Headline

Data WHO, Vaksinasi di Indonesia Banyak Ketimpangan

INDOPOSCO.ID – Pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi untuk membentuk herd imunity secara nasional. Relawan Data Lapor Covid-19 Ahmad Arif mengatakan, ada beberapa catatan mengenai cakupan vaksinasi.

Menurut WHO, dikatakan Arif, dari 23,4 persen hanya 14 persen vaksinasi menyasar masyarakat lanjut usia (lansia). Padahal, semestinya usia tersebut harus mendapat prioritas vaksinasi Covid-19.

“Harusnya lansia jadi prioritas. Karena mereka paling berisiko kalau terpapar Covid-19,” kata Ahmad Arif dalam acara daring, Sabtu (17/7/2021).

“Ini harus jadi perhatian pemerintah. Karena laporan WHO sebelumnya ada ketimpangan vaksin yang luar biasa. Ada daerah yang tingkat vaksinasi tinggi, sementara ada daerah yang tingkat vaksinasi masih rendah,” imbuhnya.

Ketimpangan vaksinasi tersebut, masih ujar Arif dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan sektor pariwisata. Seperti Bali dan Jawa tingkat vaksinasi di sana sudah tinggi. Sementara vaksinasi di Aceh dan Papua, tingkat vaksinasi masih rendah.

“Bahkan di Aceh, tingkat vaksinasi untuk tenaga kesehatan (Nakes) masih sedikit. Ada 6 ribuan Nakes belum dapat vaksinasi. Ini jadi problem yang sangat serius,” ungkapnya.

Masalah krusial lainnya terkait pelaksanaan vaksinasi, ditambahkan Arif, antrean vaksinasi yang tinggi seperti di Jakarta bisa menjadi tempat penularan Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih memperhatikan pelaksanaan vaksinasi dengan baik.

“Ini harus dipikirkan, jangan sampai proses vaksinasi jadi klaster penularan virus Covid-19,” ucapnya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button