Nasional

Bareskrim Tangkap 37 Tersangka Penimbun Obat Terapi Covid-19

INDOPOSCO.ID – Kebutuhan obat terapi Covid-19 masih tinggi, seiring meningkatnya kasus positif di Indonesia. Namun, situasi tersebut, justru dimanfaatkan segelintir orang demi tujuan tertentu.

Badan Reserse Kriminal Polri membekuk 37 tersangka kasus penimbunan obat terapi Covid-19 dan tabung oksigen. Dari pengembangan 33 kasus yang didalami tim kepolisian.

“Bareskrim dan jajaran Polda sampai saat ini sudah melakukan penindakan terhadap 33 kasus, dengan menetapkan 37 orang tersangka,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santikaa, Rabu (28/7/2021).

Helmy membeberkan, tindak pidana itu berkaitan dengan penjualan obat terapi Covid-19 di atas harga eceran tertinggi atau HET.

Selain itu, penimbunan dan pengedaran obat sekaligus alat kesehatan tanpa izin edar dan pembuatan tabung oksigen dari tabung apar yang biasa digunakan untuk pemadam kebakaran.

“Terhadap hasil ungkap tersebut total barang bukti yang berhasil kita amankan ada 365.876 tablet obat terapi Covid-19 dari berbagai macam jenis, 62 vial obat terapi Covid-19 dan 48 tabung oksigen,” beber Helmy.

Obat terapi Covid-19 yang ditimbun pelaku ialah Ivermectin, dan Azitromisin. Penimbunan obat Azitromisin berhasil dibongkar dari salah satu pabrik obat di Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu

“Sumber obatnya dari pabrik tersebut Azitromisin berjumlah sekitar 178 ribu butir dan 125 kilogram bahan yang mana bahan itu kalau diproduksi bisa menjadi 300 ribu butir Azitromisin,” ungkapnya.

Hukuman pidana yang dikenakan berasal dari pasal 196 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, pasal 62 juncto pasal 10 UU 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Ancaman hukuman maksimal 10 tahun, minimal 5 tahun dengan denda 1 tahun. Terhadap perlindungan UU Konsumen tadi maksimal 5 tahun minimal 2 tahun terhadap yang menjual di atas harga eceran tertinggi,” tandasnya. (dan)

Sponsored Content
Back to top button