Nusantara

Desak Kejati Usut Dugaan Korupsi di Pemprov Banten

INDOPOSCO.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Serang Raya, melakukan aksi demontrasi untuk mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten mengusut tuntas kasus korupsi di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten.

Dalam rangkaian aksinya, mereka membawa spanduk dan poster yang bertulisan kecaman terhadap pejabat yang korup. Sebab, hal itu dinilai tidak sejalan dengan selogan Pemprov Banten Iman dan Takwa.

Baca Juga: Pejabat Dinkes Banten yang Mundur Ingin Minta Maaf ke Gubernur

Mereka mendorong kasus pemotongan dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes), kasus pengadaan lahan Samsat Malingping dan pengadaan masker, diungkap aktor intelektualnya. Jangan hanya berhenti di pejabat di bawah saja.

Korlap aksi Pirdian mengaku miris dengan kondisi Peprov Banten yang tak henti-henti dengan kasus korupsi yang mendera. Bahkan persoalan hibah untuk pendidikan agama saja berani dikorupsi, seperti sudah tidak memiliki nurani.

“Urusan agama saja, uang yang harus menjunjung moral, dikhianati dikebiri. Pemprov Banten seolah membuat kebijakan paradoks, tapi pengadaan masker saja dikorupsi. Harusnya uang yang diprioritaskan masyarakat, ini dikorupsi sendiri,” katanya saat orasi di depan gerbang Kejati Banten, Rabu (2/6/2021).

Ia menuturkan, Kejati sebagai ujung tombak penegakan hukum tidak boleh diintervensi oleh siapapun. Kejati harus mampu mengusut tuntas dalang dibalik tiga kasus korupsi. Sehingga, hal ini tidak terulang lagi dikemudian hari.

“Motto iman dan takwa hanya dijadikan gedung kezoliman kawan-kawan. Kita sama-sama amini pemerintah telah rapi membohongi rakyat,” ungkapnya.

Yang lebih menarik hari ini, lanjut dia, Banten dihadapkan dengan fenomena pengunduran diri serentak dari pejabat Dinkes Banten. Pihaknya menilai, pasti ada persoalan besar yang terjadi ditubuh intenal Dinkes Banten. Mengingat, para pejabat itu menyebutkan secara jelas bahwa kerjanya diintimidasi oleh pimpinannya.

“Ini sangat menarik tiba-tiba eselon III dan IV mengundurkan diri, ini ada apa? karena mereka tertulis bekerja terindimidasi sehinga terang benderang kasus ini, dan bisa terbongkar siapa aktor intelektual,” paparnya.

Kemudian pada persoalan dana hibah, pihaknya berharap tidak ada eksploitasi terhadap pesantren dan kiyai.

“Karena mereka korban. Harapan kita semua bisa diungkap, karena mencederai Banten yang religius, miris sekali melihat kondisi saat ini,” tuturnya.

Di sisi lain, pihaknya medorong Gubernur Banten untuk dilakukan pemeriksaan guna mengungkap tabir kasus pemotongan dana hibah Ponpes.

“Jikalau memang gubernur perlu diperiksa, maka Kejati akan memeriksanya begitu. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Kejati apa perlu gubernur diperiksa,” pungkasnya. (son)

Sponsored Content
Back to top button