melakukan transplantasi jantung babi yg haram ketimbang dia bisa meninggal dgn cepat (Ibaratkan David/Daud ini Islam..hehehehe). Jadi dapat disimpulkan bahwa menggunakan organ hewan yg haram untuk transplantasi diperbolehkan selagi dalam koridor situasi/kondisi yang darurat.

Aryo Mbediun

Berita Terkait

#289 Kita kagum dng teknologi cangkok jantung manusia dengan jantung babi gegara supply donor yg tidak mencukupi. Perkara mencukupi membawa saya pada keahlian ibunda mencangkok jantung juga. Syahdan di hari besar kita lagi miskin2nya. Namun berkat keahlian ibunda, hari itu kami bisa makan gulai. Gulai kambing atau sapi, pokok’e daging, itu dah mewah banget. Saya dan saudara2 saya bergembira bisa makan gulai di hari raya. Indah banget. Ayah juga bahagia. Ibunda juga senyum2 gembira. Gulai yg kami makan pagi itu adalah gulai jantung pisang. Enak dan mengenyangkan serta bikin bahagia. Demikian juga cangkok jantung babi seperti gulai jantung pisang. Keduanya terjadi karena keterbatasan dengan ragam harapan u tetap bertahan hidup dan bersama dengan yg dicintai.

Disway 271234 Kawulo

Dilarang kencing di sini! “Oh cuma kencing, berak berarrti ga papa kan?” Itu analogi dr dilarangny daging babi. Wallahualam, bagi muslim klw AlQuran berfatwa haram y sudah cukup, memang Tuhan mauNya begitu, ikuti saja.. hidup g cuma di dunia ad akhirat tmpt dimana kita masuk surga atw neraka yg mana semua efek dr taat atw ngeyel pd Tuhan ktika masi di dunia.

Mbah Mars

Menjelang Idul Adha, sapi dan kambing murung. Si babi tertawa-tawa: “Rasain Elo pade. Besok Elo-elo pada jadi sate, gulai dan tongseng!”. Mendengar itu, kerumunan ayam, itik dan angsa berbisik-bisik:”Sssssttt dia belum tahu sebentar lagi Imlek xixixixixikkk”

Heman

Kalau dulu sebelum dipasang jantung babi, ada yang ngatain “babi kau!!” si David balik marah “anying kau!!” Tapi klo sekarang setelah pake jantung babi si David gak marah lagi, tapi malah ketawa “hahaha gue doakan besok kaupun pakai jantung babi”

Robby Aryadi

Abah, kata paman saya yang seorang insinyur 240 pound itu tidak sampai 120 kg. Yang benar adalah 108,862 kg. Karena berbeda dengan yang kita pelajari di sekolah dulu 1 kg = 2 pound. Menurutnya 1 kg itu = 2,2 sekian pound.

Sastro Pecel

Menarik kalimat dari tulisan pak Dahlan tentang transplantasi hatinya yang harus diminumi obat penekan imunitas. Jadi ketika itu hati dari orang lain yang dipasang di pak Dahlan belum diedit ? sehingga harus diedit jalan dg tiap kali harus minum obat penekan imunitas..? Btw semoga tetap sehat pak Dahlan..!!

Kadang eling kadang lali

Hanya Allah yang berhak mengharamkan sesuatu . Allah ingin tetap menjaga manusia sebagai makhluk paling mulia di Bumi . Seluruh alam ini di sediakan untuk umat manusia . Agar tidak menurun kadar kemuliaannya , Allah menyebut Bangkai,Darah ,Daging Babi dan binatang yg di sembelih dg menyebut nama selain Allah . Boleh di makan ? Boleh jika terpaksa dan tidak melampai batas . Sedangkan yg dilarang Nabi , statusnya di level Makhruh . Kalo pak DI atau MUI pun mengharamkan Rokok misalnya , itu Nglunjak ! Melarang boleh , tapi mengharamkan itu mengambil peran Tuhan . Istighfarlah dan cabut fatwa haram tsb . Merokok boleh tapi resiko di tanggung sendiri seperti halnya bugil di jalan. Ada yg senang aa yg trganggu .

Tyang Mjk

di amrik ya bah itu ? hidup dengan jantung babi, di astina ada nyang hidup dengan hati cebong, cicak, buaya dll eh ada juga celeng

Ma’roef M

Abah mengingatkan saya ke adik yg sdh “mendahului” ditahun 2011 lalu. Th 1992 Operasi “mitral valve replacement” di RS Karyadi Semarang karena kebocoran salah satu katubnya (katub mitral). Sebelum operasi hanya tiduran ngga bisa apa2 Abah, seseg, batuk2 dan badan bengkak (oedem), ngga bisa sekolah. Post operasi, badan sehat normal, bisa sekolah lagi dan menikah serta punya anak, hanya saja ada bunyi tik tik tik seperti orang mainan pulpen yg bisa didengar orang lain dari jarak dekat dan juga minum sintromitis dengan dosis yg sdh diatur sendiri sesuai rasa dalam tubuh hari itu, untuk menjaga katub berbahan platina tsb agar tdk macet atau tidak terlalu keras benturannya (viscositas darah berpengaruh pada naik turunnya katub platina yg berbentuk bola membentur dinding di bagian bawah dan tudung dibagian atas). Waktu 19th sangat singkat rasanya, tapi kata dokter bedah jantung, termasuk “prestasi” yang bagus, bisa bertahan selama itu. Masih sering “sesenggukan” kalo ingat perjalanan pre op, post op, sekolah lagi, bekerja, menikah dan punya anak, dan….

