Disway

Robinhood GameStop

Pasar modal sudah memenuhi kewajibannya: menyetop perdagangan saham tidak wajar itu. Tapi kemudian, sesuai dengan peraturan, harus membukanya kembali.

Publik ternyata tidak peduli. Apalagi, hari itu, ada postingan misterius dari orang terkaya di dunia sekarang ini: Elon Musk, pemilik Tesla.

Postingan Elon Musk itu hanya satu kata. Tapi menggemparkan. Dan membuat harga saham GameStop langsung meroket lagi. Postingan itu bunyinya hanya begini: “GameStop!”.

Berita Terkait

Hanya Elon Musk yang tahu apa makna postingannya itu. Tapi publik terpana. Dan menubruk saham GameStop secara lebih liar.

Harga pun menjadi USD 347,51. Tidak masuk akal. Bahkan pada jam tertentu sempat melampaui angka USD 450.

Sebetulnya itu baik-baik saja. Kalau uang yang dipakai membeli saham itu uang beneran. Dari tabungan atau uang lebih.

Tapi yang dipakai membeli saham itu adalah saham pinjaman. Dengan harapan begitu harga naik sedikit, saham itu segera dijual. Untuk mengembalikan pinjaman. Sambil mengambil labanya.
Itulah praktik yang disebut short selling.

Jadi untuk membeli saham itu mereka tidak harus punya uang. Mereka hanya perlu punya otak dan nyali.
Begitulah, akhirnya seperti ponzi. Harga saham terus naik –karena semakin banyak yang berkepentingan agar harga itu terus naik.

Banyak sekali perusahaan yang terjepit dalam situasi seperti itu. Yakni perusahaan keuangan yang mengkhususkan diri pada bisnis hedging –lindung nilai. Transaksi itu umumnya di-hedging-kan.

Sampailah pada Kamis (28/1/2021) lalu. Ketika broker saham online Robinhood menghentikan Apps transaksi saham GameStop-nya. Dunia seperti berhenti berputar. Yang tiba-tiba pusing ribuan jumlahnya. Yang dalam posisi rugi itu tadi: sampai Rp1.000 triliun.

Rugi Rp1.000 triliun bukan sekali ini. Juga bukan yang terbesar. Dan ke depan pun masih akan terus ada.
Ada sisi baiknya: untuk sementara mereka melupakan derita Covid-19.

Bahkan Republik dan Demokrat tiba-tiba bersatu. Khususnya antara Ted Cruz –Republik-Texas– dengan Alexandria Ocasio-Cartez –Demokrat-New York.

Keduanya sudah lebih seminggu ini perang mulut. “Nyawa saya hampir saja hilang,” ujar Alexandria. Maksudnya, saat gedung Capitol diduduki pendukung Donald Trump pada 6 Januari 2021, Alexandria termasuk salah satu yang akan dibunuh.

Ted Cruz dianggap mendukung gerakan menduduki Capitol itu. Maka Alexandria minta agar Cruz mengundurkan diri dari DPR.

Akibat GameStop ini keduanya kompak: sama-sama mengecam Robinhood. Sama-sama akan memperkarakan Robinhood.

Penghentian perdagangan saham di Apps Robinhood itu dianggap melanggar. Anti-pasar. Dan membuat ribuan orang rugi Rp1.000 triliun.

Di titik ini saya tetap mengkhawatirkan kepiawaian BUMN untuk ikut bermain di pasar modal. Bukan natural mereka untuk ikut bermain.

Hebatnya, kejadian goreng saham GameStop ini juga sama dengan kejadian di Jiwasraya: dilakukan di saat-saat pergantian presiden. (*)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button