Disway

Matras Bambu

Proyek tol ruas Semarang-Sayung itu kini memang masih dalam tahap tender. Belum tahu siapa pemenangnya. Sedang yang ruas Sayung-Demak sudah hampir jadi.

Di atas matras bambu itulah jalan tol dibangun. Tidak perlu tiang pancang lagi. Memang di situ tidak mungkin menggunakan tiang pancang. Sampai 60 meter pun belum akan bertemu tanah keras di bawah sana.

Tiang pancang hanya digunakan di kanan kiri sungai. Memang ada dua sungai di jalur sepanjang 6 Km itu. Salah satunya sungai Sayung. Fungsi tiang pancang itu untuk penahan matras bambu. Agar tidak longsor ke sungai.

Berita Terkait

Tentu untuk gelar doktornya di Malaysia nanti, Andi akan membuat desertasi tentang fondasi bambu tersebut.

Maka selama kuliah S-3 ia bisa tetap di proyek. Sambil melakukan penelitian. Berarti hanya sesekali saja harus ke Malaysia –untuk diskusi dengan pembimbing. Apalagi penelitian laboratoriumnya juga dilakukan di ITB Bandung.

Kenapa pelabuhan Kalibaru tidak dijadikan penelitian doktornya?

“Penelitian saya tentang mekanisme transfer beban untuk sistem cerucuk matras bambu,” ujarnya. Tentang teknologinya sendiri sudah banyak dipakai di Indonesia.

Teknologi ini memang kelanjutan dan pengembangan ilmu lama: zaman perang. Zaman itu tentara menebang kayu untuk dihampar di rawa. Agar tank dan pasukan bisa melewati rawa.

Sistem itu juga sudah banyak digunakan di tambang, di pengeboran minyak dan di kebun sawit.

Begitu lebar fondasi dasar jalan tol di Sayung itu: 150 meter. Padahal lebar jalan tolnya hanya perlu sekitar 50 meter. Berarti jalan itu di situ nanti seperti berada di atas segitiga yang terpotong.

Itu memang bukan sekadar jalan tol. Tapi sekaligus tanggul laut. Agar rob bisa berhenti di situ. Agar tanah di selatan tol bisa kembali produktif.

Awalnya ada rencana dua proyek berbeda: proyek tol dan proyek tanggul laut. Lalu Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Dr Ir Ari Murwanto punya ide menggabungkannya.

Sebelum di jabatan itu, Ari memang menjabat Dirjen Sumber Daya Air. Dengan demikian Ari juga ahli mengenai kelakuan air. Sekaligus ahli jalan. Dua keahlian itu ia manfaatkan untuk membangun jalan tol yang sangat khusus di ruas Semarang-Sayung.

Dari proyek ini ahli Indonesia kian berpengalaman: kalau saja kelak harus mengatasi rob di Semarang. Setidaknya kini kian ada harapan: Semarang bisa dicegah dari ancaman tenggelam. (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Disway Edisi 24/11: ‘Tragedi Pompom’

padas gempal

Itulah yang membedakan antara milik ibunya anak-anak dengan yang buatan pabrik.  Buatan pabrik, setelah habis kalengnya dibuang,. Milik ibunya anak-anak, setelah habis, wadahnya masih disimpan dan tidak ada tanggal expirednya, mbah. wkwkwk

Pryadi Satriana

“Bergembira & bahagia sampai tua.” OK. Fine. No problem. APA yg membuat bergembira & bahagia sampai tua: harta (baca: kekayaan), tahta (baca: jabatan/ status sosial), wanita (baca: kepuasan seksual)? ITULAH MASALAHNYA. Anda “memuaskan” Sang Naga, “memuaskan” Aku (the self). Saat meninggalkan dunia, “Sang Naga” dan “Aku” yang “melekat” pada jiwa yg tak mati itu tidak ada lagi yang “memuaskan”: ITULAH AWAL PENDERITAAN SESUNGGUHNYA. Salam.

Lbs

Salah satu hobi sy adalah ini: nonton film animasi. Dan salah satu film animasi yg pernah sy tonton adalah Free Birds. Menceritakan perjuangan ayam kalkun untuk merubah tradisi dalam perayaan Thanksgiving. Agar makanan favorit bukan lagi kalkun, tapi pizza. Si kalkun sampai harus pergi ke masa lalu untuk merubah tradisi. Menggunakan mesin waktu yg membawanya ke tahun 1621. Tepat 400 tahun dr sekarang. Awal mula perayaan Thanksgiving oleh penjajah Inggris dan orang Indian setiap selesai panen jagung. Bagaimana hasil perjuangan si kalkun? Anda sudah tahu. Dengan membaca artikel Abah hari ini: kalkun masih jadi santapan favorit…

Udin Salemo

Abah Dis gimana kabar SWF? Atau bagaimana kelanjutan tulisan Riau Satu? Hanya  bertanya, lho, bah. Semoga saya gak dianggap kebo. hehe…. Semoga dibaca Abah Dis dan gak masuk komentar kebo. Maaasuk Pry… (Pry teman saya di Pangkalan Bun sopir truk CPO)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button