Idub Marto

Kulit manusia dan kulit babi ada kesamaanya, kulitnya menyatu dengan daging, sehingga tidak bisa dikukiti.

andriardian ardian

gula ga bahaya pak, dia dibuthkan untuk energi. gula berbahaya ya buat yang tubuhnya memiliki masalah atau sudah ada penyakit. untuk info saja sayur juga berbahaya buat orang yang sudah punya penyakit asam urat. cukup memakai akal sehat bahwa menyesot asap kedalam mulut, mau itu asap daun, asap kenalpot, asap kompor, asap lilin bahkan asap rokok tetap saja bukan sesuatu yang sehat. membandingkan gula dan rokok adalah pendapat yang menyedihkan dan b0d0h

cumibuta

gosip negatif juga berbahaya merusak mental health. daging merah jumlah banyak juga berbahaya buat jantung dan memicu kanker.

Yuwono Kelik

saya malah tergelitik dengan ” semua karyawan mendapat tunjangan kesehatan, kecuali yang merokok ” padahal gula itu juga berbahaya, tapi gak di masukan katefgori membahayakan.

Iqbal Safirul Barqi

Urusan babi haram, bagi yang mengaku beriman, tidak usah diperdebatkan. Kata guru saya, Prof Abdullah Shahab, itu bentuk tes iman dari tuhan untuk umatnya yang beriman. Untuk tidak makan babi, tidak perlu alasan babi kotor, sumber penyakit, atau mengandung cacing pita. Dibersihkan pun, babi tetap haram. Tuhan tidak perlu alasan untuk membuat suatu ujian tes keimanan. Tesnya umat terdahulu lebih tidak masuk akal. Nabi Ibrahim disuruh menyembelih anaknya, atau bani Israil dilarang minum kecuali seteguk saat perjalanan perang melawan Jalud. Tidak masuk akal blas. Jadi, untuk beriman tidak perlu harus masuk akal. Dalam konteks jantung babi ini, ada unsur darurat, urusannya nyawa, yang wajib hukumnya diprioritaskan. Sehingga mestinya diperbolehkan. Wallahua’lam.

Wahyu Readers

Wah, rupanya Abah pernah menghalangi suatu inovasi ya.. kalau dr Kabat waktu itu difasilitasi, kemungkinan namanya akan sejajar atau bahkan lebih mengemuka dibanding Prof. Griffith, Prof Robert, atau bahkan Prof. Mohiudin. Kita tidak akan bisa benar-benar menjadi dan diakui sebagai pionir manakala sebuah inovasi harus terbentur dengan dalil “belum ada jurnalnya”. Lha mikirnya kebalik. Justru karena itu inovasi dia mengemukakan sesuatu yang belum ada ukuran keilmuan dan ukuran kepantasannya. Mungkin itu karmanya. Kenapa seseorang yang kita sudah tahu pernah menjadi sesuatu dulu harus terbentur kepeloporannya dengan alasan “tidak lolos uji emisi”. Maaf kalau urutan kejadiannya terbalik-balik. Wkwkwkwkk..

Jaka Lembayung

Abah..kami para smoker protes keras…abah melakukan diskriminasi

Diet? 081283098998

Kan ada kaidah: dlm keadaan darurat, yg harampun jadi halal. Jadi isu transplantasi jantung babi ke jantung manusia ini seharusnya tdk ada masalah halal haram, karena sdh harus transplantasi jantung itu sdh pasti situasinya darurat, gawat, yang jika tdk dilakukan mengakibatkan kematian.

Mirza Mirwan

“Saya pernah bikin peraturan: semua karyawan mendapat tunjangan kesehatan — kecuali yang merokok.” Kalimat itu mengingatkan saya pada cerita seorang tetangga yang pernah dimarahi Dokter Oen (Born Ing), dokter dermawan yang namanya diabaikan menjadi nama rumah sakit swasta terkenal di Solo. Dr. Oen tak pernah memungut bayaran kepada pasien tidak mampu. Tetapi ia bisa marah besar kalau ada pasien yang tak mau mematuhi nasihatnya. Seperti tetangga saya. Pertama kali berobat ke dokter Oen, karena batuk-batuk dan dada sesak, ia diberi obat dan pesan agar berhenti merokok. Gratis. Selang tiga Minggu kemudian ia datang lagi. “Kamu itu sebenarnya kepengin sehat atau kepengin mati?” tanya dr. Oen dalam bahasa Jawa Ngoko,setelah memeriksa. “Kalau kepengin mati, ya sudah, merokok saja sesukamu, tidak usah datang ke sini. Tapi kalau kepengin sehat, dibilangi jangan merokok, ya jangan merokok!” “Saya juga sudah berhenti merokok, Dok!” kata tetangga saya dengan bahasa Krama Inggil — tetapi sebenarnya bohong. “Rumangsamu aku ki bisa mbok gorohi? Ababmu ki ababe wong udut!” — Kamu kira aku bisa kamu bodohi? Bau mulutmu itu bau mulut orang merokok! Sekali lagi ia diberi obat gratis. Dan akhirnya ia benar-benar tobat, berhenti merokok — bukan rokok buatan pabrik, tetapi melinting tembakau sendiri (tingwe). Konon, ketika dr. Oen meninggal ia kelewat sedih, melebihi kesedihannya saat orangtuanya sendiri meninggal. Nama tetangga saya itu Busroni, buruh di pabrik tenun milik keturunan Arab di Gading — sudah meninggal tahun 1991 (sembilan tahun setelah meninggalnya dr. Oen) dalam usia 58 tahun.

Tarjo

Nasib si babi… Jadi ingat dulu saat tiap hari naik KRL. Ada penumpang yang nyeletuk, ” kereta ini sudah seperti istri, dicaci, dimaki, tapi tiap hari masih dinaikin juga”.

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button