Nasional

Bea Cukai Fasilitasi Ekspor Komoditas Perkebunan

INDOPOSCO.ID – Pandemi Covid-19 berdampak nyata pada seluruh aspek kehidupan perekonomian nasional. Mengatasi hal tersebut, Bea Cukai, dalam peranannya sebagai trade facilitator dan industrial assistance, telah menyiapkan berbagai program relaksasi dan kemudahan, baik dalam hal prosedural maupun fiskal. Fasilitas ini bertujuan untuk mendorong kinerja ekspor nasional sebagai cara Bea Cukai dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Salah satu sektor yang difasilitasi ekspornya oleh Bea Cukai ialah pertanian dengan sub sektor perkebunan.

Upaya fasilitasi hingga asistensi terhadap para eksportir dan calon eksportir komoditas perkebunan pun makin digalakkan Bea Cukai. Hal ini didasari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat ekspor perkebunan pada periode Januari-Oktober 2020 sebesar 359,5 triliun rupiah atau naik 11,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yaitu sebesar 322,1 triliun. Nilai tersebut menunjukkan sektor subsektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar ekspor di sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 90,92 persen.

“Kantor-kantor pelayanan Bea Cukai di berbagai daerah tengah mengoptimalkan upaya penanganan ekspor perdana komoditas perkebunan, seperti yang dilaksanakan Bea Cukai Ambon yang telah memfasilitasi ekspor perdana pala di akhir Maret 2021. Pada tanggal 9 April 2021, komoditas tersebut telah ditangani secara bersama oleh Bea Cukai Ambon, Bea Cukai Tanjung Perak, Karantina Pertanian Ambon dan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya, sebelum masuk pelabuhan muat ekspor di Tanjung Perak, Surabaya,” ungkap Kepala Seksi Humas Bea Cukai, Sudiro, pada Kamis (15/04).

Menurutnya, sinergi antarinstansi dan antarkantor pelayanan Bea Cukai dalam mendorong ekspor menjadi sangat bearti. “Di Pelabuhan Tanjung Perak, muatan ekspor pala dari Ambon dipindah ke kontainer internasional. Semua barang yang ada di dalam eks kontainer lokal dipindah semua ke kontainer internasional sesuai yang diberitahukan pada dokumen ekspor. Fumigasi langsung diawasi Karantina Pertanian Ambon yang berkolaborasi dengan BBKP Surabaya. Ketika sinergi terjalin dengan baik, ekspor pun semakin melesat,” lengkapnya.

Selain pala dari Ambon, komoditas perkebunan yang juga difasilitasi ekspor perdananya adalah buah pinang. Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Riau dan Bea Cukai Pekanbaru menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan asistensi dan membina perusahaan untuk dapat mengekspor produknya dengan memanfaatkan fasilitas pusat logistik berikat (PLB).

“Dari PLB PT Surya Inti Primakarya (SIP) pada tanggal 1 April 2021 telah diekspor 27.000 kg buah pinang kering (betel nut) milik CV Pinang Super senilai USD52,380 yang dikemas dalam 338 kantung. Komoditas tersebut diangkut melalui Pelabuhan Belawan menuju Pelabuhan Songkhla di Thailand,” kata Sudiro.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button