Nasional

Bea Cukai Bersinergi Gagalkan Peredaran Narkotika di Bogor dan Tarakan

INDOPOSCO.ID – Penyelundupan narkotika masih terus terjadi meskipun pandemi Covid-19 tengah melanda. Terhambatnya arus barang dan kegiatan orang tidak mengentikan niat para oknum penyelundup untuk mengedarkan narkotika. Pengawasan juga secara kontinyu dilakukan Bea Cukai sebagai salah satu aparat penegak hukum yang memiliki kewenanangan dalam melakukan penindakan terhadap peredaran narkotika.

Penindakan kali ini kembali dilakukan Bea Cukai Bogor yang berhasil mengungkap peredaran narkotika lewat perusahaan jasa titipan. “Kami mendapatkan informasi crawling dan analisis dari Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan yang disampaikan lewat Subdit Narkotika Kantor Pusat Bea Cukai. Menindaklanjuti informasi tersebut, kami menelusuri kiriman dan didapatkan paket mencurigakan yang dikirim menuju Kabupaten Bogor,” ungkap Edwan Isrin, Kepala Kantor Bea Cukai Bogor.

Bersama Satuan Narkotika Polres Bogor, petugas Bea Cukai mengumpulkan informasi dan diketahui bahwa pengirim paket berasal dari Makassar yang akan dikirimkan kepada penerima barang berinisial R yang beralamat di daerah Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. “Atas paket yang diamankan oleh petugas, telah dilakukan pemeriksaan dan kedapatan 1 plastik klip berisi ± 5 gram diduga berupa narkotika jenis synthetic cannabinoid,” lanjut Edwan.

Sinergi dalam memberantas peredaran narkotika juga dilakukan Bea Cukai Tarakan dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Utara. Kali ini sinergi dilakukan lewat pemusnahan narkotika hasil penindakan yang dilakukan pada 28 April 2021.

“Pemusnahan kali ini dilakukan terhadap 330 gram sabu. Pemusnahan dilakukan untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan dan menghilangkan nilai guna dari barang haram tersebut,” ungkap Minhajuddin Napsah, Kepala Kantor Bea Cukai Tarakan. Sementara itu, tersangka yang berhasil ditangkap dalam penindakan kali ini akan dijerat pasal UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman minimal 5 tahun maksimal 20 tahun penjara. (ipo)

Sponsored Content
Back to top button