Disway

Disway Pilihan

2. Memberi kesan yang adil dan bijak tentang Anwar Abbas yang selama ini terkesan seakan-akan anti pemerintah dan pro Islam radikal.

3. Ini tulisan khas dan jadi trademark Disway yang menggabungkan antara pernyataan verbal dan gambaran perilaku, latar belakang dan keseharian narasumber.

Mungkin banyak yang lebih bagus tapi yang ini sangat menyentuh, segar, unik, dan berhasil menggambar interaksi antar elite bangsa secara jujur.
***
Silakan memilih. Lebih dipuji kalau disertai sejarah hidup singkat Anda. Besok pun saya tidak akan libur ke mana-mana. (*)

Berita Terkait

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

QR Code memudahkan pembaca memilih Disway Terpilih.

Disway Pilihan

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul ‘Gundah Garuda’
Sadewa
Kasihan juga anak-anaknya Garuda. Beberapa performance nya bagus, namun karena dosa-dosa ibunya, mereka jadi kebawa-bawa. Ternyata lebih baik jadi anak Singa (Lion) daripada anak Garuda.

Aji Muhammad Yusuf
Kemarin saya bertemu ratusan arwah, saling bergantian. Hingga jumlah nya melebihi 100 juta jiwa kembalian 100 rupiah. Ok, ini cerita karangan sendiri. Jadi ini fiktif. Mereka perempuan-perempuan yang di perkosa cuma untuk sekedar segelas air bersih, kemudian di eksekusi mati oleh kejahatan masa lampau. Pas saya tanya, kalian hidup di zaman apa. Mereka menjawab ; di masa lalu. Lalu saya tanya lagi. Di mana raja kalian pada waktu itu?. Seluruh orang di istana sedang di penjara dengan kabel viber optik, dan raja nya mendapat ancaman setiap 10 detik sekali dari robot dengan vitur AI terbaru. Sekarang untuk apa menyalahkan spekulan, menyalahkan negara, menuntut pemerintah. Toh yang naik kan harga sembako. Toh yang punya web ini juga bukan pemerintah lagi. Udah berhenti juga dari Mentri. Sekarang, kenapa nggak usaha di turunin sendiri kalau nggak suka misal. Saat ini Indonesia masih aman aja buat kawin 123456789x. Paling cuma masuk berita kan. Mirip syekh puji.Heran saya. Masyarakat indonesia dari atas sd bawah masalah nya apa lho?. Kalau nggak adu santet gini. Spontan, nyalahin pemerintah.Saya numpang saran sekalian lah. Itu Dirut-dirut BUMN di buang dulu ke pondok tegalrejo. Kalau nggak salah di sana uang kiriman maximum 350 ribu per bulan. Biar langsung tau rasa dulu, banting langsung sebelum kerja. Lokasi nya matap lah di sana.

Surja W.
Sebaiknya tidak pakai nama Pelita. Rawan diplesetkan. Dengan pemenggalan suku kata tertentu jadi saru. ” Naik Pelita, Mbak?”

Rifki Athalla
Saya tau komentar ini tidak akan dipilih pak DI.Karena beliau tidak senang dengan komentar seperti ini.Tapi tidak apalah. Dahlan Iskan orang baik. Kecintaan pada negara demikian besar. Tapi hanya bisa ber disway dan berdoa. Kasihan

Er Gham Reader
Saran saya untuk Pelita sebagai pengganti Garuda : 1) Maskapai Pelita bisa ganti nama dan logo yang lebih ‘menjual’. 2) Direksinya agar OJT menjadi penjual tiket, pemeriksaan barang dan koper, pengisian bahan bakar, mengatur antrian. Intinya turun ke lapangan supaya mengetahui setiap permasalahan pelayanan. 3) Operasikan hanya 1 jenis pesawat dengan sistem sewa dengan tarif yang murah 4) Berani katakan ‘tidak’ pada pihak pihak yang akan menjadikan Pelita sebagai ‘sapi perah’ 5) Gaji karyawan, pilot, pramugari benar benar disesuaikan dengan kondisi perusahaan 6) Jangan lagi memiliki aset property yang tidak perlu. Jika perlu sewa saja atau menumpang di kantor pertamina. 7) Harga tiket harus bersaing dengan maskapai lainnya. 8) Tidak perlu memiliki anak perusahaan, seperti yang memasok makanan, mengurus hotel dll.

