Gaya Hidup

Awas, Hipertensi dan Diabetes Penyebab Utama Gagal Ginjal!

INDOPOSCO.ID – Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Aida Lydia menyatakan kasus gagal ginjal umumnya terjadi pada penderita penyakit hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol.

Sehingga kemudian si pasien mengalami komplikasi ke ginjalnya. dr. Aida Lydia yang berpraktik di Divisi Ginjal Hipertensi Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM mengatakan gagal ginjal juga disebabkan radang ginjal, penyakit bawaan serta penyakit infeksi.

Sebenarnya, ada sejumlah tanda yang bisa dilihat pada seseorang yang ginjalnya mengalami penurunan fungsi atau kerusakan antara lain urine atau keluarnya sel darah merah dari urine, pemeriksaan darah ada peningkatan kreatinin, biopsi ginjal atau pencitraan.

“(Pemeriksaan) fungsi ginjal bisa melalui pemeriksaan LFG atau laju filtrasi glomerulus yang apabila di bawah 60 menandakan sudah ada gangguan ginjal. Apabila hasilnya di bawah angka 15, artinya sudah masuk dalam tahap gagal ginjal atau gangguan sudah sangat lanjut,” kata Aida seperti dikutip Antara, Kamis (11/3/2021).

Pada tahap gagal ginjal, pasien akan membutuhkan terapi pengganti ginjal. Saat ini ada tiga pilihan terapi yakni hemodialisis (HD), continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) serta transplantasi ginjal.

Dari sisi proses, HD dibantu mesin yang pelaksanaannya dilakukan 2-3 kali seminggu di rumah sakit, sementara CAPD bisa dilakukan mandiri di rumah atau tempat kerja dan menjadi terapi pilihan pasien dengan gangguan jantung.

Pada terapi HD fungsi ginjal sisa cepat hilang sementara CAPD mempertahankan fungsi ginjal. Kemudian dari sisi mortalitas, CAPD pada 2-3 tahun pertama lebih rendah, sementara HD 2-3 tahun pertama lebih tinggi.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button