Nusantara

Cabuli Santri, Pimpinan Ponpes Lebak Digerebek Warga

INDOPOSCO – Masyarakat Kampung Bahbul menggerudug Pondok Pesantren SMH yang berada di kampung itu. Kedatangan puluhan warga karena emosi dan geram terhadap Pimpiman Ponpes berinisial S yang berlokasi di Kampung Bahbul Rt 17 Rw 05, Desa Cimangeunteung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak yang diduga melakukan percabulan terhadap santriwatinya, Rabu (21/7/2021).

Warga menyebut pencabulan dilakukan yang Pimpinan Ponpes tersebut Ustaz S kepada beberapa orang Santri wanitanya. Kedatangan warga tersebut sebagai bentuk kekecewaan warga atas dugaan perlakuan kurang senonoh ( amoral ) yang dilakukan oleh Pimpinan Pondok Pesantren itu.

“Kami datang untuk meminta tanggung jawab yang bersangkutan atas tindakan amoral yang dia lakukan. Masyarakat kecewa karena S adalah tokoh agama di sini,” papar seorang warga bernama Muis.

Muis menyatakan berdasarkan laporan dan pengakuan beberapa orang korban ( Santriwati ) yang mengaku telah menjadi korban tidakan itu dilakukan S dalam beberapa kesempatan.
Salah seorang santriwati berinisial M (13) mengaku telah menjadi korban aksi cabul sang guru ngaji beberapa kali. Percabulan itu dilakukan di dapur Ponpes dan saat diajak ke undangan di sebuah tempat. Menurutnya, sebelum mencabuli guru ngaji suka memberikan uang Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

“Suka dikasih uang sama Abah (oknum ustad), kadang 50rb kadang 100rb. Habis itu, saya langsung dicium, terus payudara saya dipegang dan diraba-raba sama Abah, pernah juga waktu itu saya diajak kondangan, pas dalam mobil kaki dan paha saya diraba,” ujarnya singkat.
Kepala Desa Cimangeunteung Dedi sumarno mengatakan kejadian tersebut berawal dari laporan beberapa santri wanita kepada orang tuanya.

“Iya kita Pemerintahan Desa mendapat laporan dari beberapa warga, bahwa telah terjadi dugaan Abmoral yang dilakukan oknum pimpinan pondok terhadap beberapa santrinya, karena kita khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan, maka kami berkordinasi dengan jajaran Kepolisian Polres Lebak,” tutur Dedi.

“Alhamdulillah berkat kesigapan aparat Kepolisian dibantu oleh Babinsa emosi warga dapat diredam dan yang bersangkutan langsung diamankan oleh Polres Lebak,” katanya. (yas)

Sponsored Content
Back to top button