Nusantara

Bansos Covid-19 Tak Dianggarkan, Bantuan Jamsosratu Terancam Dipotong 50 Persen

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sedang memutar otak untuk menyediakan anggaran khusus bantuan sosial tunai (BST) akibat pandemi Covid-19.

Mengingat, masyarakat saat ini sedang kalang kabut dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Sehingga, masyarakat terpaksa beraktivitas di luar rumah untuk mencari nafkah.

Sekertaris Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Budi Dharma mengatakan, alokasi anggaran akan dilakukan guna menyediakan BST untuk masyarakat terdampak Covid-19.

anymind

Namun, hal itu berdampak pada program manfaat Jamsosratu. Sebab, jumlah bantuan yang biasanya diterima Rp1 juta, akan dipotong menjadi Rp 500 ribu.

“Masih menunggu keputusan dari TAPD, kita hanya lembaga teknis untuk penyalurannya,” katanya, Rabu (11/8/2021).

Ia mengaku kondisi Dinsos dalam keadaan dilematis. Terlebih, rencana refocusing oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) belum ada putusan.

“Pencairan Jamsosratu yang bersumber dari APBD Banten tahun 2021 menjadi terganjal, lantaran belum ada keputusan, apakah nantinya akan dialihkan untuk BST atau batal,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Rina Dewiyanti menyebutkan, rencana refocusing anggaran di Dinsos senilai Rp25 miliar untuk dialihkan pada Bantuan Tak Terduga (BTT). Kemudian, salah satu peruntukannya untuk Bansos atau BST PPKM.

“Sesuai draft perubahan RKPD kita alihkan sebagian ke BTT. BTT akan kita gunakan untuk itu (bansos PPKM),” ujarnya.

Kendati, pihaknya belum mengetahui jumlah masyarakat yang akan mendapatkan bansos PPKM. Sebab harus berkoordinasi dengan Dinsos. “Harus koordinasi ke dinas teknisnya,” pungkasnya. (son)

Sponsored Content
Back to top button