Disway

Dua Waswas

Itulah waswas yang pertama. Yakni waswas pada pengawasan bandara dan pelabuhan. Pengawasan di garis depan harus tidak bisa ditawar-tawar dan disogok-sogok.

Berita meninggalnya Gunawan Tjandra beredar sangat luas. Dari WA ke WA. Tanpa ada klarifikasi kebenaran penyebab sesungguhnya: kena Covid gelombang baru atau sakit jantung. Atau dua-duanya. Meninggalnya adik Djoko Tjandra –yang pernah lama jadi buron– itu disebutkan akibat varian baru Covid-19. Padahal Gunawan dikatakan sudah vaksinasi dua kali.

Putri almarhum A.M. Fatwa, Dian Islamiati, yang saya tulis di Disway dua hari lalu, juga terkena varian baru. Padahal enam bulan lalu dia sudah sembuh dari Covid. Belum diketahui varian yang mana. Dua hari terakhir WA saya sempat tidak dibalas. Saya pun sangat mengkhawatirkannya. Barulah kemarin Dian membalas dengan WA pendek sekali. “Memburuk. Dipindah ke HCU. Saturasi tinggal 82,” tulisnya.
Kalau saja kita berhasil terhindar dari gelombang baru Covid-19 harapan ekonomi bisa tumbuh akan terkabul.

Berita Terkait

Waswas yang kedua: apakah bank berani mulai mengucurkan kredit. Baik investasi maupun modal kerja. Sepanjang bank masih mementingkan bisnis dengan Bank Indonesia –dengan cara lebih memilih menggunakan likuiditas untuk membeli surat utang BI–, maka was-was itu akan jadi kenyataan.

Kita belum punya alat pengungkit pertumbuhan lainnya. Memang ekspor kita semakin baik. Terutama oleh kenaikan harga sawit dan kenaikan angka ekspor besi/baja (baca: nikel).

Investasi besar-besaran di industri pengolahan nikel kelihatannya telah mulai membuahkan hasil.
Lihatlah angka dari Cyrillus ini: pada 2019 neraca impor-ekspor besi/baja kita masih defisit USD 3 miliar. Tahun lalu sudah surplus USD 4 miliar.

“Rasanya surplus kita akan berlangsung agak panjang. Berkat pengolahan nikel,” ujar Cyrillus yang alumnus UGM (akuntansi) itu –yang gelar doktornya dari Vanderbilt University, Nashville, Amerika Serikat.
Para pelaku bisnis tampaknya masih harus terus pasang mata dan telinga. (*)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button