Nasional

Catat! KAJJ Hanya Boleh Buat Pekerja Kritikal dan Esensial Sampai 25 Juli

INDOPOSCO.ID – Memasuki lebaran iduladha 1441 hijriah, PT. Kereta Api Indonesia mengeluarkan kebijakan baru untuk Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). Kebijakan itu akan berlaku hingga 25 Juli 2021.

Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa mengatakan, hanya akan ada empat sampai lima KAJJ yang berangkat dari Stasiun Gambir. Kemudian, lima sampai enam KAJJ per hari diberangkatkan dari Stasiun Pasarsenen. Jumlah itu dikurangi dari biasanya delapan sampai 10.

Sehingga, secara keseluruhan jumlah KA yang beroperasi dimasa pandemi hanya sekitar 40 persen dari program jumlah KA atau yang diberangkatkan pada masa sebelum pandemi.

“Pembatasan jumlah perjalanan tersebut juga dilakukan sepanjang masa libur keagamaan idul adha 1442 H yakni mulai tanggal 20 sampai 25 Juli 2021. Pada periode tersebut sejumlah persyaratan perjalanan yang lebih ketat juga diberlakukan,” katanya, Senin (19/7/2021).

Ia menerangkan, sesuai aturan yang nerlaku, perjalanan KAJJ hanya diperbolehkan bagi pelaku perjalanan yang bekerja di sektor esensial dan kritikal. Tapi, bagi yang memiliki kepentingan mendesak dengan usia di atas 18 tahun, diperbolehkan.

Sesuai Instruksi Mendagri Nomor 18 Tahun 2021, bidang yang menjadi sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, dan Industri orientasi ekspor.

Sementara sektor kritikal adalah kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi, makanan minuman dan penunjangnya, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar.

“Sedangkan yang dimaksud dengan Kepentingan Mendesak yaitu pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang, dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal lima orang,” terangnya.

Bagi calon penumpang, persyaratan yang harus dipenuhi yaitu, surat tanda registrasi pekerja atau surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. Selain itu, juga dapat menggunakan surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon II.

Di sisi lain, bagi pelanggan dengan kepentingan mendesak dibuktikan dengan menunjukkan surat rujukan dari Rumah Sakit atau surat pengantar dari perangkat daerah setempat, atau surat keterangan kematian, atau surat keterangan Lainnya.

“Selain kelengkapan administrasi surat menyurat, yang harus ditunjukkan kepada petugas pemeriksa KAI, setiap pelanggan KAJJ diharuskan juga menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan,” jelasnya.

Khusus pelanggan KAJJ di Pulau Jawa, yang sudah divaksin pertama dalam bentuk Kartu Vaksinasi, e-sertifikat maupun bukti vaksin elektronik lainnya yang menyatakan telah disuntik vaksin minimal vaksin dosis pertama, bisa menikmati perjalanan.

“Syarat Kartu Vaksinasi dikecualikan bagi pelanggan yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter spesialis dan pelanggan dengan lepentingan mendesak,” paparnya. (son)

Sponsored Content
Back to top button