Nusantara

BPBD Penajam Ingatkan Kerawanan Kebakaran Lahan Gambut

INDOPOSCO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mengingatkan semua pihak atas kerawanan kebakaran pada lahan gambut, karena sekarang masih musim kemarau.

“Kabupaten PPU memiliki sekitar 1.400 hektare lahan gambut. Lahan gambut tersebut rawan terbakar karena sekarang masuk musim gersang,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten PPU Nurlaila seperti dikutip Antara, Kamis (22/7/2021).

Saat ini memang cuaca dingin karena meski musim kemarau, tapi jarak matahari dengan bumi berada di titik terjauh. Namun demikian, bagian bawah gambut masih kering sehingga tingkat kerawanan kebakaran lahan gambut tetap ada.

Kewaspadaan terhadap lahan gambut menjadi penekanan karena jika ada titik api di lahan gambut akan cepat menyebar, mengingat bagian bawah gambut banyak biomassa kering yang mudah terbakar.

Meski demikian, kewaspadaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di luar lahan gambut juga tetap menjadi perhatian, sehingga semua pihak pun diminta waspada, karena risiko karhutla tidak bisa dianggap remeh.

Seperti beberapa hari ditemukan titik api di lahan bukan gambut, yakni di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku. Bersyukur saat didatangi petugas, titik api tersebut sudah hilang karena padam.

Ia menuturkan, jumlah lahan gambut di PPU yang sekitar 1.400 hektare tersebut umumnya berada di kawasan pesisir, terutama di Kecamatan Penajam yang tersebar pada sejumlah desa dan kelurahan.

Rinciannya adalah di Kelurahan Petung ada sekitar 700 ha lahan gambut, Kelurahan Nenang sekitar 400 ha, dan di Desa Giri Purwa ada sekitar 200 ha.

“Sedangkan sisanya tersebar di kawasan lain seperti di Kelurahan Saloloang yang masih masuk Kecamatan Penajam, kemudian sebagian di Kecamatan Waru dan Kecamatan Babulu,” ujar Nurlaila.

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla, ia mengaku BPBD PPU bersama pihak terkait telah beberapa kali melakukan pertemuan, bahkan pertemuan juga dilakukan dengan aparatur di kecamatan, desa, dan kelurahan. (mg1/wib)

Sponsored Content
Back to top button