Nasional

Dirjen Dikti: Inovasi Jangan Hanya Berhenti di Kampus

INDOPOSCO.ID – Di masa pandemi Covid-19 sampah rumah tangga menjadi masalah. Setelah pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat, masyarakat cenderung banyak tinggal di rumah. Apalagi penerapan protokol kesehatan (Prokes) memaksa masyarakat bekerja dari rumah.

“Keinginan kami untuk melakukan inovasi berawal saat memperhatikan lingkungan. Muncul masalah sampah, dari sanalah kami melakukan inovasi untuk memecahkan masalah sampah tersebut,” ujar Arzi, mahasiwa lulusan program bangun kualitas manusia Indonesia (Bangkit) dalam acara daring, Kamis (15/7/2021).

Ia menuturkan, produksi sampah rumah tangga meningkat. Dan, cenderung masyarakat hanya membuangnya begitu saja.

“Kami melakukan interview, mencari akar masalah dan kami kembangkan melalui aplikasi,” katanya.

“Masalah sampah saat ini parah, dan berkat inovasi kami bisa menyelesaikan masalah sampah,” sambungnya.

Hal yang sama dikatakan Timotius Haniel. Di tengah pandemi Timotius tetap bersemangat melakukan inovasi. Ia melihat muncul banyak masalah di masa pandemi saat ini.

“Kami melakukan inovasi memecahkan masalah. Kami interview teman secara daring, apa yang dibutuhkan dan kami realisasikan. Dan kebutuhan mereka menjadi akar masalah kami,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset, Teknologi (Kemendikbudristek) Prof Nizam mengaku bangga dengan inovasi yang dilakukan para mahasiswa.

“Kami apresiasi atas 15 projek inovasi yang terpilih. Kami berikan dukungan dana implementasi inovasi model bisnis menjadi startup baru,” ujarnya.

Ia menginginkan, inovasi perguruan tinggi jangan hanya berhenti di kampus. Tetapi harus memiliki dampak bagi pembangunan sosial, industri dan pembangunan ekonomi.

“Kami akan dukung dengan dana akselerasi, agar inovasi tersebut dihilirisasikan,” katanya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button