Nasional

Bansos Belum Didistribusikan, Ketua DPD: Sangat Ironi

INDOPOSCO.ID – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendesak pemerintah segera menyalurkan bantuan sosial (Bansos). Sebab, bantuan untuk menopang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sangat dibutuhkan masyarakat.

“Masyarakat diharuskan tetap di rumah, tetapi bansos belum juga ada tanda-tanda cair. Tentu ini sangat ironi, karena bekal masyarakat untuk menutupi kebutuhan pokok mulai menipis,” katanya, Rabu (14/7/2021).

Ia menyebutkan, bantuan yang akan diberikan antara lain Program Keluarga Harapan (PKH) yang anggarannya dialokasikan mencapai Rp13,96 triliun. PKH akan disalurkan pada 10 juta penerima.

Selain itu, ada program Bantuan Sosial Tunai (BST) yang menyasar 10 juta penerima dengan anggaran Rp 6,1 triliun. Penerima BST dan PKH juga akan diberikan beras sebanyak 10 kilogram (kg).

“Intinya kita minta penyaluran bansos atau bantuan lainnya segera dipercepat. Ini sudah Minggu kedua PPKM Darurat. Masyarakat sudah sangat-sangat membutuhkan,” tuturnya.

Menurutnya, seharusnya dalam minggu pertama PPKM Darurat, bansos sudah disalurkan 70 sampai 80 persen dari target. Mengingat, Kondisi ekonomi masyarakat saat ini sudah tidak karuan.

Sehingga, bantuan atau stimulus lainnya itu sudah bukan lagi untuk menjaga daya beli, tetapi benar-benar untuk bertahan hidup di tengah ketidakpastian dan pembatasan.

“Penutupan mal atau pembatasan sejumlah tempat usaha berimbas pada potensi pengurangan tenaga kerja, dirumahkannya para karyawan dan kerugian besar bagi para pelaku usaha. Dengan dilanjutkannya stimulus, relaksasi, dan bantuan sosial diharapkan terkurangi bebannya,” paparnya.

Sementara, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bantuan produktif akan digelontorkan oleh Pemerintah di masa PPKM Darurat. Sebanyak 3 juta UMKM akan menjadi penerima bantuan langsung tunai (BLT) UMKM sebesar Rp 1,2 juta dalam 3 bulan.

“Ini juga kita minta diberikan tepat waktu, apalagi pemerintah menjanjikannya cair di bulan Juli ini. Agar 12,8 juta pelaku usaha mikro dapat bertahan di tengah PPKM darurat,” tegasnya. (son)

Sponsored Content
Back to top button