Disway

Baik Saja

Pihak manajemen sebenarnya lagi memproses semua temuan itu. Perbaikan segera dilakukan. Manajemen sudah mendapat kredit USD 12 juta untuk perbaikan itu. Tiap penghuni sudah setuju akan membayar antara Rp1 miliar sampai Rp3 miliar. Tergantung luasan rumah di situ. Yang paling kecil tiga kamar. Yang paling besar empat kamar. Luasnya ada yang 120 m2 ada pula yang 149 m2.

Tidak ada masalah juga dengan renovasi.
Hanya kalah cepat.
Kondo itu runtuh lebih awal. Runtuhnya dimulai dari kondo yang di tengah. Lalu tower bagian timurnya. Prosesnya sangat cepat. Hanya 12 detik. Ada kamera yang merekam pergerakan itu.

Detik pertama mulai ada gerakan. Detik ke 12 bangunan sudah tidak ada. Tinggal debu yang terlihat membumbung. Sampai detik ke 22 debu itu masih terlihat.
Kompleks kondo di situ terdiri dari tiga tower. Tower utara dan tower selatan –yang dibangun bersamaan: pada 1981.

Berita Terkait

Mereka membayar USD 200.000 ke pemerintah daerah (pemda) setempat untuk mengurus izin membangun. Uang itu sebagai biaya pemindahan selokan yang tidak boleh dikerjakan oleh pengembang. Agar kualitas selokan baru penggantinya sesuai keinginan pemda.

Belakangan di antara tower utara dan selatan itu dibangun gedung baru: tower tengah. Bergandengan dengan tower utara dan selatan.
Yang tengah itulah yang runtuh lebih dulu. Lima detik kemudian menggeret tower selatan. Anehnya tidak menggeret tower yang utara. Tower yang selamat itu menjadi seperti gedung yang terpotong.

Dari cara runtuhnya itulah para ahli teknik sipil mengambil kesimpulan: ada masalah di fondasinya. Bisa karena desainnya yang tidak sempurna. Bisa pula pelaksanaannya yang membuat kurang kukuh.

Di situlah para ahli bangunan memfokuskan penyelidikan. Lihat denah area fondasi di foto ini.
Bisa juga karena perubahan lingkungan. Terutama berkaitan dengan naiknya permukaan air laut. Atau juga turunnya tanah di situ: dua milimeter setahun, selama 30 tahun terakhir.

Kondo ini memang berada di Pantai Miami yang sangat terkenal –menghadap ke Samudera Atlantik. Dalam sebulan ke depan seluruh gedung di pulau itu sudah harus selesai diperiksa keamanannya. Yakni gedung lima lantai ke atas.

Wali kota tidak mau ada kejadian serupa, meski tower utara yang tidak ikut runtuh kelihatannya seperti Garuda: baik-baik saja. Lokasi kondo itu di sebuah tanah yang memanjang. Depannya laut lepas, belakangnya laut juga –yang memisahkan tanah itu dengan daratan Florida.

Praktis tanah itu sebenarnya sebuah pulau tipis yang memanjang –panjangnya lebih 10 Km. Tapi lebar pulau itu kurang dari 1 Km. Di beberapa bagian bahkan kurang dari 600 meter.

Pulau tipis ini menjadi tidak terasa sebuah pulau karena begitu banyaknya jembatan. Yang menghubungkan daratan Florida ke pulau ini. Yakni jembatan lebar-lebar di atas laut. Yang berfungsi sebagai jalan bebas hambatan. Setidaknya ada 23 jembatan di sepanjang pulau itu. Laut yang memisahkan daratan Florida dengan pulau itu tidak seluruhnya lebar. Di beberapa lokasi lautnya nyaris hanya selebar beberapa lompatan kaki saja.

Di pulau tipis itulah gedung-gedung pencakar langit berdiri. Sebagian di atas tanah reklamasi. Terbanyak gedung apartemen/kondominium dan hotel. Ini memang area wisata yang sangat populer di Amerika.

Salah satu korban yang tertimbun di situ adalah sepasang orang tua. Yang sejak muda sudah bercita-cita harus punya rumah di pinggir pantai. Yang kalau jalan-jalan di balkon depan rumahnya bisa memandang ke laut.
Cita-cita lama itu terlaksana. Untuk kemudian meninggal dunia. (*)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button