Ekonomi

Bantuan Pemerintah ke Sektor UMKM Akan Terus Berlanjut

INDOPOSCO.ID – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki menegaskan, bantuan pemerintah terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19 akan terus berlanjut.

“Pemerintah sudah mencanangkan beberapa program untuk mendukung kebangkitan UMKM. Beberapa program yang dilakukan melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di antaranya pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM),” ujarnya, dalam webinar bertema Peran Perbankan dalam Ekosistem Digital UMKM Masa Depan yang digelar oleh MikroForum – Forwada, Kamis (23/9).

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, bantuan fiskal yang digulirkan untuk sektor UMKM melalui dana PEN hingga 23 September 2021 terealisasi sebesar Rp52,9 triliun. Dana tersebut telah dinikmati oleh 27,39 juta UMKM. Dana itu disalurkan melalui beberapa program seperti subsidi bunga, penempatan dana pemerintah ke bank dan mitra demi mendukung program restrukturisasi dan peningkatan modal kerja UMKM.

“Guna mendukung UMKM, kita bertahan dan berkembang di tahun 2021 ini. Kita telah mengalokasi dana PEN khusus UMKM dengan nilai mencapai Rp95,13 triliun,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Siti Azizah mengungkapkan, pandemi Covid-19 mengakselerasi tingkat adopsi digital, membuat UMKM mau tidak mau harus masuk ke ekosistem digital. Menurutnya, pemerintah telah menggelar berbagai program untuk mendorong digitalisasi UMKM.

“Ada kolaborasi program digitalisasi UMKM lintas kementrian, lembaga, instansi dan swasta seperti Kementrian BUMN, Keminfo, Kemenparekraf, Kemendag dan KemenkopUKM, berkolaborasi dengan pihak swasta seperti Gojek, Bukalapak, Grab, Facebook dan WhatsApp,” kata Siti.

Business Planning & Assurance Head BTPN Syariah, Dewi Nuzulianti mengungkapkan, keterlibatan BTPN Syariah dalam literasi digital UMKM adalah dengan memberikan pendampingan dengan memperkenalkan pembelajaran daring berupa entrepreneurship traning, exebition, sertification dan entrepreneur dan UKM competition.
“Kami juga sudah memberikan akses ke digital market, kami menyiapkan berbagai program untuk menyalurkan barang-barang yang mereka jual melalui kami, kemudian kami teruskan ke Instagram dan ecommerce seperti Tokopedia dan lain-lain,” katanya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button