Disway

Bahasa Teknik

Tentu saya juga meninjau dalamnya. Termasuk ruang VVIP yang dipasangi kaca antipeluru. Tim keamanan Kepresidenan sudah melakukan pengecekan tingkat keandalannya.

Jogging track sekeliling stadion yang di atas atap itu belum selesai. Saya ingin ke sini lagi bulan depan. Ingin tahu seperti apa. Lebarnya saja tiga meter. Panjangnya sekeliling stadion: hampir dua km.

baca juga : kembali aborsi

Berita Terkait

Membangun stadion ini penuh tantangan. Terutama bagaimana menggusur lebih 600 KK (kepala keluarga) di situ. Yakni mereka yang tinggal di bangunan liar di sepanjang rel kereta api itu.

Mereka sudah pergi. Sudah bersih. Yang 135 KK dibuatkan rumah susun di dekat stadion. Mereka akan bekerja di stadion itu. Sisanya pilih mencari tempat tinggal sendiri-sendiri.

Saat saya di situ sedang dilakukan tes lampu yang menyorot ke lapangan hijau. Juga sedang ada tes sistem suara: saya terhibur. Banyak lagu diputar keras. Termasuk ‘Indonesia Raya’ dan lagu-lagu Barat.

Tantangan selalu menghasilkan ide baru. Dalam hal teknik ide baru cenderung lebih bisa diterima. Mereka, dari kampus mana pun, bisa berdiskusi dengan bahasa yang sama: bahasa teknik.

Tulisan ini saya persembahan untuk para insinyur di proyek itu. Yang telah membuat literatur hidup untuk siapa pun –khususnya mahasiswa dan dosen di Fakultas Teknik. (*)

Atas permintaan Abah, mohon diselipkan kalimat berikut di akhir tulisan (disertai backlinknya):

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Artikel Berjudul Menyambung Sulit

Anak Alay .
ide bagusssss itu , terobosan baru . .. . bravo² gua pagi ini mo nyeplok telor 3 biji . .. . daripada gua ceplok satu² pakai wajan kecil , gua pasang wajan guêdé diatas kompor paling gêdé trus gua taroh 3 (tiga) wajan kecil² diatasnyah buat nyeplok telor nyah . .. . yééé . .. . berhasil éh tapi , napa gua kagak ceplok barengan tiga telornyah di wajan gede ajah yah , ahh elo nambahin cucian gua ajah lo Syam

Buzzer NKRI .
Kalau ide saya rasa banyak sekali, masalah apapun itu termasuk green energy, bagus-bagus Tetapi bangsa kita bukan kekurangan pemimpin yg punya banyak ide Bangsa kita kekurangan pemimpin yg mampu merealisasikan ide

Edwin Suryanata
Kasihan PLN dibuat kalah2an terus, saya rasa ide untuk PLN wajib membeli listrik dari PLTS sangat berat, apalagi bila dengan meteran exim bagi pelanggan. Mungkin bila pelanggan yang memakai panel surya tidak perlu dapat mengekspor listrik ke PLN tetapi cukup dapat mengubah bila listrik yang dihasilkan panel surya ataupun yg disimpan di baterai tidak cukup, dapat langsung berpindah ke listrik PLN

Mohamad Selim
Wash sy Tehran herman bhw Pertamina import LNG dr Jepang. Padahal dari LNG Badak city exports ke Jepang. Kalaupapa ternyata LNG tab diimpor Oleg pertamina, berardi charge LNG exports per MMBTU nyack kemurahan. Terbukti direimpor ke Indonesia dn masih untung. Initially perky dievaluasi secara serious Oleg pemerintah harga LNG kita yg director ke Jepang, China dn Taiwan Serta Korea Selatan. Pertamina perlu LNG utk dijual ke PLN di Muara Karang, Muara Tawar dn Tg Priok PLTU PLN. Kenapa PT tsb tdk ambil LNG dr Tangguh? Pemerintah perlu evaluasi bisnis perdagangan LNG yg merugikan exportir…..

wong cilik
Memang sulit pak sekarang jadi petani (padi). Ibu saya juga petani dan keluhannya sama kesulita mendapatkan pupuk. Apalagi yang subsidi. kesulita kedua adalah kurangnya tenaga kerja. karena anak-anak muda sudah malas jadi petani, lebih memilih kerja di kota, atau sekedar nongkrong saja hehe.

