Disway

Muktamar Minoritas

Selama ini suara moderat itu masih lebih bergaung hanya di dalam negeri. Itu yang akan dikembangkan ke dunia internasional. Dengan demikian, ke depan, suara Islam di dunia tidak hanya didominasi dari suara Islam Timur Tengah.

Intinya, Muktamar NU yang awalnya terasa panas, ternyata bisa jadi percontohan berdemokrasi yang baik. Tidak ada calon tunggal. Yang menang langsung mencium tangan yang kalah secara takzim. Yang menang memuji yang kalah. Yang kalah mendukung yang menang.

Tidak sampai ada keributan di Muktamar. Justru banyak kejadian yang mengundang tawa. Misalnya: di ruang sidang pleno itu tiba-tiba ada pengumuman soal sandal. “Mohon perhatian, waktu salat subuh tadi ada yang meninggalkan masjid lebih dulu dengan pasangan sandal yang salah. Mohon dikembalikan.”

Berita Terkait

Ada juga yang mengedarkan foto tulisan di aula sidang itu: DILARANG MEROKOK. Tulisan itu terlihat kecil di kejauhan sana. Maka perlu diberi tanda panah, sehingga yang melihat foto tersebut langsung bisa membaca larangan itu.

Yang lucu adalah komentar di bawah foto itu: Muktamar NU ini sudah terpengaruh Muhammadiyah. “Sudah pakai dilarang merokok segala,” tulisnya.

Masih ada lagi yang bikin peserta Muktamar gerrrrr. Yakni ketika dibacakan nama salah satu ketua cabang NU yang punya hak suara. Nama ketua cabang dari NTT (Nusa Tenggara Timur) itu ternyata Ahmad Golkar. Atau sejenis itu. “Ternyata Golkar punya hak suara di Muktamar NU,” gurau mereka.
Tentu tidak hanya pesohor Nikita Mirzani yang punya harapan tertentu pada Muktamar NU ini. Lewat video yang beredar luas.

Tentu saya juga punya harapan tersendiri: agar Prof Dr H Mohammad Nuh DEA bisa duduk di pengurus pusat NU. Khususnya di bidang pendidikan. Bukan saja beliau sukses memimpin sidang-sidang pleno di Muktamar kemarin, juga karena beliau punya konsep untuk kemajuan pendidikan.

Beliau juga mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) dan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang sangat berprestasi. Kelemahannya: beliau belum dipanggil kiai. Dan lagi beliau masih sering lupa memakai songkok dan sarung.

Tentu, untuk ikut membangun bangsa NU tidak hanya perlu punya banyak sekolah dan universitas. NU juga harus memikirkan kualitas lulusannya. Terutama untuk memenuhi kebutuhan bangsa di bidang ekonomi, kesehatan, dan teknologi –yang masih jadi prodi minoritas di lembaga pendidikan NU. Kali ini NU perlu juga membela minoritas –di bidang prodi (program studi) pendidikan. (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul ‘Teks Pembunuh’

Sudijono
Hmmnn kata-kata/teks bisa jadi alat utk bunuh diri terjadi juga di aliran radikalisme agama. Korban kata-kata hingga bunuh diri itu bhodoh menurut logika orang waras atau imannya kuat. Kasihan sekali orang bunuh diri itu tdk punya pengertian yg benar tentang kehidupan yg diberikan kepadanya. Yang harus dipertanggungjawabkan kpd Sang Pemberi Kehidupan. Yang diamanatkan utk jadi khalifah di dunia ini -meniru kata-kata Pak Pryana. Hidup sia-sia krn kebodhohan. Demikian pula korban ajaran ekstrim radikal agama yg mengorbankan diri jadi suicide bomber. Mengira mereka bisa membela Tuhan dgn berbuat demikian. Tuhan kok dibela? Bahkan mereka membunuh banyak kehidupan mendatangkan malapetaka thd kehidupan, kedamaian dan akal sehat. Salam waras.