Ikawidjaja
Abah baper. Judul yang tepat. Seleksi alam bisnis berlalu. Biarkan Garuda menjadi nama pain Garudi atau Garugi Airlines. Kebanggaan Kita selama ini kebanggaan ilusi terhadap Garuda. Forward looking, do not look back. Ganti flag national carrier baru dengan fondasi GCG korporasi kelas dunia. Bukan lagi juara kelas Ekonomi tapi juara GCG world airline company. Tinggalkan budaya “cengeng”. Bravo.

Alex
Di dalam benak pramugari Garuda.Saat melayani Abah…… “Saya penggemar Disway dan para komentatornya ..Titip salam buat Mbah Mars ya bah.Dari MMFC (Mbah Mars Fans Club)” Lain lagi sang pilotnya…. “Bah salam ke ummi hilal.Bilang kalo ngomong jangan ketinggian.Samplok pesawat kapok” wkwkkwk..,…

Edi Siswanto
konon,. seorang anak bisa naik pesawat sampai 70 x lebih dalam sebulan. itu naik pesawat apa gojek ?…. saking sibuknya. … lha Bapaknya juga mengaku penggemar pesawat. nyaris gak pernah klesettan Nang omah. membuat maskapai makin ramai dan laris. tentu ramai dan larisnya bukan karena mereka. lalu kalo sekarang maskapainya bangkrut, karena yg sering naik pesawat gak pernah pergi jauh atau yg biasa pergi sekarang lebih nyaman jalan darat karena gak mau ribet dengan swab antigen, pcr dll. jadi yang punya andil kebangkrutankan sudah jelas. yang bikin kebijakan….. saat sebelum covid,.. Garuda ramai sekali,.. ya tetep merugi. aku kok sampai bingung mau nulis opo. intine aku Iki ngomel tapi gak jelas sing Kate tak omeli sopo. bingung thoo ?

Parto Kotang
saat saya transit di Makassar, saya lihat 20 pesawat terparkir. 17 lion group, 3 pesawat adalah citilink. Ga ada Garuda yang ada disitu. Bahkan Super jet yang juga lion group juga terlihat di Bandara Soekarno-Hatta.

Buzzer NKRI .
Dari namanya “Pelit tha?” pasti bakal lebih sukses dari garuda karena kepelitannya.
cumibuta
ga semua posisi puncak diduduki org hebat, ga semua org hebat diijinkan menduduki posisi puncak. definisi hebat pun macem macem. hebat krn kemampuan, hebat krn karakter/integritas, syukur kalau hebat krn kemampuan DAN integritas. yang repot kalo ga punya kemampuan DAN integritas tapi jago akting. kacaulah semuanya. tapi kalau berakting udah sampai puncak, itu mesti tanya pasangan masing masing. salam sehat selalu dan salam sukses akhir taon, semoga semua mencapai puncak yg diinginkan.

Aji Muhammad Yusuf
Sabar-sabar yang suka balapan pagi-pagi. Komentar di Disway bukan hal wajib, jadi jangan buat aturan Fikih baru. Kasian nanti umat nya tretan muslim kalau di tambah kewajiban lagi. Tapi nahkan bener. Mending bisnis Sepak Bola. Tiap minggu bisa nonton Sepak Bola. Jadi jangan mau jadi mentri BUMN. Ujung nya cuma lihat angka-angka.

Parikesit
Kata-kata Pilihan Parikesit di Tulisan berjudul “Gundah Garuda” : – Membolak- balik kalbu. – Kami pun balik kucing. – untuk kehormatan Garuda. – Menguasai sanubari. – parkir sendirian, di appron. – senja sudah lebih gelap.
Selamat, Bli Leong Putu. Angka tiga telah diraih, medali virtualnya silahkan diambil. Dimana ngambilnya? Anda lebih tahu. Hehehe

ah.id hidayat
Salam Pak Udin. Inilah enaknya jika demokrasi dilaksanakan sebenar-benarnya dengan pertamaxial treshold 0%.

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button