Pryadi Satriana
Sekadar mengingatkan, Pak Jokowi: kekayaan alam di bumi Indonesia itu untuk kemakmuran rakyat, bukan utk “peng-peng”, apalagi utk asing, jadi ya jangan jual barubara dg harga murah & kita beli ” green energy ” dg harga mahal. Ojok gelem diplokotho yo, Pak Jokowi. Salam.

Pryadi Satriana
Green energy? Lupakan dulu aja deh! Cadangan batubara kita 38,84 miliar ton (data Kementerian ESDM 26 Juli 2021), cukup utk 65 th. Yg penting bs menjual “energi” (dlm bentuk BBM & listrik) yg murah kpd rakyat Indonesia! Ga usah mikirin emisi CO2 & pengaruhnya bagi bumi, mikirin rakyat Indonesia aja dulu. Lha wong pemanasan global itu dampak dari aktifitas industri negara2 maju kok kita yg punya cadangan batubara yg sangat besar mau dibatasi. Jangan mau didikte asing Pak Jokowi, mending dengarin suara rakyat, termasuk para komentator Disway kan rakyat juga. Salam.

Ini bentuk energi juga: minyak goreng, yg hargaya sedang melambung tinggi. Gimana spy kembali normal? Yuk kita bareng2 “puasa menggoreng” (kecuali yg jual gorengan & usahanya terkait goreng-menggoreng), rumah tangga biasa yg biasa menggoreng, “puasa menggoreng” sekitar 1-2 minggu, kalau perlu sebulan penuh! Kalo “nggak ada yg beli” harga apa pun akan turun dg sendirinya, mengikuti hukum ekonomi “demand & supply”. Kita coba yuk … . Salam.

Ahmad Zuhri
Udah beberapa bulan ini saya menyalakan mesin cuci malam hari, karena sesuatu hal kadang tidak bisa mencuci siang hari.. tapi biasanya beberapa lampu tak matikan dulu biar tidak terlalu menambah beban puncak PLN.. Lampu udah pakai LED semua, hemat dan awet kok.. Melihat beban utang PLN dan mengurangi beban puncak dengan ini sebisa mungkin tidak akan mencuci lagi di malam hari.. #Save PLN

Tunk BM
Pengeruk batubara yang gak mau jual ke pembangkit PLN dengan DMO mending langsung tegas bekukan saja ijin konsesinya, larangan ekspor gak begitu ngaruh, bisa saja batubara dijual ke perusahaan yang sudah menuhi quota DMO untuk diekspor. Masalahnya, pemerintah opowani atau mungkinkah peng-peng batubara yang menguasai regulasi batubar ?.

Aryo Mbediun
Contoh good campaign itu helmisasi. Dulu kemana-mana tak berhelm lalu ada sosialisasi akhirnya pakai helm saat berkendara roda 2

Contoh lagi, wajib belajar 9 tahun. Dari SD saja jadi SMP dah menjadi standard. Itu product budaya. So far, go green cuocok jd campaign diknas, mendagri dan babinsa.

Contoh terakhir. Wes ke-3 soalnya. Campaign setelah subuh buka Disway agar melek literasi, itu budaya Kansas sekarang. So far it good for netizen to grow and respect. Tapi mohon ingat, good campaign as long as gratisan. #peace

Fendy Primadona
Saya punya ide menarik tentang energi surya yang kalo siang hari bisa disimpan energinya tanpa menggunakan baterai. Idenya cukup sederhana yaitu mengalirkan energi surya ke pompa air yang ada di plta untuk memompa air kembali ke atas, sehingga debit air tetap besar. Perlu dikaji, tapi mungkin hanya efektif di musim kemarau

Amat
Ga sanggup mikirin masalah PLN, apalagi masalah negara. Mikirin kata “Terserah” dari istri aja pusing ga tau maksudnya. “Mau makan di mana? “ “Terserah” “Mau makan apa?” “Terserah” “Aku harus gimana? “Terserah” Aku kudu piye maneh, kabeh-kabeh salah.

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button