Headline

Catat, Ini Empat Aspek yang Wajib Diperhatikan Saat Menjalankan Isolasi Mandiri

INDOPOSCO.ID – Penuhnya tingkat keterisian tempat tidur pasien positif Covid-19 di rumah sakit (RS) dan rumah singgah, membuat masyarakat yang memiliki gejala corona terpaksa melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Perawatan secara mandiri itu perlu diperhatikan, karena tanpa bimbingan dari tenaga kesehatan. Tidak boleh makan makanan yang sembarangan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Bukan hanya masalah kebutuhan gizi. Ternyata, pasien yang sedang isoman harus memperhatikan lingkungan rumah, agar tidak menularkan kepada anggota keluarga.

Karena biasanya, isoman dilakukan selama sepekan sampai 10 hari untuk pasien yang tidak bergejala. Sementara 14 hari bagi yang bergejala ringan, dengan catatan tiga hari terakhir sudah tidak ada gejala yang muncul.

Dalam melakukan isoman, setidaknya ada empat aspek yang wajib dijalankan. Hal itu diungkapkan oleh Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) dr. Arief Bakhtiar.

1. Rutin Lakukan Evaluasi Kesehatan

Arief mengatakan, evaluasi kesehatan sangat penting dilakukan selama menjalani isoman. Evaluasi dapat dilakukan dengan memantau suhu badan dan mengukur saturasi oksigen pada pasien.

“Jika dalam 2 sampai 3 hari ke depan gejalanya semakin memburuk, ya isolasi mandirinya jangan dilanjutkan, segera ke rumah sakit,” katanya, Kamis (15/7/2021).

2. Sediakan Fasilitas Mumpuni

Ia menyebutkan, pasien harus memperhatikan tempat tinggal atau rumah dalam kondisi mumpuni selama isoman. Setidaknya ada kamar tersendiri bagi pasien isoman.

Selain itu, idealnya ruang isoman memiliki ventilasi yang baik seperti jendela. Sedangkan ruangan tertutup ber-AC akan semakin menambah konsentrasi virus di udara.

“Lebih baik lagi jika ada 2 kamar mandi, sehingga salah satunya dapat digunakan khusus untuk pasien yang sakit,” tuturnya.

3. Terapkan Protokol Kesehatan

Selama masa isoman, semua anggota rumah wajib menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Termasuk selalu memakai masker.

Di sisi lain, disinfeksi juga perlu dilakukan pada tempat-tempat yang sering disentuh, seperti pintu, pagar, dan meja.

Untuk makan pasien, lebih baik diantar dengan menggunakan alat makan sekali pakai. Jika pasien isoman adalah orang tua, maka kemungkinan perlu perawatan dari orang lain.

“Yang merawat adalah orang yang betul-betul sehat. Karena si perawat ini sudah termasuk dalam orang-orang yang kontak berat, maka harus menjalani proses isolasi juga,” paparnya.

4. Kontak Fasilitas Medis

Sebelum isoman, pastikan pasien atau keluarga memiliki kontak dengan tenaga medis atau fasilitas kesehatan. Tujuannya, jika sewaktu-waktu keadaan pasien memburuk, dapat melakukan konsultasi dengan pihak medis.

Menurut Arief, isoman bukan berarti benar-benar terisolasi. Tatap muka dengan anggota keluarga masih bisa dilakukan. Namun, jaraknya harus tetap berjauhan tidak kurang dari dua meter.

“Penting untuk disadari bahwa jangan memaksakan isoman. Jika ada perburukan, ya sudah, harus ke rumah sakit atau usahakan ada pertolongan dari pihak medis,” tutupnya. (son)

Sponsored Content
Back to top button