Headline

Dicap Teroris, OPM Makin Kehilangan Pamornya di Masyarakat

INDOPOSCO.ID – Pelabelan teroris terhadap komplotan separatis di Papua rasanya sudah tepat, jika melihat rekam jejaknya yang brutal dan bukan hanya menyasar aparat, tetapi juga masyarakat.

Sehingga aparat cukup berhasil memisahkan kelompok tersebut dengan warga sipil. Pemisahan itu dilakukan agar warga sipil tidak dijadikan tameng.

“Benar, karena masyarakat tidak takut lagi memberi info tentang keberadaan teroris organisasi Papua merdeka (OPM) itu,” kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III TNI Kolonel CZI Gusti Nyoman Suriastawa melalui gawai, Senin (7/6/2021).

Keberadaan kelompok tersebut yang kerap menebar teror dan tindakannya membabi buta, telah membuat resah masyarakat. Tindakan itu justru melawan pemerintah.

Manuver OPM selama ini mencari perhatian dunia internasional dengan menyudutkan pemerintah Indonesia. Tujuan mereka meminta merdeka penuh dari Indonesia.

“Beberapa tokoh masyarakat terang terangan menentang dan mengusir teroris OPM dari wilayahnya,” tutur Suriastawa.

Aparat gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI)/Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) hingga kini masih melakukan pengejaran dan penyisiran terhadap kelompok pro-kemerdekaan Papua, lantaran banyak melancarkan aksi kekerasan.

“OPM semakin kehilangan pamornya di masyarakat, karena aksinya selama ini memperkosa anak wanita, merampas harta warga, merampas anggaran desa yang seharusnya untuk pembangunan pedesaan,” imbuhnya.

“Merusak obyek vital yang sangat dibutuhkan rakyat Papua seperti bakar pesawat, menara komunikasi, bahkan tidak segan-segan membunuh warga,” tutur Suriastawa.

Status teroris itu merujuk pada Undang-undang nomor 5 tahun 2018 menyatakan, teroris adalah siapapun orang yang merencanakan, mengerahkan dan mengorganisasikan terorisme.

Sedangkan terorisme, setiap perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan, menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas.

Sehingga menimbulkan korban secara massal, kerusakan atau kehancuran obyek vital strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik dan internasional dengan motif ideologi, politik hingga keamanan. (dan)

Sponsored Content
Back to top button