Nusantara

Bandara Internasional Pattimura Belum Terapkan Layanan PCR

INDOPOSCO.ID – Manajemen PT Angkasa Pura Cabang Bandara Internasional Pattimura Ambon, Maluku sampai saat ini belum bisa melakukan layanan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) kepada para pelaku perjalanan karena tidak ada peralatan untuk memeriksa Covid-19 tersebut.

“Dalam area bandara sendiri kita sampaikan saat ini yang sudah berjalan yaitu rapid antigen yang bekerja sama dengan RS Bhakti Rahayu, dan petugasnya ada di sebelah halaman parkir bandara,” tutur Manejemen PT Angkasa Pura Bandara Internasional Pattimura Arifani di Ambon seperti dikutip Antara, Rabu (11/8/2021).

Namun untuk layanan PCR di Bandara Internsional Pattimura Ambon ini belum bisa dilaksanakan untuk pelaku perjalanan. Penjelasan Arifani juga sudah disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Sub Tim 1 Pengawasan Covid-19 DPRD Provinsi Maluku terkait adanya keluhan pelaku perjalanan di Bandara Pattimura Ambon untuk persoalan rapid antigen serta PCR.

anymind

Menurut dia, memang untuk Angkasa Pura sendiri yang sudah berjalan hanya baru 6 bandara di Indonesia yaitu Bandara Bali, Juanda di Surabaya (Jatim), Bandara Lombok (NTB), Bandara Semarang serta Solo (Jateng), dan Bandara Makassar (Sulsel).

“Jadi untuk 6 bandara ini memang sudah ada pelayanan PCR untuk pelaku perjalanan di dalam lingkungan bandaranya,” kata Arif.

“Saya kemarin sudah koordinasikan dengan manajemen RS Bhakti Rahayu tetapi mereka mengakui tidak memiliki alatnya, kecuali RS Siloam sehingga kita tidak melakukan pemeriksaan PCR di dalam lokasi bandara,” tuturny.

Jika untuk pelaksanaan vaksinasi massal di lobi bandara memang sudah dilakukan selama 2 minggu sebelumnya. Ia menambahkan, untuk ketentuan PCR ini memang sesuai ketentuan Imendagri no 32 tauhn 2021 minimal dilakukan H-2 bagi setiap orang yang akan melakukan perjalanan.

Sementara Made Dwipayana dari Airport Operation menjelaskan, terkait PCR, di Imendagri no 23 itu menentukan persyaratan perjalanan itu untuk PPKM level III serta IV harus wajib PCR pada H-2 untuk setiap pelaku perjalanan pada H-2.

“Kami dari pihak bandara juga merasa kebingungan, karena di wilayah Maluku untuk pelaku perjalanan dari Kota Ambon menuju Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar misalnya apabila mengikuti aturan PPKM level III maka harus di-PCR,” jelas Made.

Akan tetapi dari Dinas Kesehatan hanya mengizinkan wajib rapid antigen untuk setiap pelaku perjalan di dalam wilayah Maluku, padahal sudah seharusnya untuk status PPKM level III harus dilakukan PCR. (mg2/wib)

Sponsored Content
Back to top button