Olahraga

Atlet Olimpiade Tetap Latihan di Pelatnas selama Karantina

INDOPOSCO.ID – Atlet Indonesia untuk Olimpiade Tokyo tetap menjalani latihan dalam pelatnas masing- masing selama menjalani masa karantina di hotel menjelang keberangkatan ke Jepang.

Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Ferry J Kono mengatakan, setiap atlet dari setiap cabang olahraga akan difasilitasi kendaraan dan sopir khusus yang akan mengantarkan mereka ke tempat latihan.

“Mereka tetap latihan di tempat latihan masing-masing, tapi mulai dari berangkat dari hotel itu interaksinya terbatas hanya atlet, pelatih, dan sopir,” kata dia, saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu (14/7/2021).

“Lalu saat latihan mereka juga harus dipisahkan dari teman-teman pelatnas yang lain. Tidak ada interaksi secara raga dengan rekan pelatnas lain,” tambah dia.

Beberapa atlet Merah Putih menuju Olimpiade Tokyo secara bertahap akan mulai memasuki hotel yang ditetapkan KOI sebagai tempat karantina sebelum bertolak ke Jepang pada 17 Juli.

Setiap atlet dan pelatih menempati masing- masing satu kamar hotel selaku upaya KOI mencegah risiko penularan Covid-19 selama karantina.

Sebelum memasuki hotel, para atlet dan pelatih harus terlebih dahulu menjalani dua kali tes swab PCR dengan hasil negatif sebagai syarat memasuki gelembung.

Selama karantina, para atlet harus menjalani tes swab PCR selama tujuh hari berturut- turut sesuai dengan aturan dari panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo (TOCOG), mengingat Indonesia masuk kategori Grup I atau negara dengan risiko tinggi Covid-19 oleh pemerintah Jepang.

KOI juga telah memfasilitasi satu mesin isothermal dan satu mesin PCR khusus untuk keperluan internal selama karantina di hotel.

“ Kami sudah memasang satu mesin isothermal dan satu mesin PCR untuk kepentingan internal. Jadi mereka bisa kapan pun dites untuk kepentingan kami dan kepentingan laboratorium yang memang disyaratkan oleh pemerintah Jepang,” tutur ia.

Penerbangan kontingen Indonesia terbagi ke dalam beberapa kelompok. Setelah tim bulu tangkis yang berangkat lebih awal pada 8 Juli, selanjutnya adalah tim panahan, menembak, dayung, surfing, angkat besi, serta renang pada 17 Juli, dan terakhir adalah atletik pada 24 Juli.

Karantina Terpisah

Ferry mengatakan atlet dan pelatih angkat besi serta surfing menjalani karantina terpisah dari cabang olahraga lain yang akan diisolasi di hotel menjelang keberangkatan ke Jepang.

Menurut Ferry, atlet angkat besi akan tetap tinggal di Pelatnas Mess Kwini, Jakarta, sedangkan surfing tetap di Bali.

“Surfing tetap di Bali. Khusus angkat besi, mereka akan tetap di Mess Kwini karena di sana sudah jadi bubble-nya angkat besi, tidak ada atlet lain sehingga mereka tidak akan tinggal di hotel. Peralatan latihan mereka juga di sana sudah lengkap,” kata Ferry.

Meski karantina terpisah, tim surfing yang berada di Bali akan tetap berangkat bersama rombongan lain dari Jakarta ke Tokyo pada 17 Juli malam.

Satu-satunya peselancar Indonesia yang lolos kualifikasi Olimpiade, Rio Waida, saat ini menjalani latihan di Pantai Legian, Bali bersama rekannya, I Ketut Agus Aditya Putra demi memantapkan persiapan sebelum berangkat ke Olimpiade Tokyo.

Pada awalnya, seluruh atlet dan pelatih dari enam cabang olahraga, yakni renang, angkat besi, panahan, dayung, atletik, dan surfing direncanakan ditempatkan terpusat di satu hotel di Jakarta untuk menjalani karantina sebelum bertolak ke Jepang.

Langkah tersebut ditempuh sebagai upaya KOI meminimalkan risiko penularan Covid-19 sebelum berangkat ke Olimpiade Tokyo.

Mereka secara bertahap akan memasuki hotel tempat karantina setelah menjalani dua kali tes swab PCR dengan hasil negatif.

Namun hingga saat ini baru ada dua cabang olahraga, yakni panahan dan atletik, yang sudah mulai menjalani karantina di hotel. Sementara yang lainnya masih menunggu hasil tes PCR.

Meski dikarantina, para atlet akan tetap diperbolehkan menjalani latihan dalam pelatnas masing- masing dengan difasilitasi kendaraan dan sopir khusus yang akan mengantarkan mereka ke tempat latihan. (mg3)

Sponsored Content
Back to top button