Disway

Perkebunan Nike

Saya pun yakin masih banyak ide lain dari siapa saja. Tapi, setidaknya, lima persoalan pokok di atas harus selesai –bukan salah satunya.

Tentu ada juga yang akan menganggap ide ini hanya omong kosong dari seseorang yang lagi post power syndrome. Saya siap menerima penilaian seperti apa pun.

Bahkan saya pun masih akan bisa terhibur kalau ada yang mengumpat –meminjam istilah Anak Alay: Your Kitchen!

Berita Terkait

Yang penting bagaimana kita bisa menemukan Nike dan Adidas di kebun-kebun kita. (Dahlan Iskan)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar pilihan Dahlan Iskan di tulisan berjudul: Andhika Thatcher

Daryanto Warjono
Kritik keras. Janganlah kasih bansos atau bantuan pokok yang tidak ada nilainya gizi. Kalo tidak ingin lost generation

Leong Putu
Jadi kiper ini harus punya prinsip berbeda dengan pemain belakang. Kalau pemain belakang : Bola boleh lewat tapi kaki jangan. Kalau kiper : Kepala boleh lewat tapi bola jangan. Makanya kiper tangguh itu kebanyakan kiper wanita.

donwori
karena mayoritas pesepakbola di indonesia ga bisa bedain bekerja sebagai salaryman dan bekerja sebagai atlet. itulah kenapa timnas kelompok usia lebih berprestasi daripada yang senior. ketika pemain2 muda itu dapet kontrak profesional dr klub lokal, udah ngrasain nikmatnya gajian, bangun rumah, berangkatin bokap nyokap ke tanah suci, langsung lupa sm tanggung jawab sbg atlet. apalagi kalau udah ngartis juga di ig.

Anak Alay
gua pernah baca artikel kesehatan tentang stamina atlet , pilihan jenis karbohidrat menentukan banget . .. . klo mo panjang staminanya , sebelum ber olah-raga nabung karbo dolo (carbo loading) dan pilih jenis karbohidrat kompleks , nasi merah bukan nasi putih , lebih baik lagi gandum yang whole wheat , karena karbohidrat kompleks lebih lama dipecah , cadangan karbo ada lebih lama , stamina lebih panjang

olan duren
Doa Ibu itu manjur.. Air putih di kendi saja bisa berubah jadi anggur

Mulyadi Ardiansyah
hmmmm…..berbahagialah yang masih punya ibu.

Abdul Wahib
Meskipun kalahan, tetap harus ditonton. Saya tau abah lagi nyindir MU. Pahit memang, kalah 0-5 di kandang, oleh lawan bebuyutan #GGMU#

abangnya nana
Selamat. Ia bisa membuktikan diri kalo anak Perak bisa lebih bagus dari “anak emas”. sekali lagi selamat dan sukses untuk kedepannya. salam.

Lbs
Wanita yg luar biasa. Dicampakkan. Ditinggal tanpa tanggung jawab. Dipaksa membesarkan anak sendiri. Dia tetap tabah dan tdk menyerah. Penghianatan d balas kesetiaan. Tdk tergoda untuk kawin lagi. Seperti umumnya wanita2 yg bernasib sama dengannya. Andai sy bisa bertemu. Saya ingin menundukkan kepala, mencium tangannya sebagai penghormatan. Tp krn jauh, maka sikap hormat d PP, sy persembahkan untuk wanita mulia yg tegar itu…

Leong Putu
Empat puluh sekian tahun yang lalu. Dengan bantuan dukun beranak, lahirlah seorang bayi laki laki. Anak sulung. Di tanggal yang istimewa, di dalam sebuah rumah bambu, di tepi sawah. Betapa bahagia pasangan suami istri tersebut. Karena satu keadaan ekonomi tertentu. Jadilah anak itu besar tanpa pernah mendapat suntikan imunisasi sama sekali. Pernah juga di usianya yang ke 9 tahun, anak itu harus tergeletak sakit selama bbrp bulan. Karena demam tifoid. Tanpa dirawat di rumah sakit. Hanya ditangani mantri. Anak itu menjadi besar, sekolah dan akhirnya bekerja. Pernah ada di titik ekonomi yang mapan tertentu. Namun karena kesalahan managemen keuangan. Harus bangkrut. Habis. Harus mulai lagi dari nol. Bahkan dari minus. Itu terjadi di tahun 2010 lalu. Saat ini “anak itu” sudah berkeluarga. Satu istri dengan tiga anak. Bersukur karena bisa melanjutkan hidup. Saat ini, rumah dan kendaraan sudah ada, juga merintis warung kecil2an. Itulah hidup. Hidup dan mati di tangan Tuhan. Apapun caranya tak bisa dipilih. Termasuk kita lahir dari siapa. Seperti yang di tulis @Om Pryadi kemarin. Tapi kita harus istiqomah dalam menjalaninya. seperti juga kata @Mbah Mars. Karena bukan lahir kita di mana yang akan diceritakan anak cucu kita kelak. Tapi bagaimana kita menghidupi hidup yang kita jalani sekarang. Serta bagaimana kita mengakhirinya. Itulah yang akan menjadi kebanggaan mereka. Dan bayi itu diberi nama Putu

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button