Nusantara

BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi di Lombok

INDOPOSCO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat untuk mewaspadai tinggi gelombang hingga mencapai dua meter lebih di Selat Lombok bagian Utara dan Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

BMKG dalam laman resminya yang terpantau di Jakarta, Sabtu (17/7) menyebutkan, selain perairan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, gelombang tinggi juga akan terjadi di perairan Indonesia lainnya, yakni Selat Malaka bagian Utara, Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan P. Enggano-Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda bagian Barat dan Selatan, Perairan selatan Jawa hingga P. Sumba.

Selat Sumba bagian Barat, Laut Sawu, Perairan selatan Pulau Sawu-Pulau Rotte-Kupang, Samuderara Hindia Selatan Jawa Barat hingga NTT, Laut Sulawesi, Perairan Utara dan Selatan Sulawesi Utara, Perairan Kep. Sitaro, Perairan Bitung-Likupang, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Maluku.

Selain itu di Perairan utara Halmahera, Perairan Sorong, Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua, Laut Banda, Perairan selatan Kep. Babar- Kepulauan Tanimbar, Perairan selatan Kepulauan Kai-Kep. Aru, Laut Arafuru.

Tinggi gelombang laut atau perairan diprakirakan mencapai 2,5 meter hingga 4 meter.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam siaran persnya, Kamis (15/ 7) mengatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Kondisi itu, lanjut dia, diperkuat oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin di wilayah Indonesia.

Selain itu, terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dapat mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Berdasarkan analisis terhadap perkembangan dinamika atmosfer tersebut, kata Guswanto, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas sedang dan lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah. (mg1)

Sponsored Content
Back to top button