Nusantara

Banyak Warga Lebak Tak Mau Diswab Karena Takut Diisolasi di Rumah Sakit

INDOPOSCO.ID – Meski korban Covid-19 sudah banyak yang meninggal dunia dan dimakamkan secara protokol Covid, serta banyak yang terpaksa dirawat di rumah sakit, namun masih ada saja warga di Kabupaten Lebak yang tidak percaya dengan ganasnya penyakit yang menyerang saluran pernafasan itu. Alasannya, mereka takut diisolasi di rumah sakit.

Darman (45), misalnya warga Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung memilih tidak melaporkan diri ke Satgas penanganan Covid-19 Kecamatan dan Kabupaten, saat dirinya merasakan adanya gejala Covid setelah bepergian ke Jakarta.

Darman mengaku pernah mengalami sakit kepala ringan, disertai batuk, pilek dan meriang. Dia memilih untuk beristirahat total di rumah, dan tidak melakukan tes swab untuk memeriksakan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit.

”Waktu itu, tiga hari sepulang dari tempat kerja saya di Jakarta, saya mengalami pusing, sakit kepala ringan dan meriang,” ujarnya kepada INDOPOSCO, Jumat (13/8/2021).

Saat itu juga, dia langsung pergi ke apotik membeli sejumlah vitamin dan obat yang dipercaya bisa menyebuhkan penyakitnya tanpa resep dokter. ”Saya langsung istirahat total di rumah, minum vitamin, berjemur setiap pagi dan minum air kelapa ijo. Alhamdulilah seminggu setelah itu, saya kembali segar dan tidak merasa sakit dan sesak nafas lagi,” akunya.

Alasan dirinya tidak mau datang berobat dan memeriksakan diri ke rumah sakit saat memiliki ciri-ciri terpapar Covid, karena takut langsung diisolasi dan jauh dari keluarga.

”Saat itu Alhamdulillah saya hanya mengalami gejala ringan. Kalaupun saat itu saya ikut tes swab PCR atau antigen, dipastikan positif dan kemungkinan langsung diisolasi, otomatis handphone saya dipegang istri,” guraunya.

Hal senada dikatakan Nina (40), seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Warunggunung yang mengaku juga pernah mengalami ciri-ciri terpapar Covid-19. ”Pas bangun tidur semua persendian saya sakit disertai batuk,” kata Nina.

Dia juga memilih tidak memeriksakan diri ke rumah sakit dan melakukan tes antigen, karena kuatir langsung diisolasi di rumah sakit.

”Saya memilih beristirahat saja di rumah,minum vitamin, berjemur dan minum air kelapa ijo yang dicampur air perasan jeruk nipis dan garam,” ungkapnya.

Empat hari setelah beristirahat dan rajin berjemur, Nina mengaku kembali sehat dan tidak merasakan gejala apapun lagi. ”Mungkin saja ketika itu saya tidak terkena Covid, namun saya tetap nggak mau periksa ke rumah sakit karena takut diisolasi,” cetusnya. (yas)

Sponsored Content
Back to top button