Disway

100 Tahun Gayung

Saya pun baru tahu sekarang. Dari Giyanto itu. Bahwa batik corak Sidomukti yang legendaris itu berasal dari Desa Sidomukti-nya Giyanto.

Kelak, ratusan tahun kemudian, batik Sidomukti itu migrasi ke Solo dan dikenal sebagai batik Solo. Semoga yang punya Solo tidak tersinggung dengan klaim tersebut.

Masa remaja, Giyanto pernah juga jadi office boy. Sambil sekolah Paket C SMP dan SMA. Ia rajin bekerja. Sampai kemudian jadi staf tata usaha. Sambil pula kuliah di Unitama, Jakarta. Lulus S-1. Lalu jadi sekretaris kantor.

Berita Terkait

Di saat perusahaan tempatnya bekerja –milik Reza Khalid– berpatungan dengan perusahaan milik Mbak Mamik –salah seorang putri Pak Harto–, Giyanto jadi sekretaris perusahaan gabungan itu. Lalu, jadi corporate secretary.

Pada 1998 –dua tahun setelah Ibu Tien Soeharto wafat– Giyanto mengalami apa yang tidak ia sangka: bisa masuk kamar tidur Presiden Soeharto. Di Jalan Cendana, Jakarta.

“Mbak Mamik minta saya mengajari Pak Harto menggunakan internet,” ujar Giyanto. “Pak Harto ingin bisa membuka dan mengirim e-mail,” ujarnya.
Seminggu lamanya Giyanto jadi guru internet Pak Harto. Sehari dua jam. Setelah Duhur sampai Asar. Pukul 13.00 WIB sampai 15.00 WIB.

Seingat Giyanto, Pak Harto menggunakan komputer baru. Jenis PC. Lengkap dengan printer-nya. Giyanto lupa mereknya. Tapi, ingat harganya: Rp40 juta.

Di hari terakhir sebagai guru, Giyanto mendapat empat hadiah dari Pak Harto: batu akik, pipa gading, keris, dan Al-Qur’an milik Bu Tien –yang ditandatangani Pak Harto.

Batu akik itu, kata Giyanto, pernah hilang. Selama 21 tahun. Baru tahun lalu ketemu lagi –dimasukkan perak dan diikat: agar tidak hilang lagi.
Kenapa wayangan nanti malam itu di Magetan?

“Di mana saja sama. Kan live streaming,” ujar Giyanto. Bahwa dalang muda itu yang dipilih? “Agar tidak mahal”. Dan lagi, “Ki Putut sudah seperti adik sendiri,” katanya.

Putut sudah mulai mendalang umur 14 tahun. Di desanya di Parang, Magetan Selatan. Tamat SMA, Putut masuk ISI Solo Jurusan Pedalangan. Lalu, lanjut S-2 jurusan Teater. “Yang linier dengan S-1 Pedalangan adalah S-2 Teater. Belum ada S-2 Pedalangan,” ujar Putut.

Tiap tahun organisasi HMS mengadakan acara seperti itu. Bahkan juga di setiap hari meninggalnya Pak Harto dan Ibu Tien. “Keluarga Pak Harto mendukung sekali. Mbak Tutut, Mbak Mamik, Mbak Titik, semuanya mendukung. Kami tidak pernah merepotkan mereka. Ini organisasi ikhlas. Tidak pernah bikin proposal. Tidak pernah ngamen,” ujar Giyanto.

Yang paling Giyanto ingat dari kamar tidur Pak Harto adalah: kamar mandinya pakai gayung. (*)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button