Gaya Hidup

Cara Tangani Alergi Bahan Makanan pada Anak

INDOPOSCO.ID – Dokter spesialis anak Rini Sekartini membagikan tips pada orang tua untuk mengatasi alergi kandungan makanan atau pun minuman pada anak agar anak senantiasa aman serta tidak lagi mengalami kondisi serupa.

“Orang tua wajib mengidentifikasi, sebenarnya anak itu alerginya apa sih? Jika dia alergi susu sapi pada saat bayi, dia bisa minum susu soya. Nah setelah menginjak satu tahun boleh kita kenalkan dengan kandungan susu,” tutur Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jakarta itu dalam webinar, Sabtu (24/7).

Langkah serupa juga dapat dilakukan pada anak yang mengalami alergi kandungan bahan makanan tertentu.

Sebagai contoh anak yang alergi pada boga bahari maupun seafood, ada baiknya konsumsi seafood tidak diberikan selama satu tahun kepada anak sesudah mengalami alergi.

Namun setelah lewat satu tahun anak bisa mulai mencoba sedikit-sedikit makanan laut untuk menyesuaikan diri didampingi dengan observasi pada anak.

Apabila ternyata kondisi alergi masih muncul, orang tua dapat mencari alternatif lain.

Seperti misalnya makanan laut yang kaya protein dapat diganti dengan bahan makanan lainnya yang memiliki protein seperti ayam maupun sapi.

“Kalau misalnya alergi itu biasanya tidak alergi secara keseluruhan. Misalnya untuk protein itu makanan laut dia alergi, tapi dapat diganti oleh ayam maupun sapi. Tapi sambil dilakukan observasi, umumnya alergi itu muncul gatal, batuk-batuk, bentol-bentol, itu yang perlu diobservasi,” tutur dokter Rini, dikutip dari Antara.

Ada juga reaksi alergi pada anak sama halnya seperti orang dewasa timbul karena adanya alergen dan antibodi pun meresponnya akibatnya munculah tanda-tanda alergi seperti bentol, gatal, bersin-bersin, hingga batuk- batuk.

Umumnya pada anak, alergi didominasi dari faktor genetik serta berasal dari 2 faktor makanan serta yang bukan makanan.

Sebagian makanan yang umumnya menjadi alergen pada anak di antara lain seperti susu sapi, ikan atau seafood, telur, serta kacang.

Sedangkan dari faktor bukan makanan seperti tungau, debu, bulu hewan, serbuk sari, atau pun zat kimia seperti sabun. (mg2)

Sponsored Content
Back to top button