Megapolitan

Bamus Betawi: Di Jakarta Obat Covid-19 Langka, Gimana di Daerah?

INDOPOSCO.ID – Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi Abraham Lulung Lunggana meminta pemerintah memberi perhatian serius untuk menangani kelangkaan persediaan obat untuk pasien COVID- 19.

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, tutur Lulung, wajib segera mencari solusi menjamin ketersediaan obat tersebut, karena ini merupakan soal keselamatan nyawa rakyat.

” Dokter, tenaga medis, ulama, kyai kita sudah ribuan yang gugur. Mungkin karena mereka kesulitan memperoleh obat. Saya minta kondisi ini lekas ditangani penguasa, penguasa wajib turun tangan langsung, jangan pasif cuma menunggu polisi melakukan penggerebekan atau penangkapan,” tutur Lulung dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Lulung mensinyalir kelangkaan obat ini diakibatkan ulah komplotan mafia penimbun obat serupa dengan pelaku yang diungkap Polda Metro Jaya di gudang penimbun obat COVID- 19 kawasan Peta Barat, Cengkareng, Jakarta, Senin kemarin.

” Kalau situasi ini didiamkan lalu, gimana?, masyarakat disuruh isoman di rumah, tetapi obat tidak ada. Saya kira, ini dikeluhkan banyak masyarakat dimana- mana. Makanya, pemerintah harus jujur dan tegas, ini sebenarnya ada apa? Tolong ini diperhatikan, sebab ini soal keselamatan nyawa rakyat,” tutur Anggota Komisi VII DPR itu.

Lulung mengaku kesulitan mencari obat untuk anggota keluarganya yang terinfeksi COVID- 19. Apalagi ia bersama stafnya telah mencari apotik besar ataupun kecil buat mencari obat, tetapi seluruh apotik yang dikunjungi kehabisan persediaan.

” Sehabis bertanya serta sesuai arahan dokter, saya keliling mencari obat yang disarankan. Akan tetapi, obat yang umumnya dipakai buat COVID itu tidak ada, staf saya keliling ke 10 Apotek di Jakarta tidak ada, seluruh Apotek berterus terang kehabisan persediaan,” tutur Lulung.

Ia menceritakan kalau ada 4 tipe obat yang direkomenadasikan dokter untuk keluarganya, yaitu Oseltamivir 75 mg, Azithromycin 500 mg, Dexamethasone 0, 5 mg serta Parasetamol 500 mg, namun tidak tersedia, selain parasetamol.

” Ini gimana?, jika di Jakarta saja obat tidak ada, bagaimana lagi di daerah- daerah lain? Kelangkaan obat yang dikeluhkan masyarakat selama ini ternyata benar, dan masih terjadi dimana- mana. Ini fakta di lapangan, karena sekarang saya mengalami sendiri,” ujar Lulung. (mg2)

Sponsored Content
Back to top button