Nusantara

Dipimpin Wahidin, Banten Jadi Daerah dengan Kemiskinan Terendah Kedua di Jawa

INDOPOSCO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) kembali mengeluarkan data penduduk miskin bahwa kemiskinan di Indonesia meningkat.

Namun bagi warga Banten, data kemiskinan terbaru tersebut menggembirakan sebab sebagai provinsi termuda, angka kemiskinannya justru berada dalam posisi dua terendah di bawah DKI Jakarta dan nomor 8 untuk seluruh Indonesia.

Berdasarkan data BPS, angka terendah kemiskinan di Pulau Jawa ditempati DKI Jakarta dengan persentase sebesar 4,69% , Banten sebesar 6,63%, Jawa Barat sebesar 8,43%, Jawa Timur sebesar 11,46%, Jawa Tengah sebesar 11,84% dan Yogyakarta sebesar 12,80%.

Sementara untuk posisi 10 besar angka kemiskinan terendah secara Nasional, Bali menempati posisi terbaik dengan 4,45%, DKI Jakarta sebesar 4,69%, Kalimantan Selatan sebesar 4,83%, Kep. Bangka Belitung sebesar 4,89%, Kalimantan Tengah sebesar 5,26%, Kepulauan Riau sebesar 6,13%, Sumatera Barat sebesar 6,56%, Banten sebesar 6,63%, Kalimantan Timur sebesar 6,64% dan Maluku Utara sebesar 6,97 %.

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dalam telekonferensi di Forum Renja OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Bidang Kesejahteraan Sosial Tahun 2021, menyatakan penanganan kemiskinan sudah menjadi tugas dan amanah yang harus diemban dirinya sejak terpilih menjadi Gubernur Banten 2017 lalu.

“Banyak program bantuan sosial bagi keluarga miskin kami kucurkan, termasuk kepada mereka yang terdampak Covid-19 di Provinsi Banten. Bantuan sebesar Rp. 600.000 per KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang mencapai 421.177 kepala keluarga di Provinsi Banten kita kucurkan. Program bantuan jaminan sosial lainnya pun kit salurkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH),” ujar Mantan Wali Kota Tangerang ini.

Dia menyatakan, Pemprov Banten mengalokasikan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp. 56,460 miliar pada APBD 2021. Sebagian dari bansos tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. Antara lain untuk Jaring Pengamanan Sosial (JPS), program Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu), pengamanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak Covid-19. (yas)

Sponsored Content
Back to top button