Nusantara

Bahkan Ariel Noah Tanda Tangan di Gitar Produksi WBP Rangkasbitung

INDOPOSCO.ID – Berada di balik jeruji besi tak membuat kreativitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten menjadi tumpul.

Justru, menjadi warga binaan mereka bisa mengasah bakat dan ketrampilan membuat berbagai kerajinan dan bercocok tanam yang bisa menghasilkan uang, dan sekaligus bekal ilmu mereka nantnya saat kembali membaur dengan masyarakat setelah menjalani masa hukuman.

Wawan, Misalnya, salah seorang warga binaan Lapas Kelas III Rangkasbitung mengaku, menjalani hari-hari selama berada di lapas diajarkan cara membuat gitar bersama teman-teman lainnya yang kualitasnya tidak kalah dengan gitar produksi pabrikan.

”Alhamdulilah, selama kami menjalani masa hukuman. Selain lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, kami juga diajarkan cara membuat gitar untuk bekal kami nantinya setelah bebas,” terang Wawan, salah seorang warga binaan kepada INDOPOSCO.ID saat mendampingi tim dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan saat berkunjung ke Lapas Rangkasbitung, Senin (24/5/2021).

Wawan mengaku dalam sebulan dirinya dan teman-teman berhasil membuat 10 gitar yang dijual melalui situs jual beli online dengan harga bervariasi, dari mulai Rp400 ribu hingga Rp1 juta. ”Bahkan gitar yang kami buat diakui berkualitas oleh sejumlah artis ibu kota,” cetusnya.

Kepala Lapas Rangkasbitung Budi Ruswanto mengakui, hasil produksi gitar WBP Lapas Rangkasbitung berhasil membuat kagum artis penyanyi Ariel Noah dan Krisdayanti. ”Bahkan Ariel Noah membubuhkaan tanda tangannya di gitar yang dipoduksi oleh WBP kami,” katanya.

Menurut Budi, untuk menghasilkan gitar berkualitas dibutuhkan keahlian khusus,seperti pengaturan jarak pemasangan senar dan fretboard yang memerlukan keahlian khusus dan ada instrukturnya. ”Jadi pemasangan senar dan jarak dengan fretboard itu ada ilmunya.Tidak sembarangan dipasang,” jelas Budi.

Ia menambahkan, bahan baku untuk pembuataan gitar berasal dari limbah pabrik dan paralon yang dimanfaatkan oleh WBP menjadi barang produktif. ”Bahan bakunya semua dari limbah pabrik yang sudah bekerjasmaa denga kami, dan ada juga dari paralon,” imbuhnya.

Indoposco
Warga Binaan Lapas Rangkasbitung Saat Membuat Gitar Secara Manual. Foto: Yasril/Indoposco.id

Dalam membuat berbagai kerajinan tangan,pihaknya juga melakukan pendampingan kepada WBP. Dari mulai dari pengadaan bahan baku, proses pembuatan, hingga pemasaran melalui situs jual beli online, seperti di Tokopedia. “Kami ikut membantu memasarkan. Hasilnya juga bisa dinikmati oleh warga binaan,” tegasnya.

Budi menjelaskan, selain membuat gitar, warga binaan Lapas Rangkasbitung juga diberikan program pembinaan kemandirian dengan bercocok tanam, beternak ayam, kolam ikan,dan membuat pavingblok di lahan tidur seluas 2,5 hektare milik Kemenkum-HAM di jalan raya Soekarno-Hatta Rangkasbitung.

Suranto, salah seorang tim dari Dijen PAS mengaku kagum atas inovasi yang dilakukan oleh kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung yang memberikan berbagai edkais dan ketrampilan untuk membuat kesibukan yang produktif bagi WP,sehingga mereka tidak jenuh seama nejlaani masa hukuman. ”Mudah mudahan ini bisa menjadi pilot project bagi Lapas lainnya,” kata Suranto. (yas)

Sponsored Content
Back to top button