Disway

Kroni Texmaco

Sinivasan tidak bisa menerima kalau diragukan nasionalismenya. Ia ingatkan hanya dirinyalah yang menyaksikan begitu banyak pergolakan di Indonesia.

Ia lahir pada 1937. Di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Di keluarganya sudah tiga generasi lahir di Medan.

Waktu kecil ia melihat tentara Jepang datang ke Medan. Ia tinggal di gang kecil di dekat rumah sakit umum. Hanya 200 atau 300 meter dari rumahnya itulah Jepang bermarkas.

Berita Terkait

Ia bisa melihat langsung kekejaman Jepang. Termasuk melihat sendiri 10 pejuang Indonesia digorok leher mereka. Lalu digantung di depan umum. Itulah cara Jepang untuk menimbulkan ketakutan rakyat.

Ia juga menjadi ”saksi” Proklamasi. “Pada 16 Agustus 1945 saya masih menyanyikan lagu nasional Jepang. Pada 18 Agustus (1945) saya sudah menyanyikan Indonesia Raya,” katanya.

Ketika kelas 2 SMP, Sinivasan merantau ke Jakarta. Putus sekolah. Ia dagang tekstil di Pasar Tanah Abang.

Ia kenal Menteri Berdikari T.D. Pardede. Yakni pengusaha tekstil terkemuka di Medan. Pardede sampai punya klub sepak bola terkenal kala itu: Pardedetex.

Pardedelah yang minta Sinivasan agar jangan hanya berdagang. “Bikinlah industri tekstil. Di Jawa Tengah (Jateng). Kita harus Berdikari di bidang sandang,” ujar Pardede, menteri kebanggaan Bung Karno itu –seperti ditirukan Sinivasan.

Mulailah Sinivasan ke Semarang, Jateng. Bikin pabrik tenun sederhana. Membuat kain dengan mesin yang digerakkan tangan.

Dari situlah berkembang menjadi industri tekstil. Lalu berkembang lagi ke industri mesin tekstil. Texmaco memproduksi mesin-mesin tenun.

Dari mesin tenun Texmaco berkembang ke mesin-mesin lainnya. Termasuk traktor. Molding. Truk, dan mesin apa saja.
Ketika Pak Harto mulai mendengungkan cintailah produksi dalam negeri, Texmaco diperintahkan membuat mesin truk.

Lahirlah truk merek Perkasa. Pemerintah memesan Perkasa 1.000 truk. Termasuk untuk tentara.

Sinivasan menolak kalau itu dikatakan sebagai KKN. Texmaco sudah mengirim truk sebanyak 150 buah. Pembayarannya tidak lancar. “Saya hentikan pengiriman berikutnya,” tandasnya.

Sinivasan merasa ada kesengajaan agar Indonesia tidak pernah punya industri dasar yang kuat. Agar ekonomi Indonesia tetap tidak maju.

Maka ia mengharapkan agar pemegang ekonomi Indonesia –pengusaha etnis Tionghoa– masuk ke bidang industri. Jangan hanya berdagang. Agar ekonomi Indonesia maju.

Sinivasan mengaku baru pulang dari Turki. Di sana ia melihat kemajuan industri dasar yang luar biasa. Ia pun berharap Indonesia bisa maju seperti Turki: industri dasarnya ditangani oleh usaha kecil dan menengah.

Video itu sendiri panjangnya hampir satu jam. Rekaman dilakukan di kantor Texmaco di Jakarta. Yang menonton sudah 60.000 orang. Dalam lima hari.

Gigin, dengan wajah dan gaya yang menyenangkan disertai postur tubuh yang besar masih setia pada dunia lamanya: wartawan. (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Artikel Berjudul ‘UV Tinggi’

Amat
Dengan kehadiran Bang Dayat, otomatis perburuan Pertamax semakin ketat. Baginda Fadil beberapa lalu sudah menyatakan ingin kembali ikut berkontestasi. Tinggal nunggu waktu. Tidak ada keberuntungan dalam perburuan Pertamax ini. Murni hasil kerja keras (usaha) yg bertemu dengan kesempatan (momentum).