Sadewa
Kira Kira kalau “Inyong” asli Tegal isi WA mereka akan seperti ini : Inyong : Lex, koe lagi nang ndi ? karo sapa ? lagi ngapa ? deneng Inyong ora dijak ? Alex : Aku arep bunuh diri, mlumpat jembatan. Inyong : Ya wis nganah mlumpat bae, Inyong ora peduli Alex beneran lompat. TAMAT

Kawulo Alit
Otak wanita dan pria berbeda sudah sejak di ciptakan: klw ilmu ini ga di pelajari sejak dini akan banyak kejadian macam itu. Contoh simplenya ketika cewek bilang “terserah” itu mksdnya belai aku, gombalin aku, perhatikan aku semua yg romantik. Tapi cowok berpikir ya udah terserah saja, itu kan maunya. Disinilah konflik terjadi. Anehnya pelajaran penting ini ga di ajarkan sejak tk sampai kuliah, malah di doktrin wanita dan pria itu sama: hsilnya “ambyar” wong Tuhan ciptakan beda kita kok g trima.

Aryo Mbediun
Anda mestinya faham WoT itu lebih keren daripada traditional way. Itulah saat wanita menunjukan binatang jalangnya. Mereka mampu menunjukan jati diri cinta suci saat WoT, Women on Top. Coba dan buktikan.

Robban Batang
Dua-duanya wanita .Korban pembunuhan itu, tepatnya bunuh diri, dua-duanya pacar mereka,dalam hal ini dua-duanya pria Koq yang baperan malah yang pria. Kalau sejak dulu kan wanita dijajah pria,paling tidak dalam lagu… “Dijadikan perhiasan ,sangkar maduuu”, (lebih greng dibaca dengan nada). Biasanya kan yang lemah itu wanita.Sebagaimana namanya ,lemah/tanah=Siti. Pria itu harusnya di atas .Sebagai Bapak Angkasa,Kalau perlu Kakek Antariksa .Bukan malah jatuh dari atas.Jatuh di atas tanah/Siti. Begitu berbahayanya kata-kata. Mungkin diulang-ulang sehingga sudah jadi mantra. Begitu berbahayanya niat .Apalagi kalau ada yang mendorongnya.

Kacrut Kucrut
Wanita memang pembunuh laki-laki. Sejak Adam yg “dibunuh” Hawa dari surga. Banggalah kalian para wanita.

WYG S2021
75000 : 60 : 24 = 52 teks setiap jam atau hampir tiap menit kirim teks dgn WA, HP potret generasi Z yang sudah kecanduan, mereka bisa dibunuh dengan mematikan sinyal HP.

Johan
Benarkah kedua sejoli ini saling mencintai? Saya pikir ini percintaan yang ekstrim. Si cewek : aku cinta kamu, aku perhatian sama kamu, maka aku harus tahu dan mengontrol apa pun yang sedang kamu lakukan, kamu tahu akibatnya kalau membangkang. Si cowok : aku cinta kamu, tapi aku terbelenggu dan tersiksa dengan perhatian kamu, aku ingin kamu merasakan kehilangan dan penyesalan seumur hidup karena kematian aku. Cinta itu misterius, dari cinta itu anda sanggup mengasihani diri secara berlebihan. Ungkapan, tanpa kamu aku tidak sanggup hidup lagi, tanpa kamu aku tidak bisa apa-apa, hidup ku tidak ada artinya tanpa dirimu, dlsb, sesuatu yang diciptakan dalam pikiran kita sebagai pembuktian cinta, sekaligus penjara dan beban perasaan. Disitulah kita sangat kasihan pada diri sendiri. Sebagian besar orang bisa keluar dari penjara yang diciptakan pikiran nya sendiri, sebagian kecil tidak bisa. Makanya kasus2 konyol karena percintaan akan selalu ada. Selamat pagi warga Disway!

*) Diambil dari komentar pembaca www.disway.id

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button