Nasional

Bakar Sate dengan Aman di Masa Pandemi

INDOPOSCO.ID – Tak terasa sebentar lagi umat Islam kembali merayakan Iduladha yang diperkirakan jatuh pada Selasa (20/ 7).

Ini juga kedua kalinya diselenggarakan di tengah-tengah pandemi.

Beda dengan pada 2020, Iduladha kali ini di tengah-tengah gelombang penularan Covid-19 yang begitu tinggi sehingga membuat pemerintah memberlakukan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Pertanyaannya, amankah menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban di masa PPKM Darurat?

Bahkan masyarakat pun berharap masih bisa membakar sate di tengah pandemi.

Terkait hal itu, Pemprov DKI Jakarta sudah mengeluarkan panduan untuk penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban di masa PPKM Darurat, termasuk kebijakan untuk Salat Iduladha dari rumah.

Anggota DPR DKI Jakarta, M. Taufik Zoekifli mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir untuk menyembelih hewan kurban di masa PPKM Darurat, panduan terkait hal itu sudah tersedia.

Menurutnya, tersedianya hewan kurban justru mampu menggerakkan ekonomi atau bahkan membantu masyarakat di tengah- tengah tekanan akibat pandemi Covid-19.

Taufik mengatakan sudah dua kali menyelenggarakan kurban selama pandemi sebenarnya tidak ada hal yang berubah, masyarakat dapat berpegang kepada panduan yang dikeluarkan Kementerian Agama RI dan juga rambu-rambu melalui instruksi No. 43 tahun 2021 dan seruan No. 11 tahun 2021.

Agar aman, masyarakat dapat memotong hewan kurban di rumah potong hewat (RPH) yang banyak tersebar di Jakarta.

Namun, apabila tidak memungkinkan dapat dilaksanakan di luar RPH, namun dengan berbagai persyaratan.

Lokasi menurut Taufik bukan di lingkungan yang padat penduduk, kemudian tidak diperkenankan untuk terjadinya kerumunan, petugas yang memotong hewan kurban harus dipastikan bebas Covid-19.

Caranya, bisa dengan melakukan tes dan memeriksa suhu tubuh, termasuk alat-alatnya dipastikan steril.

“Saya memastikan masyarakat masih dapat membuat sate dengan aman,” kata Taufik, dikutip dari Antara, Ahad (18/7).

Tebar daging

Sedangkan menurut Ketua Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa 2021, Ahmad Faqih Syarafaddin mengatakan, di tengah pandemi bukan hanya masyarakat yang mengalami kesulitan, tetapi juga peternak-peternak di daerah untuk menjual hewan ternaknya.

Kemudian yang juga menjadi persoalan dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban merupakan masalah pendistribusian. Seperti diketahui usai dipotong daging akan dibagi-bagikan baik kepada pekurban maupun masyarakat yang membutuhkan.

Persoalan dalam pelaksanaan kurban setiap tahunnya adalah pendistribusian daging yang tidak merata. Ada daerah-daerah yang surplus tetapi ada juga yang minus/defisit.

Hal itu menjadi catatan bagi Dompet Dhuafa sehingga dibuatlah unit tebar hewan kurban.

Kendala lain untuk daerah yang masih defisit adalah aksesnya yang sulit dijangkau sehingga kehadiran Dompet Dhuafa di sini dapat menjembatani untuk menjangkau saudara-saudara yang membutuhkan.

Dengan tebar hewan kurban, Dompet Dhuafa ingin menjembatani peternak di Indonesia juga, pekurban serta pendistribusian kepada masyarakat-masyarakat yang membutuhkan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button