Ekonomi

Data Penjualan Ritel AS Membaik, Rupiah Justru Diprediksi Tertekan

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan diprediksi tertekan seiring membaiknya data penjualan ritel Amerika Serikat. Rupiah pagi ini bergerak melemah 15 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp14.268 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.253 per dolar AS.

“Dolar AS menguat semalam pascamembaiknya data penjualan ritel AS bulan Agustus yang menunjukkan kenaikan, yang dirilis semalam. Data ini mengalami penurunan pada bulan sebelumnya,” tutur pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Penjualan ritel periode Agustus naik 0,7 persen (yoy) dibandingkan Juli minus 1,8 persen (yoy) didorong belanja terkait kebutuhan sekolah serta pembayaran kredit pajak anak.

Menurut Ariston, hasil yang positif itu akan mendukung ekspektasi pelaksanaan pengetatan moneter AS tahun ini.

Pekan depan, The Fed akan melangsungkan rapat kebijakan moneter. Ariston menilai pelaku pasar kemungkinan akan mengantisipasi hasil rapat kalau bank sentral mengindikasikan kebijakan tapering dilakukan tahun ini.

“Ekspektasi pengetatan moneter akan mendorong penguatan dolar AS karena pengurangan likuiditas dolar AS di pasar,” ucap Ariston dikutip Antara.

Hari ini, lanjut Ariston, nilai tukar rupiah berpotensi tertekan terhadap dolar AS dengan sentimen tersebut.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button