Mbah Mars
Nah, hari ini Mbah Mars kena batunya. Puyeng saat merekap komentar terpilih. Sebabnya, salah satu nama komentator menggunakan huruf Cina. Gek apa itu bunyinya? Apa Mardiono ya.? Hehehe. Jadi ingat teman saya Mardiono yg minta dipanggil Dion. Katanya biar gaul.

Vathonie
Koreksi Abah : 1 milimeter = 1/1.000 meter (1 meter dibagi seribu, nolnya 3) 1 nanometer = 1/1.000.000.000 (1 meter dibagi satu milyar, nolnya 9) Maka 1 nanometer = 1/1.000.000 milimeter (satu milimeter dibagi 1 juta, nolnya 6)

Narimow Ing Punkdumb
Malaysia dan Singapura lebih dekat dengan khatulistiwa daripada Jakarta. Tapi kenapa 2 negara itu terkena Covid lebih hebat (sesuai persentase jumlah penduduk)

Mojo Sugiarto
Istri glowing swami gering….

Pat Kay
Di balik wajah istri yang “glowing” terdapat suami yang “golong koming”

Amat
Iya Wor. Itu dalam bahasan wacana bahasa Indonesia ada istilah kohesi dan koherensi. Kohesi adalah kepaduan/keserasian bentuk (antarunsur) dalam sebuah wacana: antarkata, antarkalimat, antarparagraf. Kohesi ini perantinya ada banyak: konjungsi (kata hubung) , pronomina (kata ganti), dsb. Sedang koherensi adalah kepaduan makna dalam wacana (tulisan). Tulisan yg baik harus kohesi dan koherensi: padu antarunsurnya dan padu maknanya. Nah, yg kamu bahas ini kan tentang kepaduan antarunsur kalimat atau paragraf. Agar padu/ nyambung perlu sesuatu yg menjadi penghubungnya. Itu tadi, ada perantinya. Bisa berupa konjungsi (kata hubung) , substitusi (penggantian), referensi (hubungan kata dengan benda), dsb. Tapi, saya paham kok apa yg ditulis Abah. Ga ada masalah bagi saya.

Donwori
gagal paham sm isi artikel disway hari ini. di awal disebutkan indonesia lebih tahan terhadap omicron karena kadar UV yang tinggi. sampai dijabarin sebaran data UV di seluruh dunia. eh tapi menjelang akhir artikel, tau2 muncul berita tentang buzzer. itu pun terkesan ‘maksa’ nyatut kejadian setahun yang lalu di UK. di penutup malah disebutkan indonesia beruntung punya kadar UV tinggi plus banyak buzzer. jadi dua hal yang saling bertolak belakang (UV dan buzzer) dipaksa2in saling berkaitan padahal mbuh korelasinya apa. hmm… btw selamat buat Lewis Hamilton menjadi runner-up Formula One tadi malam. untung beliau orang UK, dan bukan orang Indonesia. kalau beliau orang indonesia, maka ____ (silakan isi sendiri bagi yang paham dan nonton F1 tadi malam)

jonk java
buzzer itu kalo dikit bermanfaat, jadi sinyal ato penanda. tapi kalo banyak cuma bikin bising dan mengeruhkan suasana. jadilah buzzer yang bermanfaat, berdengung untuk memberi sinyal. kalo yang dikasih sinyal sudah faham dan mau bergerak, berhentilah berdengung dan mulai kerja sama-sama.

Disway 18081973
orang seperti dr indro ini terkenal karena ada orang yg suka melanggar nalar dan peraturan seperti abah yg memperkenalkannya..

Lbs
Ternyata menjadi buzer, melayani buzer, membaca tulisan2 buzzer, menjadi folower buzer, melawan buzer, memakan umpan buzer, berurusan dg buzer,dsb. bisa membuat hati semakin hitam. Terimakasih Abah atas nasehatnya…

Muhammad Lutfi Helmi
1 nanometer itu 1 milimeter dibagi 1 juta, Abah. Bukan dibagi 10 juta. Lebih nol satu.

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button