Nusantara

Aniaya Warga saat PPKM, Satpol PP Gowa Minta Maaf

INDOPOSCO.ID – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Gowa Alimuddin Tiro memohon maaf kepada masyarakat khususnya korban kekerasan pada salah satu kedai kopi di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng oleh anggotanya saat penertiban Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Pertama-tama kami atas nama pemerintah dan Satpol PP menyatakan permohonan maaf, khususnya kepada korban,” ujar Alimuddin Tiro, di Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (15/7).

Beliau menjelaskan, patroli pengetatan PPKM di malam-malam sebelumnya berjalan lancar dana humanis, namun pada malam keenam insiden kekerasan pun terjadi oleh anggotanya.

Alimuddin menyesalkan insiden tersebut, sebab dalam setiap kali aktivitas Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan selalu mengingatkan aparat serta anggotanya untuk bertindak profesional dan humanis di segala kesempatan.

Menurut dia, situasi yang terjadi di lapangan sudah tidak sesuai degan instruksi dari Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan yang selalu menekankan pentingnya untuk bersikap tenang serta humanis.

“Terlebih Pak Bupati kita selalu menyampaikan baik di kesempatan coffee morning dan apel siaga kepada SKPD, agar profesional dan humanis dalam bertugas. Apa yang terjadi di lapangan betul-betul di luar perkiraan kami,” ujarnya lagi.

Alimuddin menjelaskan, dirinya akan bekerja sama dengan pihak penyidik, pasalnya disaat ini korban diketahui telah melapor ke pihak kepolisian serta melakukan visum di salah satu rumah sakit di Kabupaten Gowa.

“Korban sudah melapor ke polres serta kami semua sama-sama melihat memang terdapat kekerasan, namun akan kami dalami,” ujarnya pula.

Pada peluang itu, dirinya pula memohon sokongan warga buat menyukseskan PPKM Mikro ini yang hendak berjalan sampai bertepatan pada 20 Juli kelak.

Pihaknya akan melaksanakan rapat internal serta memeriksa oknum terkait, dan apabila terbukti maka pasti ada hukuman yang akan diberikan.

“PPKM ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Gowa agar pandemi Covid-19 ini segera selesai. Oleh sebab itu mari dukung PPKM ini agar kita bisa beraktifitas seperti biasa,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, peristiwa penganiayaan terhadap pasangan suami istri terjadi disaat Satpol PP Gowa menggelar operasi penertiban PPKM di Panciro, Kabupaten Gowa, Rabu (14/7).

Dalam video berdurasi 1 menit 59 detik itu, kronologi kejadian bermula dari 4 tim yang dikerahkan untuk penertiban PPKM Mikro.

Saat patroli, petugas Satpol PP Gowa mendengar suara musik yang lumayan keras dari sebuah warkop maupun kedai kopi. Oknum satpol PP masuk ke kedai kopi itu untuk mencari pemilik serta meninjau izin operasinya.

Namun setelah adu mulut, oknum satpol PP itu mulai menampar pemiliknya yakni Nurhalim alias Ivan Van Houten, kemudian berlanjut ke istrinya yang disebutkan tengah hamil 8 bulan.

Atas peristiwa itu, kedua korban kemudian melaporkan hal itu ke Mapolres Gowa untuk memproses penganiayaan tersebut. (mg2)

Sponsored Content
Back to top button