Nusantara

Diduga Ada Pemalsuan Dokumen Pengajuan NPSN Sekolah Filial di Banten

INDOPOSCO.ID – Banyaknya sekolah jauh atau filial SMA dan SMK Negeri di Provinsi Banten yang sudah mendapatkan Sertifikat Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) disoal.

Pasalnya, sekolah-sekolah negeri milik Pemprov Banten yang sudah mendapatkan sertifikat NPSN itu masih berstatus menumpang di gedung SD dan SMP milik Kabupaten/Kota.

Dalam catatan INDOPOSCO antara lain SMAN 30 Kabupaten Tangerang, SMAN 3 dan 4 Panggarangan, dan SMKN 4 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak yang hingga ini masih berstatus numpang di gedung SD dan SMP milik pemerintah daerah setempat.

“Setahu saya, NPSN itu bisa diproses oleh Kemendikbud berdasarkan usulan dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten ataupun Provinsi, apabila sekolah itu sudah memiliki SIOP (Surat Izin Operasional Sekolah), titik koordinatnya jelas, lahannya ada, serta ada plang dan gedung sekolah,” terang Moch Ojat Sudrajat, pengamat Pendidikan Banten kepada INDOPOSCO, Senin (9/8/2021).

Ketika disinggung, apakah ada kemungkinan dugaan pemalsuan dokumen untuk porses mendapatkan NPSN ke Kemendikbud, Ojat tak mau berandai-andai.

”Kalau kita melihat persyaratan untuk mendapatkan NPSN harus ada tiitk koordinaat sekolah, plang dan gedung sekolah, kemungkinan itu bisa iya dan bisa tidak. Sebab, tidak mungkin satu gedung sekolah ada dua NPSN,” ungkap Ojat.

“Sekarang coba lihat, ada nggak sekolah swasta yang berstatus numpang bisa mendapatkan sertifikat NPSN dari Kemendikbud,” sambungnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Tabrani yang dikonfirmasi INDOPOSCO terkait banyaknya sekolah jauh atau filial di Provinsi Banten yang belum jelas kapan sekolahnya akan dibangun, namun sudah memperoleh sertifikat NPSN tidak bersedia memberikan klarifikasi.

Pertanyaan tertulis yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp pribadinya, meski sudah dibaca dengan dua tanda centang hingga kini juga belum berbalas.

Demikian juga, Sekretaris Dindikbud Banten Taqwim yang dikonfirmasi media ini, terkait banyaknya sekolah filial yang sudah memiliki NPSN, meski belum memiliki gedung dan lahan sendiri, juga tidak memberikan penjelasan meski pesan yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp sudah dibaca.

Kepala Sekolah SMAN 1 Panggarangan, Kabupaten Lebak, Ujang Wintawi yang menjadi sekolah induk SMAN 3 dan 4 Panggarangan, ketika dikonfirmasi menjelaskan, dasar pihaknya mengajukan NPSN SMAN 3 dan 4 Panggarangan, karena pihaknya sudah mendapatkan kepastian lahan sekolah yang akan dibangun tahun ini, yakni, lahan hibah dari Pemprov Banten.

”Kalau untuk SMAN 3 dan 4 akan dibangun pada bulan Oktober tahun ini. Dari rencana semula anggaran Rp 15 miliar, namun karena terkena refocusing 50 persen, sehingga pembangunannya akan dilanjutkan tahun anggaran 2022,” jelasnya.

Berdasarkan catatan INDOPOSCO sejumlah sekolah SMAN/SMKN di Banten yang masih berstatus numpang yang sudah mendapatkan NPSN yaitu, SMAN 2 Muncang NPSN 70011599, SMAN 3 Panggarangan NPSN 70011604, SMAN 4 Panggarangan NPSN 70011607.

Selain itu, SMAN 4 Rangkasbitung NPSN 70011680, SMAN 2 Cijaku NPSN 70011600, SMAN 1 Cirinten NPSN 70011608, SMKN 1 Sajira NPSN 70011664, SMKN 1 Maja NPSN 70011614, SMKN 1 Kalanganyar NPSN 70011591.

Sementara di Kabupaten Tangerang ada SMAN 31 Kabupaten Tangerang NPSN 70011662, SMKN 32 Kabupaten Tangerang NPSN 70011668, dan di Pandeglang SMAN 15 Pandeglang NPSN 70011509, SMKN 16 Pandeglang NPSN 70011552 dan SMKN 17 Pandeglang NPSN 70011543.

Sebagaimana diketahui, pengajuan NPSN mengacu kepada Permendikbud No 99 tahun 2013 tentang tata kelola teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan Kemendikbud, dengan syarat Fotocopy dan Softcopy Surat Izin Pendirian Sekolah (SIOP), Fotocopy dan Softcopy Foto Gedung Sekolah, Foto Plang Sekolah, dan Fotocopy dan Sofcopy Surat Rekomendasi dari Kepala Desa sesuai saat pengajuan SIOP. (yas)

Sponsored Content
Back to top button